Langgar Izin Tinggal, 8 WNA Dideportasi Imigrasi Solo

Kompas.com - 23/07/2020, 12:22 WIB
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Solo, Said Ismail di Solo, Jawa Tengah, Kamis (23/7/2020). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Solo, Said Ismail di Solo, Jawa Tengah, Kamis (23/7/2020).

SOLO, KOMPAS.com - Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Solo, Jawa Tengah, mendeportasi sebanyak delapan warga negara asing ( WNA) selama periode Januari-Juli 2020.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Solo Said Ismail menuturkan, delapan WNA yang dideportasi karena melanggar izin tinggal dan bebas dari menjalani masa hukuman.

"Kita kemarin ada tindakan keimigrasian dalam hal deportasi. Kita mengambil tindakan ada delapan orang dari bulan Januari sampai hari (Juli)," kata Said ditemui di Solo, Jawa Tengah, Kamis (23/7/2020).

Baca juga: Yoga Massal WNA di Bali Saat Pandemi, Berujung Deportasi..

Said mengatakan, delapan WNA yang dideportasi ke negara asal tersebar di wilayah Solo Raya.

Dari jumlah itu, tiga orang telah dideportasi pada Januari-Maret 2020.

Sedangkan lima WNA di antaranya diserahkan kepada Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Semarang.

"Mereka ada dari Thailand, Malaysia, dan Pantai Gading," ungkap Said.

Baca juga: Malaysia Deportasi 73 TKI, Ada yang Ditangkap karena Melanggar Aturan Lockdown

Hingga saat ini, sebanyak 1.005 WNA yang tersebar di seluruh wilayah eks Karesiden Surakarta telah memperpanjang izin tinggal.

Dari jumlah itu, jelas Said, paling banyak berada di wilayah Sukoharjo.

Sebagian besar WNA tersebut izin untuk bekerja.

"Di Sukoharjo mungkin sekitar 300-400 lebih. Karena banyak yang tinggal terkait dengan izin kerja. Mereka sebagian ada mahasiswa," tutur dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Regional
Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Regional
Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Regional
4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

Regional
Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Regional
Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Regional
HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

Regional
Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Regional
Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Regional
Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Regional
Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami 'Lockdown' Kampus

Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami "Lockdown" Kampus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X