Selamatkan Pendaki Hilang Misterius di Gunung Guntur, Entis Berdoa dan Panggil Nama Korban

Kompas.com - 05/07/2020, 16:29 WIB
Entis Sutisna, warga yang menemukan pendaki Gunung Guntur yang sempat dinyatakan hilang, Minggu (5/7/2020) KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANGEntis Sutisna, warga yang menemukan pendaki Gunung Guntur yang sempat dinyatakan hilang, Minggu (5/7/2020)

KOMPAS.com - Pasca-penyelamatan seorang pendaki yang hilang di Gunung Garut, Jawa barat, sejumlah cerita terungkap.

Salah satunya dari Entis Sutisna (61), warga sekitar Gunung Garut yang pertama kali menemukan korban, Afrizal (16) warga Kecamatan Cilawu, Garut.

Saat itu, menurut Entis, korban hanya ingat terakhir kali tidur bersama rekan-rekannya di tenda.

"Kata korban, dia tidak tahu kenapa bisa sampai ada disitu, dia hanya ingat sedang tidur dalam tenda sama temannya," katanya.

Ambil jalur berbeda

Entis mengaku, saat itu dirinya mengambil jalur berbeda dengan tim penyelamat lainnya.

Waktu itu Entis mengaku naik ke Gunung Guntur sejak pukul 06.00 pagi. Setelah lelah, Entis pun beristirahat dan berdoa agar segera bertemu korban.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya tawasul, berserah diri karena semuanya. bagaimana Allah, setelah itu saya teriak-teriak panggil nama korban dan Alhamdulillah ada jawaban," katanya.

 

Baca juga: Pendaki Hilang Misterius di Gunung Guntur, Malam Tidur di Tenda, Pagi Ditemukan Telanjang dan Lemas Dekat Mata Air

Entis lalu segera mencari sumber suara tersebut dan akhirnya menemukan korban di dekat batu besar dalam keadaan telanjang hanya menggunakan celana dalam.

Entis segera memberi pakaian dan sembari menanyakan nama korban. Entis pun lega setelah korban adalah pendaki yang dia cari.

Entis pun merasa lega dan langsung memeluknya. Korban lalu diberi pakaian dan segera dievakuasi.

"10 tahun lalu pernah kejadian seperti ini, ketemu setelah 4 hari, sama kondisinya saat ditemukan juga telanjang," kata pria yang sehari-hari berjaga di parkiran kendaraan di pos pendakian awal Gunung Guntur di Kampung Citiis.

 

Hilang misterius

Gunung GunturArsip Goat Run Trail Running Series Gunung Guntur

Seperti diberitakan sebelumnya, Afrizal mendaki bersama 4 orang temannya sejak Jumat (3/7/2020) siang.

Lalu, rekan-rekan korban panik ketika tahu Afrizal tak ada di tenda.

Rekan-rekan segera mencari keberadaan Afrizal, namun tak kunjung temukan jejaknya.

Akhirnya, pihak keluarga segera melapor ke polisi. Afrizal dinyatakan hilang pada Sabtu (4/5/2020).

Setelah dilakukan upaya pencarian, Minggu (5/7/2020) pagi, korban berhasil ditemukan dalam kondisi lemas dan hanya menggunakan celana dalam.

Baca juga: Soal Madu Campur Teh Panas Sembuhkan 300 Pasien di Kalbar, Ini Penjelasan Dinkes

Menurut Kapolsek Tarogong Kaler Iptu Masrokan, tim gabungan yang terlibat dalam operasi penyelamatan itu dari Basarnas, TNI-Polri, BPBD dan masyarakat sekitar.

Komandan Koramil Tarogong, Kapten Ing Dedi Saefulloh mengungkapkan, korban ditemukan dalam keadaan selamat di sekitar sumber mata air Citiis.

"Lokasi ditemukannya cukup jauh dari pos tiga tempat korban buka tenda bersama temannya," jelas Dedi, Minggu (5/7/2020).

(Penulis: Kontributor Garut, Ari Maulana Karang | Editor: Aprillia Ika)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X