Masa Relaksasi di Samarinda Ciptakan 7 Klaster Penularan Covid-19

Kompas.com - 17/07/2020, 22:39 WIB
Saat ditetapkan transmisi lokal, Samarinda memberlakukan markah physical distancing bagi pengendara motor di dua ruas jalan, yakni simpang Kantor Pos Jalan Awang dan Jalan Pahlawan, Rabu (15/7/2020). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONSaat ditetapkan transmisi lokal, Samarinda memberlakukan markah physical distancing bagi pengendara motor di dua ruas jalan, yakni simpang Kantor Pos Jalan Awang dan Jalan Pahlawan, Rabu (15/7/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com – Masa relaksasi yang diberlakukan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, sejak 1 Juni 2020 lalu membawa petaka.

Hingga satu bulan berjalan, lonjakan kasus positif Covid-19 meluas.

Bahkan, tercipta tujuh klaster baru dari sebelumnya nihil klaster.

Tujuh klaster tersebut di antaranya, klaster RSUD IA Moeis atau klaster tenaga medis yang kini sudah 20 orang positif Covid-19.

Baca juga: Satu Pegawai Positif Corona, ASN di Pemkot Samarinda Bekerja dari Rumah
Selain itu, ada klaster BNN Kaltim dengan 6 kasus terkonfirmasi positif, kemudian klaster pasien kode SMD 71 sebanyak 8 kasus positif.

Lalu, klaster Korem 091/Aji Surya Natakesuma sebanyak 9 kasus positif, klaster KT 2 ada 2 kasus positif dan klaster pelaku perjalanan BJM ada 5 kasus positif.

Sementara yang non-klaster 8 kasus positif.

“Diprediksi penambahan kasus terus melonjak dari klaster yang sudah terbentuk ini. Hari ini saja, hasil tracing ada tambahan 18 kasus positif baru dari klaster itu,” ungkap Juru Bicara Penanganan Covid-19 Samarinda, Ismed Kosasih saat dihubungi Kompas.com, Jumat (17/7/2020).

Dengan demikian, total kasus positif Covid-19 di Samarinda saat ini sebanyak 151 kasus, 64 di antaranya sembuh, 82 masih dalam perawatan dan 5 orang meninggal dunia.

Ismed sendiri mengaku masa relaksasi yang diterapkan di Samarinda menciptakan pembentukan klaster pun trasmisi lokal.

“Karena didominasi dari perjalanan luar daerah,” terang dia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Meningkat, Gubernur Banten Ingatkan Pandemi Masih Jadi Ancaman

Kasus Covid-19 Meningkat, Gubernur Banten Ingatkan Pandemi Masih Jadi Ancaman

Regional
Pangdam Siliwangi dan Kapolda Banten Akan Turunkan Baliho Tak Berizin

Pangdam Siliwangi dan Kapolda Banten Akan Turunkan Baliho Tak Berizin

Regional
Pengungsi Gunung Merapi di Sleman Dibekali Pelatihan Keterampilan

Pengungsi Gunung Merapi di Sleman Dibekali Pelatihan Keterampilan

Regional
Gubernur Banten Sebut Sekolah Tatap Muka Dimulai pada Januari 2021

Gubernur Banten Sebut Sekolah Tatap Muka Dimulai pada Januari 2021

Regional
Permudah Akses Pelayanan Publik Lewat Inovasi, Diskominfo Babel Raih 4 Penghargaan

Permudah Akses Pelayanan Publik Lewat Inovasi, Diskominfo Babel Raih 4 Penghargaan

Regional
Cerita Kapolsek Takut Menangis Saat Anak Seorang Tahanan Menikah di Kantor Polisi

Cerita Kapolsek Takut Menangis Saat Anak Seorang Tahanan Menikah di Kantor Polisi

Regional
Debat Pilkada Karawang, Adu Canggih Teknologi hingga Janji Calon Bupati

Debat Pilkada Karawang, Adu Canggih Teknologi hingga Janji Calon Bupati

Regional
Aplikasi Fight Covid-19 Babel Raih Penghargaan dari Kemenpan RB

Aplikasi Fight Covid-19 Babel Raih Penghargaan dari Kemenpan RB

Regional
Limbah Sungai Ciujung Jadi Topik Debat, Ini Kata 2 Paslon Pilkada Serang

Limbah Sungai Ciujung Jadi Topik Debat, Ini Kata 2 Paslon Pilkada Serang

Regional
Ratusan Rumah di Kabupaten Tasikmalaya Terendam Banjir

Ratusan Rumah di Kabupaten Tasikmalaya Terendam Banjir

Regional
Ditegur Tak Pakai Helm, Ibu Ini Marahi Polisi di Tengah Jalan, Ini Ceritanya

Ditegur Tak Pakai Helm, Ibu Ini Marahi Polisi di Tengah Jalan, Ini Ceritanya

Regional
Dalam Hitungan Menit Setelah Berikan Kode OTP, Ratusan Juta Tabungan Nasabah Bank Raib

Dalam Hitungan Menit Setelah Berikan Kode OTP, Ratusan Juta Tabungan Nasabah Bank Raib

Regional
Sumbangkan Warisan Naskah Kuno Diduga Berusia 200 Tahun, Ini Harapan Rasiti

Sumbangkan Warisan Naskah Kuno Diduga Berusia 200 Tahun, Ini Harapan Rasiti

Regional
KPK Tangkap Menteri Edhy, Pukat UGM Sebut Penangkapan Level Tinggi

KPK Tangkap Menteri Edhy, Pukat UGM Sebut Penangkapan Level Tinggi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswi SMP Diperkosa 10 Pria, 2 Pelaku Tokoh Masyarakat | Mobil Avanza Dibarter Bunga Keladi

[POPULER NUSANTARA] Siswi SMP Diperkosa 10 Pria, 2 Pelaku Tokoh Masyarakat | Mobil Avanza Dibarter Bunga Keladi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X