Pernikahan Gadis 12 Tahun Korban Pencabulan Ayah Tiri dengan Pria 44 Tahun Akan Dibatalkan

Kompas.com - 14/07/2020, 18:05 WIB
Pernikahan terpaut 32 tahun di Pinrang, Sulawesi Selatan, ternyata mempelai perempuan merupakan korban pencabulan ayah tirinya. istimewaPernikahan terpaut 32 tahun di Pinrang, Sulawesi Selatan, ternyata mempelai perempuan merupakan korban pencabulan ayah tirinya.

PINRANG, KOMPAS.com –  Tim Reskrim Polres Pinrang, Sulawesi Selatan terus melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan perkosaan ayah tiri di Desa Watang Pulu, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Polisi pun akan mengungkap tersangka baru.

“Kami masih melakukan penyelidikan mendalam tentang kasus dugaan perkosaan anak tiri yang kemudian menikahkannya dengan seorang penyandang disabilitas yang usianya terpaut jauh. Kami bakal menetapkan tersangka baru dalam kasus itu," ungkap Kasat Reskrim Polres Pinrang, Sulawesi Selatan AKP Dharma Prawira Negara, Selasa (14/7/2020).

Baca juga: Gadis yang Dinikahi Penyandang Disabilitas di Pinrang Ternyata Korban Pencabulan Ayah Tiri

Polisi kembali menghadirkan ibu dan suami korban untuk dimintai keterangan.

Kepada polisi, Baharuddin sang suami mengaku tidak tahu menahu tentang kasus istrinya dengan sang ayah tiri. Namun ia berencana akan menceraikan istrinya itu.

“Dengan adanya kabar bahwa istri yang baru saya nikahi itu telah dilecehkan ayah tirinya, saya berencana akan menceraikan istri saya itu," aku Baharuddin di depan Penyidik PPA Polres Pinrang, Sulawesi Selatan. 

Menurut Baharuddin, pernikahan dengan istrinya, berinisial SF, berdasar suka sama suka.

Dia mengaku, 6 bulan sebelum pernikahan dirinya dan calon istrinya saat itu telah bersepakat menikah melalui video call, walaupun dirinya penyandang tuna netra.

“Sebelum menikah, saya bersepakat bersama istri saya melalui video call, untuk menentukan pernikahan yang diselenggarakan di rumah istri saya secara meriah, dengan mengundang sejumlah keluarga dan kerabat, ungkap Baharuddin.

Baca juga: Cabuli Anak Tiri Selama 2 Tahun, Ayah di Pinrang Nikahkan Korban dengan Penyandang Disabilitas, Ini Motifnya

Sementara itu, pihak kepolisian bersama Tim P2TP2A Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, merencanakan pembatalan pernikahan antara SF (12) dan Baharuddin (44) karena dianggap melanggar hukum.

“Rencananya kita akan membatalkan pernikahan itu, karena tidak sesuai dengan hukum yang berlaku. Kita juga akan melakukan tes kehamilan terhadap korban. Kita juga telah melakukan pendampingan untuk psikis korban,“ kata Ketua Tim P2TP2A Kabupaten Pinrang, Baktiar Tompo. 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ratusan Orang Demo Rumah Mahfud MD di Pamekasan: Mahfud Keluar, Jangan Ngumpet

Ratusan Orang Demo Rumah Mahfud MD di Pamekasan: Mahfud Keluar, Jangan Ngumpet

Regional
Detik-detik 400 Warga Bakar Rumah Calon Bupati Boven Digoel, Papua

Detik-detik 400 Warga Bakar Rumah Calon Bupati Boven Digoel, Papua

Regional
Diduga Rem Blong, Truk Tabrak Rumah, Sepeda Motor, dan Gerobak Mi, Sopir Sempat Terjepit

Diduga Rem Blong, Truk Tabrak Rumah, Sepeda Motor, dan Gerobak Mi, Sopir Sempat Terjepit

Regional
Lahar Panas Gunung Merapi Menerjang, Penambang Pasir di Lumajang Lari Selamatkan Diri

Lahar Panas Gunung Merapi Menerjang, Penambang Pasir di Lumajang Lari Selamatkan Diri

Regional
Banyak Bantu Warga Kena Corona, Kepala Dinas Sosial Yogyakarta Meninggal Terpapar Covid-19

Banyak Bantu Warga Kena Corona, Kepala Dinas Sosial Yogyakarta Meninggal Terpapar Covid-19

Regional
Persiapan Vaksinasi Covid-19, Dokter dan Perawat di Banyumas Ikuti Pelatihan

Persiapan Vaksinasi Covid-19, Dokter dan Perawat di Banyumas Ikuti Pelatihan

Regional
Ngebut, Pajero Tabrak 1 Mobil dan 2 Motor di Jembatan Ampera, 2 Terluka

Ngebut, Pajero Tabrak 1 Mobil dan 2 Motor di Jembatan Ampera, 2 Terluka

Regional
Punya Modal Berdikari, Aep Syaepuloh Ngaku Belajar Mandiri saat Nyantri

Punya Modal Berdikari, Aep Syaepuloh Ngaku Belajar Mandiri saat Nyantri

Regional
Haul Syekh Abdul Qodir Undang Kerumunan, Ini Penjelasan Gubernur Banten

Haul Syekh Abdul Qodir Undang Kerumunan, Ini Penjelasan Gubernur Banten

Regional
3 Guru SMP di Kudus Meninggal Dunia Beruntun, 2 Positif Covid-19

3 Guru SMP di Kudus Meninggal Dunia Beruntun, 2 Positif Covid-19

Regional
Begini Cara Paslon Zairullah-Muhammad Rusli Tekan Angka HIV AIDS di Tanah Bumbu

Begini Cara Paslon Zairullah-Muhammad Rusli Tekan Angka HIV AIDS di Tanah Bumbu

Regional
Kota Bandung Zona Merah Covid-19

Kota Bandung Zona Merah Covid-19

Regional
Gubernur Riau dan Istrinya Positif Covid-19, Dirawat dalam Satu Ruangan

Gubernur Riau dan Istrinya Positif Covid-19, Dirawat dalam Satu Ruangan

Regional
Wali Kota Malang Sutiaji Positif Covid-19

Wali Kota Malang Sutiaji Positif Covid-19

Regional
Bentangkan Bintang Kejora, 6 Orang Jadi Tersangka Makar, Polisi Temukan Selebaran Republik West Papua Nugini

Bentangkan Bintang Kejora, 6 Orang Jadi Tersangka Makar, Polisi Temukan Selebaran Republik West Papua Nugini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X