Bantah Dakwaan KPK, Bupati Nonaktif Sidoarjo: OTT Apa? Uangnya Dibawa Orang Lain

Kompas.com - 03/06/2020, 18:44 WIB
Bupati Sidoarjo nonaktif usai sidang perdana kasus dugaan suap di Pengadilan Tipikor Surabaya, Rabu (3/6/2020) -Bupati Sidoarjo nonaktif usai sidang perdana kasus dugaan suap di Pengadilan Tipikor Surabaya, Rabu (3/6/2020)

SURABAYA, KOMPAS.com - Bupati nonaktif  Sidoarjo Saiful Ilah membantah semua dakwaan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang perdana di Pengadilan Tipikor Surabaya, Jawa Timur, Rabu (3/6/2020).

Dia juga membantah menjadi obyek operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 7 Januari.

"OTT apa, tidak ada uangnya, uangnya dibawa orang lain. Saya di dalam saat itu, tapi tidak ada uangnya, digeledah pun tidak ada. KPK tanya tas hitam, tas hitam apa, enggak ada uangnya," kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu kepada wartawan usai sidang, Rabu.

Baca juga: Sidang Perdana, Bupati Nonaktif Sidoarjo Didakwa Terima Suap Rp 550 Juta dari Pengusaha

Bupati dua periode itu juga membantah menerima uang dari kontraktor sebesar Rp 550 juta.

"Tidak benar itu semua, saya tidak pernah meminta dan tidak pernah menerima uang suap," ucapnya.

Dalam sidang perdana di Tipikor Surabaya, Saiful Ilah didakwa menerima uang sebesar Rp 550 juta.

Uang tersebut sebagai hadiah dari pengusaha Ibnu Gofur dan Totok Sumedi atas pemenangan paket proyek pembangunan di Pemkab Sidoarjo tahun anggaran 2019.

Baca juga: 7 ODGJ Dinyatakan Positif Terinfeksi Covid-19 di RSJ Menur Surabaya

Tim jaksa KPK menyebut Saiful Ilah ditangkap melalui operasi tangkap tangan tim KPK saat menerima uang sebesar Rp 350 juta pada 7 Januari 2020 sekitar jam 17.10 WIB.

"Uang Rp 350 juta diterima terdakwa dari Ibnu Gofur di Pendopo Delta Wibawa Pemkab Sidoarjo," ujar jaksa KPK Arif Suhermanto dalam persidangan.

Selain kepada Saiful Ilah, hadiah dari pengusaha kontraktor juga diberikan ketiga terdakwa lainnya dalam berkas perkara terpisah.

Ketiganya adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Sidoarjo, Sunarti Setyaningsih sebesar Rp 227 juta, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUBM Judi Tetrahastoto sebesar Rp 350 juta, dan Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Sanadjihitu Sangadji sebesar Rp 330 juta.

Dalam kasus ini, Saiful Ilah didakwa melanggar Pasal 12 huruf c atau  Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mataram Episentrum Penyebaran Corona, Wagub NTB Minta Penanganannya Keroyokan

Mataram Episentrum Penyebaran Corona, Wagub NTB Minta Penanganannya Keroyokan

Regional
Penjelasan Bupati Lumajang Tentang Sawah Istri Aktivis Salim Kancil yang Diduga Diserobot

Penjelasan Bupati Lumajang Tentang Sawah Istri Aktivis Salim Kancil yang Diduga Diserobot

Regional
Bandel Tak Pakai Masker, Warga Yogyakarta Siap-siap Didenda Rp 100.000

Bandel Tak Pakai Masker, Warga Yogyakarta Siap-siap Didenda Rp 100.000

Regional
Cabuli, Bunuh, dan Ambil Perhiasan Bocah 5 Tahun, Pelaku: Saya Butuh Uang Beli Sosis dan Kopi

Cabuli, Bunuh, dan Ambil Perhiasan Bocah 5 Tahun, Pelaku: Saya Butuh Uang Beli Sosis dan Kopi

Regional
54 Destinasi Wisata di Semarang Kembali Dibuka, Langgar Protokol Kesehatan Bakal Disanksi

54 Destinasi Wisata di Semarang Kembali Dibuka, Langgar Protokol Kesehatan Bakal Disanksi

Regional
Ada Bekas Penganiayaan pada Jasad WNI yang Disimpan di 'Freezer' Kapal China

Ada Bekas Penganiayaan pada Jasad WNI yang Disimpan di "Freezer" Kapal China

Regional
2 Bocah Tertimpa Pohon Tumbang, 1 Tewas, 1 Patah Tulang

2 Bocah Tertimpa Pohon Tumbang, 1 Tewas, 1 Patah Tulang

Regional
Ini Penjelasan BPPTKG Yogyakarta Soal Kondisi Gunung Merapi yang Menggembung

Ini Penjelasan BPPTKG Yogyakarta Soal Kondisi Gunung Merapi yang Menggembung

Regional
Pulang dari Semarang, Mahasiswi Kedokteran Ini Positif Covid-19

Pulang dari Semarang, Mahasiswi Kedokteran Ini Positif Covid-19

Regional
Rentan Tertular Corona, Ganjar Minta Tenaga Medis Rutin Cek Kesehatan

Rentan Tertular Corona, Ganjar Minta Tenaga Medis Rutin Cek Kesehatan

Regional
Ani Gelapkan Uang Nasabah Rp 7,7 M untuk Biaya Suami Jadi Anggota DPRD

Ani Gelapkan Uang Nasabah Rp 7,7 M untuk Biaya Suami Jadi Anggota DPRD

Regional
Antisipasi Ledakan Covid-19 Klaster Pondok Gontor, Balai Desa dan Gedung Sekolah Jadi Ruang Isolasi

Antisipasi Ledakan Covid-19 Klaster Pondok Gontor, Balai Desa dan Gedung Sekolah Jadi Ruang Isolasi

Regional
Kasus Perusakan Fasilitas Pastoran SMK Bitauni oleh Sastrawan Felix Nesi Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Kasus Perusakan Fasilitas Pastoran SMK Bitauni oleh Sastrawan Felix Nesi Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Regional
Pemkab Banyumas Beri Bantuan Sembako dan Bangun Rumah Mbah Tarso

Pemkab Banyumas Beri Bantuan Sembako dan Bangun Rumah Mbah Tarso

Regional
'Saya Tidak Minta Apa-apa, Hanya Ingin Pelaku Dihukum Mati Saja'

"Saya Tidak Minta Apa-apa, Hanya Ingin Pelaku Dihukum Mati Saja"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X