Ratusan Warga Karawang Tak Pakai Masker, Pelanggar PSBB Masih Tinggi

Kompas.com - 20/05/2020, 07:54 WIB
Ilustrasi virus corona, gejala virus corona, isolasi mandiri, karantina ShutterstockIlustrasi virus corona, gejala virus corona, isolasi mandiri, karantina

KARAWANG, KOMPAS.com - Sebanyak 594 warga di Karawang, Jawa Barat, kedapatan tidak memakai masker saat berkendara atau beraktivitas.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Karawang AKP Bima Gunawan Jauharie mengatakan, ratusan warga yang tidak pakai masker itu diketahui dari hasil operasi di sejumlah titik check point di Karawang.

"Yang tak pakai masker 594 dan tak pakai sarung tangan 1.361 orang," kata Bima saat dihubungi, Rabu (20/5/2020).

Baca juga: Tak Senang Dinasihati, Santri Aniaya Pengasuh Pesantren Saat Shalat

Selain tak mengenakan masker dan sarung tangan, menurut Bima, sejumlah warga juga melakukan pelanggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Terdapat 17 kendaraan dengan jumlah penumpang di atas 50 persen. Kemudian, 119 penumpang tidak jaga jarak.

Kemudian, 209 penumpang duduk di samping sopir.

Selain itu, ada 11 orang yang suhu badannya di atas normal namun bepergian.

Kemudian, ada 326 orang yang tidak memakai helm saat mengendarai motor.

"Selain itu ada 594 kendaraan yang diminta putar balik. Rinciannya motor 299, kendaraan roda empat 254 dan kendaraan roda enam 41," kata Bima.

Baca juga: Karawang Terapkan PSBB Tersegmentasi, Kabupaten Subang PSBB Parsial

Bima mengatakan, tim gabungan memberikan 554 teguran lisan, 5 teguran tertulis dan penegakkan hukum berupa teguran atau catatan kepolisian kepada sebanyak 74 orang.

"Selain itu ada 556 imbauan PSBB dari humas tim gabungan," kata dia.

Sementara itu, tercatat sebanyak 10.230 kendaraan yang masuk sejak 24 April hingga 19 Mei 2020 di titik check point Karawang.

Rinciannya, motor sebanyak 4.905, kendaraan roda empat 4.394 dan 931 angkutan umum atau bus.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, sejumlah warga tampak tidak memakai masker saat beraktivitas.

Hal itu tampak tidak hanya pada para pengendara, tetapi juga warga yang berbelanja di pasar tradisional hingga saat membeli tajil atau makanan untuk berbuka puasa.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Regional
BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

Regional
Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Regional
Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Regional
Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Regional
Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Regional
Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Regional
BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

Regional
Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Regional
PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

Regional
Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Regional
Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Regional
Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Regional
Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Regional
Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X