Kompas.com - 20/05/2020, 03:15 WIB
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karawang menyegel toko di wilayah Jalan Tuparev dan kawasan Niaga yang melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Minggu (10/5/2020). Dok. Diskominfo KarawangSatuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karawang menyegel toko di wilayah Jalan Tuparev dan kawasan Niaga yang melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Minggu (10/5/2020).

KARAWANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang memperpanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 10 hari mulai Rabu (20/5/2020) sampai 29 Mei 2020.

Juru Bicara Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang Fitra Hergyana mengatakan, Karawang akan menerapkan PSBB tersegmentasi selama 10 hari ke depan.

PSBB tersegmentasi lebih lentur ketimbang PSBB sebelumnya. Dimana PSBB menyasar segmen-segmen tertentu sesuai dengan karakteristik masyarakat dan wilayah dengan risiko adanya transmisi Covid-19.

"Pemkab Karawang juga memperbolehkan sejumlah sektor-sektor perdagangan untuk beroperasi kembali, sampai pertimbangan dengan aspek karakteristik daerah. Tentu saja dengan tetap berpedoman pada prokokol kesehatan," ungkap Fitra, Selasa (19/5/2020).

Baca juga: Polisi Putar Balik Ratusan Pemudik yang Naik Travel Gelap di Perbatasan Kabupaten Bekasi-Karawang

Kebijakan penerapan PSBB tersegmentasi tersebut diambil berdasarkan kesepatakat sejumlah unsur, tokoh masyarakat dan melalui kajian dari ahli epidemiologi dan praktisi kesehatan Dr. Hermawan Saputra.

"Kajian tentunya tidak asal. Banyak pertimbangannya. PSBB dilanjutkan, tapi sifatnya tersegmentasi," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Fitra menyebut, penerapan PSBB tersegmentasi diharapkan dapat menjadikan Karawang keluar dari zona merah. Seperti diketahui, berdasarkan evaluasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Karawang berada pada level empat atau berat.

"Diharapkan masyarakat dapat mentaati penerapan PSBB tersegmentasi ini sehingga Karawang bisa keluar dari zona merah penularan Covid-19," tambah Fitra.

Baca juga: Terimbas Corona, Pabrik Sepatu di Karawang Rumahkan 2.300 Karyawan

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Subang memperpanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kali ini PSBB di Subang akan dilaksanakan secara parsial.

Berdasarkan hasil evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Subang berada di level 3 atau cukup berat. Sehingga direkomendasikan untuk menerapkan PSBB Parsial.

PSBB parsial tersebut akan diterapkan pada kecamatan yang terdapat kasus terkonfirmasi positif cukup tinggi. Di antaranya Kecamatan Subang dan Cipendey.

"Pengawasan migrasi penduduk akan terus dilakukan sebagai upay pencegahan dini Covid-19," ungkap Bupati Subang Ruhimat, dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (19/5/2020).

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.