Demonstran Penolak RUU HIP Boleh Bertemu Anggota Dewan, asal Ikut Rapid Test

Kompas.com - 16/07/2020, 20:47 WIB
Petugas memakai baju hazmat mengambil sampel darah peserta aksi menolak RUU HIP yang berlangsung di DPRD Kota Kediri, Kamis (16/8/2020). 
Surya.co.id/didik mashudiPetugas memakai baju hazmat mengambil sampel darah peserta aksi menolak RUU HIP yang berlangsung di DPRD Kota Kediri, Kamis (16/8/2020).

KOMPAS.com - Perwakilan demonstran Pergerakan Umat Islam (PUI) Kediri Raya yang menolak RUU HIP menjalani rapid test sebelum mengikuti audiensi dengan pimpinan DPRD Kota Kediri, Kamis (16/7/2020).

Aksi demo PUI Kediri Raya diikuti ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat.

Rapid test dilakukan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid 19 Kota Kediri.

Baca juga: Avanza Bergoyang Sendiri di Depan Rumah Dinas Wabup Tuban, Saat Diintip Ternyata...

Dikhawatirkan aksi yang diikuti ratusan peserta rawan menjadi klaster baru penularan Covid 19.

Protokol kesehatan juga diterapkan saat perwakilan massa masuk ke halaman kantor dewan,

Tim rapid test menggunakan alat pelindung diri dengan memakai baju hazmat dan face shield.

Baca juga: Ditanya Sedang Apa di Dalam Avanza Bergoyang, Pasangan Ini Banyak Alasan

Selanjutnya tim medis mengambil sampel darah.

Dokter Fauzan Adima, Juru Bicara GTPP Covid 19 Kota Kediri saat dikonfirmasi menjelaskan, rapid test dilakukan karena demo berlangsung saat pandemi Covid-19.

"Kami tidak ingin ada episentrum atau penularan klaster baru pada kegiatan demo," ujar dia.

Sebelumnya petugas telah melakukan rapid test terhadap anggota dewan yang akan menemui perwakilan massa dengan hasil non-reaktif.

Kesepakatannya, jika hasilnya non-reaktif maka perwakilan atau pun anggota dewan diperbolehkan mengikuti audiensi.

Namun, jika reaktif akan diganti dengan perwakilan yang lainnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Regional
Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Regional
Puncak Bogor Hujan Deras, Wisatawan Diminta Waspada Bencana

Puncak Bogor Hujan Deras, Wisatawan Diminta Waspada Bencana

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 31 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 31 Oktober 2020

Regional
Penyebab Anggota TNI Dikeroyok Anggota Klub Motor Gede, Kapolres: Sama-sama Tidak Bisa Kendalikan Emosi

Penyebab Anggota TNI Dikeroyok Anggota Klub Motor Gede, Kapolres: Sama-sama Tidak Bisa Kendalikan Emosi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 31 Oktober 2020

Regional
Heboh Harga Nasi Goreng Dinilai Terlalu Mahal, Ini Kata Kadispar Bintan

Heboh Harga Nasi Goreng Dinilai Terlalu Mahal, Ini Kata Kadispar Bintan

Regional
Pria Ini Nekat Bunuh Tetangganya, Polisi: Pelaku Curiga Istrinya Selingkuh dengan Korban

Pria Ini Nekat Bunuh Tetangganya, Polisi: Pelaku Curiga Istrinya Selingkuh dengan Korban

Regional
'Waktu Pertama Ketemu Tidak Pernah Merasa Mirip seperti Jokowi'

"Waktu Pertama Ketemu Tidak Pernah Merasa Mirip seperti Jokowi"

Regional
UMP DIY Naik Sebanyak 3,54 Persen, Berlaku 1 Januari 2021

UMP DIY Naik Sebanyak 3,54 Persen, Berlaku 1 Januari 2021

Regional
Sempat Minta Selimut, Tamu Hotel di Mataram Ditemukan Tewas Telentang di Depan Pintu Kamar

Sempat Minta Selimut, Tamu Hotel di Mataram Ditemukan Tewas Telentang di Depan Pintu Kamar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X