Kompas.com - 23/07/2020, 13:29 WIB
KM Bahari Indonesia yang terbakar Rabu (23/7/2020). Istimewa.KM Bahari Indonesia yang terbakar Rabu (23/7/2020).

PANGKALPINANG, KOMPAS.com - Kapal roro atau kapal penyeberangan KM Bahari Indonesia yang terbakar pada Selasa (21/7/2020) malam kini masih terkatung-katung di Laut Jawa yang berbatasan dengan Belitung, Kepulauan Bangka Belitung.

Kapal yang berisi 26 awak dan mengangkut 18 truk besar serta kendaraan lainnya itu mulai terbawa arus ke perairan Lampung.

"Dari koordinasi yang kami terima, KM Bahari Indonesia sedang menunggu tugboat yang dikirim perusahaan bersangkutan. Karena faktor angin dan arus, kapal hanyut ke arah barat, Lampung," kata Petugas Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pangkalbalam, Pangkalpinang, Harlansyah dalam keterangan tertulis, Kamis (23/7/2020).

Baca juga: Kapal Roro Berisi 26 Awak dan 18 Truk Terbakar di Laut Jawa

Harlansyah menuturkan, saat didatangi tim SAR, kapal dalam keadaan tanpa awak karena telah dievakuasi KM Samudera Jaya yang kebetulan melintas di lokasi kejadian pada Rabu (22/7/2020) pagi.

Para awak kapal tersebut dilaporkan selamat dan berada dalam perjalanan menuju pelabuhan Sukabangun Ketapang, Kalimantan Barat.

"Saat ini kapal diawasi KN Alugara yang bertolak dari pangkalan penjagaan laut dan pantai Kemenhub di Tanjung Priok," ujar Harlansyah.

Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Fazzli mengatakan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.

Dugaan sementara, api berasal dari main deck atau tempat angkutan kendaraan.

"Kami siagakan KN SAR Karna sebagai backup karena dari Jakarta telah dikerahkan KN SAR Wisnu yang tiba pada 22 Juli sekitar pukul 09.00 WIB," ujar Fazzli.

KN SAR Wisnu yang hanya menemukan bangkai kapal kemudian mengambil dokumentasi dan kembali ke pangkalan di Jakarta.

Petugas menggunakan sekoci sempat berusaha mendekati kapal, namun ketika itu api masih menyala dengan asap yang membubung hingga ke udara.

Baca juga: Kapal Roro Meledak, Polisi Periksa 11 Saksi

Diberitakan sebelumnya, KM Bahari Indonesia melepaskan sinyal tanda bahaya saat melintas di Laut Jawa dalam pelayaran Tanjung Priok - Pontianak.

Seluruh bagian kapal tampak diselimuti asap hitam. Beruntung insiden itu tidak menyebabkan korban jiwa.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Regional
Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X