Siswa SMA Perampok Toko Emas Ngaku Butuh Uang Beli Ponsel untuk Belajar Online

Kompas.com - 01/08/2020, 06:15 WIB
Toko emas di Pasar Tangga Arung Tenggarong Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang dirampok tiga pelajar, Jumat (31/7/2020). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONToko emas di Pasar Tangga Arung Tenggarong Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang dirampok tiga pelajar, Jumat (31/7/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com - Sebanyak tiga siswa SMA yang mencoba merampok toko emas di Pasar Tangga Arung Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, mengaku dijanjikan uang Rp 50 juta oleh Muhammad Rizki Yahya yang merupakan otak perampokan.

Salah satu pelaku mengaku akan menggunakan uang itu untuk membeli ponsel baru.

Dia mengatakan, selama ini menggunakan ponsel milik orangtuanya untuk belajar online. 

"Uang itu mau beli hape buat belajar online. Saya enggak punya hape, belajarnya pinjam hape orangtua," ujar remaja 16 tahun itu di Mapolres Kutai Kartanegara, Jumat (31/7/2020).

Baca juga: Gagal Rampok Toko Emas, 2 Siswa SMA Diturunkan Otak Perampokan di Jalan dan Tertangkap Polisi

Sementara rekannya yang lain mengaku merampok untuk bayar utang orangtua sebesar Rp 100 juta. 

“Bapak saya tahanan di Lapas Samarinda kasus narkoba, dia punya utang Rp 100 juta sama orang,” kata dia.

Baca juga: Disiram Lem oleh Pria Misterius, Wanita Ini Alami Luka Bakar dan Jadi Botak

Pelaku terakhit tak ingin mengutarakan niatnya merampok. Saat ditanyai awak media, pelaku diam saja.

Ketiga remaja ini diajak secara terpisah oleh Rizki kemudian mengenalkan satu sama lain. Rizki lalu merencanakan aksi perampokan.

Sehari sebelum beraksi, Rizki menyiapkan penutup wajah, sarung tangan, airsoft gun, dan sejumlah pisau, dan sepeda motor.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah 9 Jam, Jenazah Multazam Akhirnya Berhasil Dievakuasi dari Gunung Piramid

Setelah 9 Jam, Jenazah Multazam Akhirnya Berhasil Dievakuasi dari Gunung Piramid

Regional
PSBB Tangerang Raya Diperpanjang, Ini Alasannya

PSBB Tangerang Raya Diperpanjang, Ini Alasannya

Regional
4 Kasus Pasien Covid-19 Terjun dari Ruang Isolasi RS, Minta Dipulangkan dan Lompat Saat Petugas Shalat

4 Kasus Pasien Covid-19 Terjun dari Ruang Isolasi RS, Minta Dipulangkan dan Lompat Saat Petugas Shalat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Multazam Tewas di Jurang Gunung Piramid | Kerabat Luhut Meradang di Pilkada Medan

[POPULER NUSANTARA] Multazam Tewas di Jurang Gunung Piramid | Kerabat Luhut Meradang di Pilkada Medan

Regional
Seorang Nelayan Tewas Diduga akibat Ditabrak Perahunya Sendiri

Seorang Nelayan Tewas Diduga akibat Ditabrak Perahunya Sendiri

Regional
Bukannya Melindungi, Guru Silat Tersohor di Kalsel Cabuli Muridnya hingga Hamil, Ini Faktanya

Bukannya Melindungi, Guru Silat Tersohor di Kalsel Cabuli Muridnya hingga Hamil, Ini Faktanya

Regional
Dua Pekan Dirawat karena Terinfeksi Covid-19, Wali Kota Banjarbaru Meninggal

Dua Pekan Dirawat karena Terinfeksi Covid-19, Wali Kota Banjarbaru Meninggal

Regional
Perpanjangan PSBB Tidak Cukup, Gubernur Banten Siapkan Langkah Ini

Perpanjangan PSBB Tidak Cukup, Gubernur Banten Siapkan Langkah Ini

Regional
Selain Multazam, Pendaki Thoriq Rizki Juga Tewas di Gunung Piramid...

Selain Multazam, Pendaki Thoriq Rizki Juga Tewas di Gunung Piramid...

Regional
Pertama Kali, Burung Mandar Hitam Terlihat di Danau Limboto

Pertama Kali, Burung Mandar Hitam Terlihat di Danau Limboto

Regional
Cerita Pilu Anak Dicabuli Ayah Tiri Selama 6 Tahun, Berawal Saat Ibu Opname karena Keguguran

Cerita Pilu Anak Dicabuli Ayah Tiri Selama 6 Tahun, Berawal Saat Ibu Opname karena Keguguran

Regional
Diduga Stres, Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi

Diduga Stres, Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi

Regional
Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Regional
Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Regional
67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X