Dugaan Pencemaran Nama Baik Anggota DPR RI, Sekda Agam Diperiksa Polisi

Kompas.com - 28/05/2020, 14:44 WIB
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto Foto: Dok: Humas Polda SumbarKabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto

PADANG, KOMPAS.com- Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Agam Martias Wanto terkait kasus dugaan pencemaran nama baik anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI asal Sumatera Barat, Mulyadi.

Martias diperiksa sebagai saksi di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar bersama satu saksi lainnya.

"Benar, hari ini Sekda Agam diperiksa di Ditreskrimsus Polda Sumbar terkait laporan kasus dugaan pencemaran nama baik anggota DPR RI Mulyadi," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumbar Komisaris Besar Polisi Stefanus Satake Bayu Setianto yang dihubungi Kompas.com, Kamis (28/5/2020).

Baca juga: Dari Klaster Bernama Pasar Raya Padang, 148 Orang Positif Covid-19..

Stefanus mengatakan kasus tersebut berdasarkan laporan yang dibuat Refli Irwandi (40) pada Kamis (4/5/2020) dengan nomor LP/191/V/2020/SPKT Sbr.

Refli melaporkan dugaan peristiwa pencemaran nama baik melalui akun Facebook Maryanto yang diduga akun bodong.

"Akun itu mengunggah foto yang disertai dengan kalimat ujaran kebencian dan pencemaran nama baik anggota DPR RI Mulyadi," kata Stefanus.

Menurut Stefanus, selain Sekda Agam, penyidik juga akan memintai keterangan Bupati Agam, Indra Catri yang dijadwalkan Jumat (29/5/2020) besok.

Baca juga: Kawal Penerapan New Normal, Polda Sumbar Turunkan 6.000 Personel

"Dari jadwalnya besok dipanggil penyidik. Tapi apakah datang atau tidak belum tahu," jelas Stefanus.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X