Kompas.com - 08/06/2020, 19:20 WIB
Warga berbelanja berbagai kebutuhan lebaran saat masa PSBB di Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, Senin (18/5/2020). Pusat perbelanjaan tradisional terbesar di kota itu kini kembali dibuka menjelang Lebaran setelah beberapa waktu lalu ditutup untuk dilakukan penyemprotan karena sejumlah pedagang tercatat positif Covid-19 hingga 81 orang. ANTARA FOTO/IGGOY EL FITRAWarga berbelanja berbagai kebutuhan lebaran saat masa PSBB di Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, Senin (18/5/2020). Pusat perbelanjaan tradisional terbesar di kota itu kini kembali dibuka menjelang Lebaran setelah beberapa waktu lalu ditutup untuk dilakukan penyemprotan karena sejumlah pedagang tercatat positif Covid-19 hingga 81 orang.

PADANG, KOMPAS.com - Memasuki era new normal atau era normal baru Dinas Perdagangan Kota Padang sudah menyiapkan langkah-langkah dan aturan untuk pasar yang berada di Padang.

Salah satunya adalah akan dilakukan razia masker dalam waktu sekali dua jam.

“Yang akan melakukan razia adalah petugas PAM Pasar. Nanti petugas akan razia dua jam sekali untuk memastikan pengunjung pasar dan pedagang menggunakan masker. Jika ada yang tidak menggunakan masker akan disuruh keluar pasar hingga mereka kembali menggunakan masker,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Andre Algamar kepada sejumlah wartawan, Senin (08/06/2020).

Baca juga: Antisipasi Membesarnya Klaster Pasar Raya Padang, Toko Diberi Stiker Sudah di-Swab

Orang yang akan masuk pasar juga akan dibatasi melalui pintu masuk pasar. Pengunjung pasar dibatasi jika sudah melampaui kapasitas maka para pengunjung tidak boleh masuk dulu.

“Jika pengunjung sudah mencapai 40 persen dari jumlah kunjungan maka akan dilakukan penyetopan orang berkunjung untuk sementara di pintu masuk oleh petugas PAM,” paparnya.

Untuk para pedagang kata Andre, akan dilakukan jarak antar pedagang dengan jarak minimal dua meter antar pedagangnya.

“Konsep ini meniru pasar yang ada di Salatiga. Kami sudah menyiapkan batas jarak antar pedagang. Ketua Pasar sendiri sudah setuju dengan aturan jarak antara pedagang tersebut,” ungkapnya.

Baca juga: Klaster Pasar Raya Padang Membesar, 222 Orang Positif Covid-19

Selain mewajibkan pakai masker, pada pedagang dan pengunjung juga akan dicek suhu tubuhnya.

Jika sudah tubuhnya melewati batas ketentuan akan disuruh pulang dan petugas dari Dinas Perdagangan akan mencatat biodata orang tersebut.

“Nanti di setiap pos cek poin yang ada di pasar akan dilakukan pengukuran suhu tubuh. Jika suhu tubuhnya mencapai 37,3 derajat, maka orang tersebut akan dilarang untuk memasuki area pasar. Selain melakukan pengecekan tubuh, juga diwajibkan untuk mencuci tangan. Kami sudah menyediakan westafel untuk mencuci tangan,” paparnya.

Lebih jauh Andre menjelaskan bahwa Dinas Perdagangan berkerja sama dengan Dinas Kesehtan melakukan tes swab kepada para pedagang.

Bagi pedagang yang sudah menjalani tes swab dan hasilnya negatif akan diberi stiker bahwa pemiliki toko tersebut telah melakukan swab.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X