Bupati Ini Akan Keluarkan Larangan Berkunjung Saat Lebaran

Kompas.com - 15/05/2020, 03:32 WIB
Galih Nusantoro, Wakil Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung. Surya/David YohanesGalih Nusantoro, Wakil Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung.

KOMPAS.com - Bupati Tulungagung akan mengeluarkan surat edaran larangan saling berkunjung ke rumah warga saat lebaran.

Larangan bakdan, demikian istilah warga Tulungagung, demi mencegah penularan virus corona.

Hal ini diungkapkan Kabag Humas Protokol dan Kerja Sama antar Kepala Dinas Pemkab Tulungagung, Galih Nusantoro.

Baca juga: PSBB di Malang Raya Berlaku 17 Mei 2020

Galih mengatakan, larangan ini bukan meniadakan silaturahmi antar warga, tetapi mengatur agar setiap keluarga tidak saling berkunjung dan bersalaman.

"Larangan itu untuk menegakkan protokol kesehatan selama masa pandemi virus corona. Jangan sampai terjadi penularan selama lebaran," ujar Galih dikutip dari Surya, Kamis (14/5/2020).

Dengan larangan ini, warga bisa melakukan silaturahmi memanfaatkan ponsel pintar.

Baca juga: Dituduh Timbulkan Keresahan, Petugas Sosialisasi Covid-19 Dipukul Warga

Larangan ini akan disosialisasikan hingga ke tingkat desa.

Pemerintah desa bisa menerjemahkan larangan ini sesuai dengan kondisi masing-masing.

"Bisa saja setiap desa membentuk satgas untuk memastikan tidak ada aktivitas yang berpotensi menularkan virus corona," ujar Galih yang juga juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Tulungagung.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul: Bupati Tulungagung Akan Mengeluarkan Larangan Saling Berkunjung Saat Lebaran Nanti



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menyoal Status Zona Hijau Kota Tegal, Pengamat: Sibuk Pencitraan, Masyarakat Jadi Korban

Menyoal Status Zona Hijau Kota Tegal, Pengamat: Sibuk Pencitraan, Masyarakat Jadi Korban

Regional
Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Regional
Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Regional
Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Regional
Buaya Pemangsa Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Warga

Buaya Pemangsa Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Warga

Regional
Pemalsuan Data Pemilih untuk Pilkada Bisa Dipidana

Pemalsuan Data Pemilih untuk Pilkada Bisa Dipidana

Regional
Data Pasien Corona Bocor, Plt Kepala Dinkes Kepri Diperiksa Polisi

Data Pasien Corona Bocor, Plt Kepala Dinkes Kepri Diperiksa Polisi

Regional
Siasat SD di Kulon Progo Entaskan Masalah Belajar Jarak Jauh, Pakai HT

Siasat SD di Kulon Progo Entaskan Masalah Belajar Jarak Jauh, Pakai HT

Regional
Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Pengamat: Pemkot Terlalu Euforia Zona Hijau

Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Pengamat: Pemkot Terlalu Euforia Zona Hijau

Regional
Kereta Api Lokal Merak Beroperasi Mulai 11 Agustus 2020, Ini Jadwalnya

Kereta Api Lokal Merak Beroperasi Mulai 11 Agustus 2020, Ini Jadwalnya

Regional
Tambah 71 Kasus Positif Covid-19 di Maluku, Penambahan Tertinggi dalam Sehari

Tambah 71 Kasus Positif Covid-19 di Maluku, Penambahan Tertinggi dalam Sehari

Regional
1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

Regional
Mudik Semobil dengan Teman Sekantor yang Ternyata Positif Covid-19, Perantau Ini Terinfeksi

Mudik Semobil dengan Teman Sekantor yang Ternyata Positif Covid-19, Perantau Ini Terinfeksi

Regional
'Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas'

"Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas"

Regional
40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X