Detik-detik Driver Ojol di Pekanbaru Ditendang hingga Terjungkal, Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Kompas.com - 05/07/2020, 12:17 WIB
Tangkapan layar saat terduga pelaku menghantam pengemudi ojol yang viral di media sosial di Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (4/7/2020). dok. istimewaTangkapan layar saat terduga pelaku menghantam pengemudi ojol yang viral di media sosial di Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (4/7/2020).

KOMPAS.com - Sebuah video yang memperlihatkan seorang driver ojek online (ojol) ditendang seorang pria hingga terjungkal viral di media sosial Facebook, Sabtu (4/7/20200).

Diketahui, terduga pelaku penganiaya berinisial AK (23) warga Jalan Legasari, Kecamatan Tangkerang Selatan, Kecamatan Bukitraya, sementara sang dirver ojol bernama Mulyadi (42).

Peristiwa itu terjadi di Jalan Cempaka, Kecamatan Sukajdi, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (3/7/2020) sekitar pukul 11.00 WIB.

Baca juga: Viral, Video Pria di Lombok Nikahi Kekasihnya dengan Maskawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Video tersebut diunggah akun Facebook lambe_ojol. Dalam video berdurasi 20 detik tersebut, awalnya terlihat sang driver berhenti sambil duduk di atas sepeda motornya.

Sementara seorang pria dengan tubuh tegap bercelana pendek dan baju kaos abu-abu tampak memarahinya.

Setelah itu, terlihat pria tersebut tampak mau pergi. Namun, setelah berjalan beberapa langkah, pria tersebut berbalik dan langsung menendang bagian perut driver ojol itu hingga membuatnya terjungkal bersama sepeda motonya.

Baca juga: Viral, Video Penganiayaan Ojol di Pekanbaru, Ini Respons Polisi

Meski terjatuh, driver ojol itu kembali berdiri dan langsung menegakkan sepeda motornya.

Sedangkan pria bertubuh tegap itu memaki dan kemudian meninggalkan driver ojol yang terlihat hanya terdiam.

Kasubag Humas Polresta Pekanbaru Iptu Budhia Dianda mengatakan, dugaan penganiayaan itu diduga dipicu perselisihan di jalan.

"Hasil pemeriksaan sementara, pemicunya karena terjadi perselisihan di jalan. Saat itu terduga pelaku langsung marah dan menendang korban," kata Budhia kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Minggu (5/7/2020) pagi.

Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan kepada terduga pelaku.

"Kalau ada motif lain belum tahu, karena masih didalami," ujarnya.

Baca juga: Video Viral 3 Wanita Bermain TikTok di Jembatan Suramadu, Ini Kata Polisi

 Terduga pelaku diamankan

Terduga pelaku penganiayaan pengemudi ojol, AK (23), saat diamankan di Polresta Pekanbaru, Riau, Sabtu (4/7/2020).Dok. Polresta Pekanbaru Terduga pelaku penganiayaan pengemudi ojol, AK (23), saat diamankan di Polresta Pekanbaru, Riau, Sabtu (4/7/2020).

Pasca-kejadian itu, Sabtu sore ratusan ojol yang ada di Pekanbaru menggeruduk rumah terduga pelaku. Mereka meminta pertanggungjawaban pelaku atas perbuatannya.

Setelah itu, polisi mengamankan terduga pelaku.

"Terduga pelaku sudah kami amankan untuk dilakukan pemeriksaan," kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Minggu.

Kata Nandang, pihaknya akan menindak tegas pelaku jika terbukti melakukan penganiayaan.

"Proses penyelidikan akan dijalankan sesuai prosedur dan secara profesional," tegasnya.

 

(Penulis : Kontributor Pekanbaru, Idon Tanjung | Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Ada Gugatan Hasil Pilkada, Eistianah Ditetapkan sebagai Bupati Demak Terpilih

Tak Ada Gugatan Hasil Pilkada, Eistianah Ditetapkan sebagai Bupati Demak Terpilih

Regional
KPU Tetapkan Wabup Petahana sebagai Bupati Blora Terpilih

KPU Tetapkan Wabup Petahana sebagai Bupati Blora Terpilih

Regional
Rumah Warga Roboh dan Ubin RSUD Talaud Pecah akibat Gempa di Sulawesi Utara

Rumah Warga Roboh dan Ubin RSUD Talaud Pecah akibat Gempa di Sulawesi Utara

Regional
Pemprov Maluku Terapkan Aturan Baru, Tamu di Kantor Gubernur Wajib Tes Cepat Antigen

Pemprov Maluku Terapkan Aturan Baru, Tamu di Kantor Gubernur Wajib Tes Cepat Antigen

Regional
Ruang Isolasi Pasien Covid-19 Nyaris Penuh, Begini Langkah Pemkot Kupang

Ruang Isolasi Pasien Covid-19 Nyaris Penuh, Begini Langkah Pemkot Kupang

Regional
Antisipasi Dampak PPKM, Ganjar Ajukan Tambahan Anggaran Rp 1 Triliun

Antisipasi Dampak PPKM, Ganjar Ajukan Tambahan Anggaran Rp 1 Triliun

Regional
Lebih Sepekan PTKM, Kasus Covid-19 di DIY Melonjak, Hari Ini Bertambah 456

Lebih Sepekan PTKM, Kasus Covid-19 di DIY Melonjak, Hari Ini Bertambah 456

Regional
Hendi-Ita Resmi Ditetapkan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang Terpilih

Hendi-Ita Resmi Ditetapkan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang Terpilih

Regional
PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Wali Kota Solo: Kita Ikut Saja

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Wali Kota Solo: Kita Ikut Saja

Regional
Pengusaha yang Diduga Gelapkan Pajak Rp 2,5 Miliar di Jambi Segera Diadili

Pengusaha yang Diduga Gelapkan Pajak Rp 2,5 Miliar di Jambi Segera Diadili

Regional
9 Hari PPKM di Jatim, 1,2 Juta Warga Terjaring Operasi Yustisi, Denda Terkumpul Rp 299 Juta

9 Hari PPKM di Jatim, 1,2 Juta Warga Terjaring Operasi Yustisi, Denda Terkumpul Rp 299 Juta

Regional
RSUD Gunungsitoli Berganti Nama Jadi RSUD dr M Thomsen Nias

RSUD Gunungsitoli Berganti Nama Jadi RSUD dr M Thomsen Nias

Regional
Soal Wacana Polantas Tak Lagi Menilang dan Digantikan ETLE, Warga: Uang Tilang Aman

Soal Wacana Polantas Tak Lagi Menilang dan Digantikan ETLE, Warga: Uang Tilang Aman

Regional
Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Sulut, Warga Talaud Panik hingga Lari Keluar Rumah

Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Sulut, Warga Talaud Panik hingga Lari Keluar Rumah

Regional
Ganjar Setuju PPKM di Jawa Tengah Diperpanjang

Ganjar Setuju PPKM di Jawa Tengah Diperpanjang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X