Siswa di Kampung Susah Cari Sinyal untuk Belajar Online, Ini Siasat Disdikpora Karawang

Kompas.com - 16/06/2020, 07:35 WIB
Siswa SDN Pisangsambo 1, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang tengah beraktivitas di sekolah sebelum Covid-19 mewabah. KOMPAS.COM/FARIDASiswa SDN Pisangsambo 1, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang tengah beraktivitas di sekolah sebelum Covid-19 mewabah.

KARAWANG, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang menyiapkan solusi belajar kelompok bagi siswa yang terkendala sistem dalam jaringan (daring) atau online.

Kepala Disdikpora Kabupaten Karawang Asep Junaedi mengungkapkan, pihaknya menyiapkan materi dan sistem belajar dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring) untuk tahun ajaran 2020/2021.

Asep menyebut bagi siswa yang terkendala dengan metode daring, terutama bagi peserta didik kelas 1,2 dan 3 sekolah dasar (SD) di daerah perkampungan akan diwajibkan dengan sistem belajar kelompok. 

"Kalau diperkampungan banyak murid yang tidak memiliki handphone.  Khusus kelas 1,2 dan 3 sekolah dasar, maka guru wajib membuat kelompok belajar," kata Asep melalui rilis ke Kompas.com, Senin (15/06/2020).

Baca juga: Gadis 15 Tahun Diperkosa Saat Cari Sinyal di Kebun Sawit, Alami Trauma dan Pelaku Sempat Kabur

Misalnya, kata Asep, dalam satu kelompok belajar maksimal 10 siswa. Misalnya, jika dalam satu kelas terdapat 30 siswa maka dibagi menjadi enam kelompok belajar.

"Guru kemudian mendatangi kelompok tersebut," kata dia.

Sementara untuk pelajar SMP, menurutnya rata-rata telah memahami metode belajar daring. Maka para guru bisa memberikan pelajaran melalui grup.

Sementara itu, metode belajar daring disiapkan jika belajar tatap muka tidak bisa dilakukan hingga Januari 2021. Saat ini, materi, modul, dan metodenya tengah dibahas dengan guru mata pelajaran tingkat SMP dan SD.

"Kita siapkan materi selama satu semester sampai Desember baik SD sampai SMP," kata dia.

Baca juga: Perjuangan Siswa SD Naik Turun Bukit Cari Sinyal untuk Belajar Online

Meski begitu, imbuhnya, para siswa bakal diberi kesempatan untuk menyampaikan kesulitan atau kendala selama belajar daring kepada masing-guru secara langsung.

Namun tetap memperhatikan protokol kesehatan dan harus dalam pengawasan orang tua.

"Misalnya diberi waktu 20 menit, dengan pengawasan orang tua," ujarnya.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Kekerasan Seksual Bisa Menimpa Siapa Saja, Tanpa Memandang Apa yang Dikenakan Korban'

"Kekerasan Seksual Bisa Menimpa Siapa Saja, Tanpa Memandang Apa yang Dikenakan Korban"

Regional
Jumlah Kasus Harian Covid-19 Jateng Tertinggi di Indonesia, Begini Respons Ganjar...

Jumlah Kasus Harian Covid-19 Jateng Tertinggi di Indonesia, Begini Respons Ganjar...

Regional
Tak Dukung Calon yang Diusung Partai, Demokrat Pecat Seorang Anggota DPRD Manado

Tak Dukung Calon yang Diusung Partai, Demokrat Pecat Seorang Anggota DPRD Manado

Regional
Berusaha Kabur, Seorang Pencuri Spesialis Kamar Kos Ditembak Polisi

Berusaha Kabur, Seorang Pencuri Spesialis Kamar Kos Ditembak Polisi

Regional
Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Lembata Terus Meningkat, Warga Diimbau Pakai Masker

Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Lembata Terus Meningkat, Warga Diimbau Pakai Masker

Regional
Pengelola Wisata di Aceh Tengah Tewas Dikeroyok Sekelompok Pemuda, Ini Penyebabnya

Pengelola Wisata di Aceh Tengah Tewas Dikeroyok Sekelompok Pemuda, Ini Penyebabnya

Regional
Video 'Hancurkan Risma' Viral, Balai Kota Surabaya Dipenuhi Karangan Bunga

Video "Hancurkan Risma" Viral, Balai Kota Surabaya Dipenuhi Karangan Bunga

Regional
Bagikan Informasi Secara Efektif, Babel Sandang Predikat 'Most Engaging' Pemprov

Bagikan Informasi Secara Efektif, Babel Sandang Predikat "Most Engaging" Pemprov

Regional
Ingatkan Bahaya Covid-19 kepada Pimpinan Ponpes, Bupati Sumedang: Vaksinnya Belum Ada

Ingatkan Bahaya Covid-19 kepada Pimpinan Ponpes, Bupati Sumedang: Vaksinnya Belum Ada

Regional
Gunung Ile Lewotolok Meletus, Polisi Evakuasi Warga dan Gendong Lansia

Gunung Ile Lewotolok Meletus, Polisi Evakuasi Warga dan Gendong Lansia

Regional
Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Pemkot Pekanbaru: Masyarakat Abaikan Protokol Kesehatan

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Pemkot Pekanbaru: Masyarakat Abaikan Protokol Kesehatan

Regional
Kisah Pilu Nyilat, Seberangi Sungai Sembari Bawa Sepeda Motor, Tenggelam dan Meninggal

Kisah Pilu Nyilat, Seberangi Sungai Sembari Bawa Sepeda Motor, Tenggelam dan Meninggal

Regional
Keluarga Anggota Klub Moge yang Keroyok Anggota TNI Minta Maaf, Mengaku Diteror di Medsos

Keluarga Anggota Klub Moge yang Keroyok Anggota TNI Minta Maaf, Mengaku Diteror di Medsos

Regional
Seorang Istri Bacok Suaminya Saat Tidur, Penyebabnya Diduga karena Cemburu

Seorang Istri Bacok Suaminya Saat Tidur, Penyebabnya Diduga karena Cemburu

Regional
Tak Pernah Cekcok, Istri Tiba-tiba Bacok Suami, Diduga karena Curiga Dimadu

Tak Pernah Cekcok, Istri Tiba-tiba Bacok Suami, Diduga karena Curiga Dimadu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X