Cemburu dengan Sang Pacar, Ibu Ini Siksa Bayinya yang Masih Berusia 8 Hari

Kompas.com - 10/06/2020, 20:49 WIB
Ilustrasi bayi ShutterstockIlustrasi bayi

SAMARINDA, KOMPAS.com - Warga Samarinda, Kalimantan Timur, dihebohkan dengan beredarnya dua video seorang perempuan yang menyiksa bayi.

Video berdurasi 24 detik dan 11 detik itu kemudian ditelusuri petugas dari Polsek Samarinda Kota.

Belakangan diketahui perempuan itu merupakan EF (24) dan bayi dalam video itu adalah anaknya yang masih berusia delapan hari.

"Kami temukan ibu ini bersama anaknya, bayinya, itu menumpang sama orangtuanya," ungkap Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Kota, Iptu Abdillah Dalimunthe saat dihubungi Kompas.com, Rabu (10/6/2020).

Baca juga: Bayi Usia 28 Hari Positif Covid-19 di Pamekasan, Diduga Tertular Saat Digendong Tetangga

Bayi tersebut, kata Abdillah, hasil dari hubungan di luar nikah antara perempuan tersebut bersama pacarnya.

"Jadi statusnya belum nikah, masih pacaran tapi punya anak," jelasnya.

Abdillah mengatakan, penyiksaan tersebut dilakukan karena perempuan tersebut kesal  melihat pacarnya atau ayah dari laki-laki tersebut dekat dengan perempuan lain.

Setelah merekam, perempuan tersebut kemudian memasang status di WhatsApp video penyiksaan itu dan berharap agar pacarnya melihat.

"Tapi ternyata video tersebut viral," jelasnya.

Baca juga: Dirawat 3 Minggu di RS, Bayi Berusia 1 Tahun di Solo Sembuh dari Corona

Unit Reskrim Polsek Samarinda Kota dan tim dari Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak Samarinda, langsung membawa bayi tersebut ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie.

"Tim medis masih lakukan pemeriksaan terhadap bayi. Tapi katanya, tidak ada luka atau tanda kekerasan. Hanya ditemukan kurang gizi, enggak terurus," terangnya.

Sementara, pelaku diamankan dan mau dikonsultasikan dengan psikolog.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X