2 Calon Independen di Gunungkidul Kekurangan Puluhan Ribu Dukungan

Kompas.com - 20/07/2020, 23:34 WIB
Anton Supriyadi (Baju Putih) menyerahkan Syarat calon dukungan Independen ke Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani (baju batik) di Kantor KPU Gunungkidul Jumat (21/2/2020) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOAnton Supriyadi (Baju Putih) menyerahkan Syarat calon dukungan Independen ke Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani (baju batik) di Kantor KPU Gunungkidul Jumat (21/2/2020)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Dua bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati dari jalur independen kekurangan dukungan dalam verifikasi faktual yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul.

Kedua pasangan calon perseorangan Anton Supriyadi-Suparno dan pasangan Kelik Agung Nugroho-Yayuk Kristiawati masih jauh dari syarat yang ditentukan.

Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, berdasarkan hasil verifikasi banyak dari dokumen tersebut tidak memenuhi syarat (TMS).

Baca juga: Bawaslu Ungkap 4 Bentuk Politisasi Bansos Covid-19 pada Pilkada 2020

Persyaratan dukungan minimal yang dinyatakan lolos yakni sejumlah 45.433 dukungan.

Meski demikian, kedua pasangan diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan dengan memberikan dua kali dari jumlah kekurangan dukungan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Untuk Pak Anton kurang 18.639 dukungan, dan Pak Kelik kurang 24.010 dukungan," kata Hani kepada wartawan, Senin (20/7/2020).

Dijelaskan Hani, keduanya jika akan maju harus memenuhi dua kali dari jumlah kekurangan.

Adapun jumlah dukungan pasangan Anton Supriyadi- Suparno kurang 37.278 dukungan.

Baca juga: Perpanjangan Waktu Distribusi Bansos Dinilai Jadi Peluang Bancakan Pilkada 2020

Sementara pasangan Kelik Agung Nugroho-Yayuk Kristiyawati setelah diverifikasi fak masih kurang 48.020 dukungan.

"Selanjutnya bapaslon diberi kesempatan untuk melakukan perbaikan kekurangan pada 25-27 Juli," kata Hani.

Jika masing-masing bakal pasangan calon telah menyerahkan berkas dukungan perbaikan, selanjutnya dilaksanakan pengecekan syarat minimal, cek administrasi, kemudian verifikasi faktual.

"Verifikasi faktual pada tahap perbaikan ini mekanismenya kolektif. Pendukung dikumpulkan atau dihadirkan di PPS," pungkas Hani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.