Tak Pakai Masker, Warga Salatiga Bakal Dihukum Sapu Jalanan Selama 2 jam

Kompas.com - 17/06/2020, 18:28 WIB
Rapat Forkompinda Salatiga membahas Covid-19. KOMPAS.com/ISTRapat Forkompinda Salatiga membahas Covid-19.

SALATIGA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Salatiga akan menjatuhkan sanksi tegas kepada warga yang terbukti tidak memakai masker saat keluar rumah.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengatakan, aturan tersebut akan diwujudkan dalam bentuk Peraturan Wali Kota (Perwali) Salatiga.

"Kita lihat banyak masyarakat tidak memakai masker, kalau nanti Perwali keluar dan ada pelanggaran, maka pelanggar akan dikenakan hukuman menyapu jalan selama dua jam," ujarnya di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Rabu (17/6/2020).

Baca juga: Transmisi Lokal Meningkat, 13 Warga Salatiga Positif Corona

Yuliyanto mengatakan, pemberian sanksi tersebut merupakan hasil evaluasi banyak ditemukan masyarakat di lapangan mengabaikan protokol kesehatan.

"Ini tadi setelah rapat dengan Forkompinda untuk penanganan Covid-19, Perwali langsung dibuat. Ini karena Surat Edaran yang kami keluarkan tidak begitu berpengaruh," tegasnya.

Menurut dia, warga yang menerapkan protokol kesehatan setidaknya dapat meminimalisir penularan Covid-19.

"Agar dipahami juga karena penyebaran virus ini sekarang sudah melalui transmisi lokal, yang artinya penularan bukan dari orang yang berasal dari luar kota atau luar negeri, tapi bisa juga dari orang di sekitar kita," kata Yuliyanto.

Baca juga: Alasan Takut, Hanya 5 Pengemudi Ojol Ikut Rapid Test Massal Dishub Salatiga

Sementara itu, Wakapolres Salatiga Kompol I Ketut Tutut menyampaikan perlu dibuat Perwali sebagai dasar hukum karena masyarakat banyak menganggap new normal adalah kehidupan normal seperti sebelum ada Covid-19.

"Polri telah melakukan penertiban di tempat keramaian, pusat perbelanjaan, dan pertokoan untuk memastikan protokol kesehatan dilaksanakan masyarakat," ungkapnya.

Dari data Rabu (17/6/2020), jumlah pasien positif Covid-19 kembali bertambah dua orang.

Secara kumulatif pasien positif berjumlah 66 orang di antaranya 39 pasien masih dirawat dan 27 orang dinyatakan sembuh.

Kemudian terdapat 3 Pasien Dalam Pengawasan (PDP), 75 Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 75 orang, dan 133 Orang Tanpa Gejala (OTG). 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kristen Gray Dideportasi karena Berbisnis, Imigrasi: Jual E-Book 30 Dolar, Konsultasi 50 Dolar Per 45 Menit

Kristen Gray Dideportasi karena Berbisnis, Imigrasi: Jual E-Book 30 Dolar, Konsultasi 50 Dolar Per 45 Menit

Regional
Hindari Covid-19, Relawan Banjir Bandang di Gunung Mas Puncak Bogor Dibatasi

Hindari Covid-19, Relawan Banjir Bandang di Gunung Mas Puncak Bogor Dibatasi

Regional
Penyanyi Kafe Ini Berhubungan Seks dengan Pelanggan, Ternyata Ada Layanan Prostitusi

Penyanyi Kafe Ini Berhubungan Seks dengan Pelanggan, Ternyata Ada Layanan Prostitusi

Regional
Pasangan Kekasih Disiram Air Keras Saat Antar Barang Orderan, 4 Pelaku Sudah Buntuti Korban

Pasangan Kekasih Disiram Air Keras Saat Antar Barang Orderan, 4 Pelaku Sudah Buntuti Korban

Regional
Undip Akui Ada Serangan yang Diduga Membuat Data Mahasiswa Bocor

Undip Akui Ada Serangan yang Diduga Membuat Data Mahasiswa Bocor

Regional
Cerita Satgas Karawang Terima Laporan Warga Tak Dapat Bansos, Setelah Dicek Rumahnya Mewah

Cerita Satgas Karawang Terima Laporan Warga Tak Dapat Bansos, Setelah Dicek Rumahnya Mewah

Regional
PLN Minta Maaf 3 Kabupaten di Aceh Mati Listrik Mendadak, akibat Suplai Gas Terganggu

PLN Minta Maaf 3 Kabupaten di Aceh Mati Listrik Mendadak, akibat Suplai Gas Terganggu

Regional
Ditabrak Pemuda Mabuk Miras, Pegawai Kejaksaan Tinggi NTT Tewas

Ditabrak Pemuda Mabuk Miras, Pegawai Kejaksaan Tinggi NTT Tewas

Regional
Dedi Mulyadi Upayakan Kasus Anak Gugat Bapak Rp 3 Miliar Selesai di Luar Sidang

Dedi Mulyadi Upayakan Kasus Anak Gugat Bapak Rp 3 Miliar Selesai di Luar Sidang

Regional
PMI Pekanbaru Layani Donor Konvalesen dari Penyintas Covid-19

PMI Pekanbaru Layani Donor Konvalesen dari Penyintas Covid-19

Regional
Unhas dan UNM Bebaskan Biaya Kuliah bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Sulbar

Unhas dan UNM Bebaskan Biaya Kuliah bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Sulbar

Regional
Januari Belum Rampung, 40 Bencana Alam Terjadi di Jabar, Hampir 100.000 Jiwa Terdampak

Januari Belum Rampung, 40 Bencana Alam Terjadi di Jabar, Hampir 100.000 Jiwa Terdampak

Regional
Viral, Video TikTok Goyang Perempuan Berdaster di Tugu Pangkalpinang

Viral, Video TikTok Goyang Perempuan Berdaster di Tugu Pangkalpinang

Regional
Jenazah Rizki dan Rosi Korban Sriwijaya SJ 182 Tiba di Pangkalpinang dan Diterima Gubernur

Jenazah Rizki dan Rosi Korban Sriwijaya SJ 182 Tiba di Pangkalpinang dan Diterima Gubernur

Regional
Derita Kakek Koswara Digugat Rp 3 Miliar oleh Anak Kandung: Dia Pelototi Saya Seperti Bukan Orangtuanya

Derita Kakek Koswara Digugat Rp 3 Miliar oleh Anak Kandung: Dia Pelototi Saya Seperti Bukan Orangtuanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X