Kronologi Depan Rumah Wisnu Ditutup Pagar Tembok oleh Tetangga, Berawal dari Injak Kotoran Ayam

Kompas.com - 25/07/2020, 09:33 WIB
Rumah Wisnu Widodo di Kabupaten Ponorogo yang dipagar oleh tetangganya dengan tembok bata setinggi 1 meter karena sering menginjak tahi ayam.Meski pengadilan Negeri Ponorogo memenangkan pihak Wisnu, namun  Mistun masih  engan membongkar tembok. KOMPAS.COM/MITARumah Wisnu Widodo di Kabupaten Ponorogo yang dipagar oleh tetangganya dengan tembok bata setinggi 1 meter karena sering menginjak tahi ayam.Meski pengadilan Negeri Ponorogo memenangkan pihak Wisnu, namun Mistun masih engan membongkar tembok.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Nasib memperihatinkan dialami Wisnu Widodo, warga Desa Gandukepuh, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Pasalnya, hanya karena kotoran ayam, depan rumahnya kini ditutup dengan pagar tembok setinggi satu meter oleh tetangganya berinisial M.

Kepala Desa Gandukepuh Suroso mengatakan, masalah yang dialami Wisnu dengan tetangganya itu sebenarnya dipicu persoalan sepele.

Waktu itu tetangganya berinisial M menginjak kotoran ayam yang dipelihara Wisnu.

Karena emosi akhirnya akses depan rumahnya ditutup dengan pagar tembok.

“M sama suaminya lewat kadang kadang mlecoki telek (menginjak tahi ayam) yang memicu masalah. Akhirnya ya dipagar itu,” kata Suroso.

Baca juga: Gara-gara Tahi Ayam, Tetangga Bangun Tembok Setinggi 1 Meter di Depan Rumah Wisnu

Lahan milik desa

Aksi arogan tetangga Wisnu berinisial M tersebut sebenarnya juga disesalkan warga sekitar.

Terlebih lagi pagar tembok yang dibangun itu berada di lahan milik desa. Namun hal itu justru diklaim secara sepihak oleh M.

Terkait masalah itu, Suroso mengatakan, sudah berulang kali dilakukan mediasi, tapi selalu gagal.

Bahkan, kasus tersebut sudah dibawa ke meja hijau dan pengadilan memenangkan Wisnu. Tapi tetangganya tersebut tetap tidak mengindahkan putusan pengadilan dan masih berusaha melakukan banding.

"Bersikukuh si M, merasa kalau itu haknya," kata Suroso, Jumat (24/7/2020).

"Ketika itu surat pengadilan saya kasih, dengar-dengar mau banding si M," kata dia.

Baca juga: Hanya karena Injak Kotoran Ayam, Tetangga Emosi dan Bangun Tembok Depan Rumahnya, Wisnu: Ya Sulit Kalau Mau Masuk

Setiap hari melompati pagar

Akibat ulah tetangganya itu, Wisnu mengaku setiap hari terpaksa harus memanjat pagar tembok setinggi satu meter tersebut saat masuk dan keluar rumah.

Kondisi yang dialaminya itu sudah terjadi sejak empat tahun terakhir.

Meski sudah beberapa kali dilakukan mediasi dan ada putusan pengadilan, tapi tetangganya tersebut bersikukuh tidak mau merobohkan pagar temboknya.

Padahal, pagar yang dibangun itu menutup akses jalan ke rumahnya dan berada di lahan milik desa.

"Pagar tembok itu dibangun sejak tahun 2017 lalu," kata Wisnu saat dihubungi, Jumat (24/7/2020).

Meski ada jalan alternatif di samping rumahnya, namun diketahui hanya selebar badan orang dewasa. Sehingga membuatnya sulit untuk melintas.

"Ya sulit kalau begitu mau masuk rumah,” imbuhnya.

Penulis : Kontributor Magetan, Sukoco | Editor : Dheri Agriesta



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Mulyadi Tahu Anaknya Tewas Kecelakaan dari Media Sosial Setelah 11 Hari Pergi dari Rumah

Cerita Mulyadi Tahu Anaknya Tewas Kecelakaan dari Media Sosial Setelah 11 Hari Pergi dari Rumah

Regional
Kampus Unanda Palopo Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 6 Miliar

Kampus Unanda Palopo Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 6 Miliar

Regional
Soal Ditutupnya Obyek Wisata Dusun Semilir Semarang, Nekat Langgar Protokol Kesehatan Meski Sudah Diperingatkan

Soal Ditutupnya Obyek Wisata Dusun Semilir Semarang, Nekat Langgar Protokol Kesehatan Meski Sudah Diperingatkan

Regional
Pamit Pergi Berenang, Seorang ASN Ditemukan Tewas di Laut

Pamit Pergi Berenang, Seorang ASN Ditemukan Tewas di Laut

Regional
Terungkap, Ini Identitas Pria yang Tewas Ditabrak Truk Tangki Saat Bersila di Jalan

Terungkap, Ini Identitas Pria yang Tewas Ditabrak Truk Tangki Saat Bersila di Jalan

Regional
Cerita Serka Silvi Tinggalkan 2 Anak Balita demi Misi PBB ke Lebanon: Berat tapi Saya Tegarkan Hati

Cerita Serka Silvi Tinggalkan 2 Anak Balita demi Misi PBB ke Lebanon: Berat tapi Saya Tegarkan Hati

Regional
469 Petugas KPPS Kota Padang Reaktif Covid-19, Jika Positif Tidak Akan Diganti

469 Petugas KPPS Kota Padang Reaktif Covid-19, Jika Positif Tidak Akan Diganti

Regional
Lonjakan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah dan Data yang Tak Selaras

Lonjakan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah dan Data yang Tak Selaras

Regional
Jelang Pencoblosan Pilkada, Kota Serang, Cilegon dan Tangsel Masuk Zona Merah

Jelang Pencoblosan Pilkada, Kota Serang, Cilegon dan Tangsel Masuk Zona Merah

Regional
Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Ikut Pilkada, Mencoblos di TPS Terdekat

Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Ikut Pilkada, Mencoblos di TPS Terdekat

Regional
Edarkan 'Pil Setan' ke Pelajar, Pria Asal Cianjur Diringkus Polisi

Edarkan "Pil Setan" ke Pelajar, Pria Asal Cianjur Diringkus Polisi

Regional
Diminta Klarifikasi Kampanye Bagi-bagi Kartu, Calon Bupati Ogan Ilir Mangkir Dipanggil Bawaslu

Diminta Klarifikasi Kampanye Bagi-bagi Kartu, Calon Bupati Ogan Ilir Mangkir Dipanggil Bawaslu

Regional
Modus Nikah Siri, Pelajar Dibawa Kabur dan Dicabuli Berkali-kali

Modus Nikah Siri, Pelajar Dibawa Kabur dan Dicabuli Berkali-kali

Regional
Hati-hati, 80 Persen Pintu Perlintasan Kereta Api Tidak Dijaga

Hati-hati, 80 Persen Pintu Perlintasan Kereta Api Tidak Dijaga

Regional
Terjadi Penularan Antarkeluarga, Satu RT di Yogyakarta Diisolasi

Terjadi Penularan Antarkeluarga, Satu RT di Yogyakarta Diisolasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X