Putra Mantan Rais Aam PBNU Maju di Pilkada Jember

Kompas.com - 15/07/2020, 06:00 WIB
KH Balya Firjaun Barlaman, putra sulung mantan Rais Aam PBNU KH Achmad Siddiq memutuskan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jember BAGUS SUPRIADI/KOMPAS.COMKH Balya Firjaun Barlaman, putra sulung mantan Rais Aam PBNU KH Achmad Siddiq memutuskan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jember

JEMBER, KOMPAS.com – KH Balya Firjaun Barlaman, putra bungsu mantan Rais Aam PBNU KH Achmad Siddiq memutuskan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jember.

Pria yang akrab disapa Gus Firjaun itu digandeng Hendy Siswanto sebagai bakal calon (bacalon) wakil bupati Jember.

“Pertama memang tidak ada niatan, apalagi ambisi,” kata Gus Firjaun kepada Kompas.com saat kegiatan pembekalan bagi tim sukses di kantor pemenangan Hendy Siswanto, Selasa (14/7/2020).

Baca juga: 128 ASN dan Pegawai Honorer Pemprov Maluku Positif Covid-19

Gus Firjaun mengatakan, awalnya dia tidak ingin ikut dalam pesta demokrasi tersebut.

Namun, setelah melihat perkembangan politik yang bergerak dinamis, Gus Firjaun memutuskan untuk maju.

“Semakin saya tidak mau, semakin banyak dorongan, itu saya rasakan bukan dibuat–buat,” tutur dia.

Baca juga: IDI Laporkan 5 Akun Facebook karena Dinilai Lecehkan Profesi Dokter

Apalagi, bacalon bupati Hendy Siswanto juga memintanya sebanyak lima kali agar bersedia mendampingi.

Gus Firjaun menilai permintaan itu sebagai bentuk kesungguhan.

Keputusan yang diambil juga karena dorongan dari sejumlah kiai di Jember dan PWNU Jatim.

Gus Firjaun juga sudah berkonsultasi dengan berbagai pihak untuk memutuskan maju.

Dia sudah mempertimbangkan secara matang pilihan tersebut. Apalagi, sudah mendapat dukungan dari keluarga Bani Shiddiq.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Regional
3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

Regional
4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

Regional
'Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan'

"Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

Regional
Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Regional
Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Regional
Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Regional
Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Regional
Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Regional
Cerita Yaidah Kesulitan Urus Akta Kematian Putranya di Pemkot Surabaya hingga Harus ke Jakarta

Cerita Yaidah Kesulitan Urus Akta Kematian Putranya di Pemkot Surabaya hingga Harus ke Jakarta

Regional
Jadi Arena Balapan Truk, Lokasi Wisata Pantai Cemara Tuban Ditutup

Jadi Arena Balapan Truk, Lokasi Wisata Pantai Cemara Tuban Ditutup

Regional
'Kalau Mau Kriminalisasi Langsung Saja, Enggak Usah Berbelit-belit Pakai Prosedur Ngawur'

"Kalau Mau Kriminalisasi Langsung Saja, Enggak Usah Berbelit-belit Pakai Prosedur Ngawur"

Regional
Siswa yang Nikah Dini di Lombok Tengah Didenda Membayar Sejumlah Uang ke Sekolah, Ini Alasannya

Siswa yang Nikah Dini di Lombok Tengah Didenda Membayar Sejumlah Uang ke Sekolah, Ini Alasannya

Regional
Detik-detik Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Pria Selingkuhannya di Kamar Hotel

Detik-detik Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Pria Selingkuhannya di Kamar Hotel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X