Modus Pemudik Kelabui Pemeriksaan Petugas: Naik Ambulans, Truk hingga Sewa Mobil

Kompas.com - 07/05/2020, 06:22 WIB
Petugas di salah satu Pos Penjagaan Perbatasan Kota Tasikmalaya meminta kendaraan pemudik berputar arah dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19, Sabtu (2/5/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAPetugas di salah satu Pos Penjagaan Perbatasan Kota Tasikmalaya meminta kendaraan pemudik berputar arah dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19, Sabtu (2/5/2020).

CIAMIS, KOMPAS.com - Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum berharap kembali beroperasionalnya transportasi umum tidak menimbulkan masalah baru penyebaran Covid-19 di Jawa Barat.

"Mudah-mudahan tak ada masalah. Sekarang yang kami tekankan soal lalu lintas, transportasi yang kami ketatkan," jelas Uu saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu malam (6/5/1020).

Uu mengaku sudah mendatangi beberapa check point di Jawa Barat, salah satunya di Limbangan, Kabupaten Garut.

Baca juga: Wagub Uu: Angkutan Umum Kembali Beroperasi Bisa Hambat PSBB Jabar

 

Di check point tersebut, ada beberapa mobil termasuk penumpangnya yang dikembalikan ke daerah asal.

"Termasuk ada yang ditilang. Ada penilangan bagi mereka karena menurut Polisi, ada pelanggaran," jelas Uu.

Dalam hitungan menit saja, lanjut Uu, banyak mobil yang dipulangkan.

Menurut dia, berbagai modus dilakukan pemudik supaya bisa pulang kampung dan lolos dari pemeriksaan petugas.

Kata Uu, mereka ada yang menaiki ambulans, truk, hingga mobil rental. "Polisi paham tentang kendaraan-kendaraan yang sebenarnya mereka mudik," kata Uu.

Baca juga: 3 Penumpang Positif Covid-19, 5 Kepala Daerah Minta Layanan KRL Dihentikan atau Diperketat

Ditanya warga yang tidak menghiraukan anjuran untuk mudik, Uu mengatakan, masyarakat belum memahami dan belum bisa melaksanakan semua aturan di PSBB.

"Sekarang ada kelonggaran (transportasi) dari pemerintah pusat, apa boleh buat. Kita harus fatsun kepada pusat," kata Uu.

Uu mengatakan, program PSBB ini untuk kemaslahatan masyarakat bukan hanya untuk pemerintah. Oleh karenanya, warga harus mengikuti apa yang dianjurkan dan  diarahkan di masa PSBB ini.

Sebelumnya, pemerintah pusat mengizinkan transportasi umum kembali beroperasi mulai hari ini, Kamis (7/5/2020).

Namun kembali beroperasinya angkutan umum ini dengan pembatasan kriteria penumpang. 

Baca juga: Aturan Operasional Moda Transportasi Dilonggarkan Bisa Bikin Multitafsir

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembantu Bunuh Majikannya di Bandung karena Pelaku Sering Dipukuli Korban

Pembantu Bunuh Majikannya di Bandung karena Pelaku Sering Dipukuli Korban

Regional
Polisi Tangkap 9 Preman Bawa Sajam di Solo, 10 Masih DPO

Polisi Tangkap 9 Preman Bawa Sajam di Solo, 10 Masih DPO

Regional
325 Rumah di Demak Rusak Diterjang Puting Beliung, 5 Roboh

325 Rumah di Demak Rusak Diterjang Puting Beliung, 5 Roboh

Regional
Dua Besan Bertengkar, Lalu Berujung Pembacokan, Ini Kronologinya

Dua Besan Bertengkar, Lalu Berujung Pembacokan, Ini Kronologinya

Regional
Cerita Budi dan Yudha Berbagi Kasih untuk Nakes lewat Pempek

Cerita Budi dan Yudha Berbagi Kasih untuk Nakes lewat Pempek

Regional
5 Remaja Dipanggil Polisi karena Joget Erotis di Zebra Cross, Alasannya demi Konten Tiktok

5 Remaja Dipanggil Polisi karena Joget Erotis di Zebra Cross, Alasannya demi Konten Tiktok

Regional
Eri Cahyadi Dilantik Jadi Walkot Surabaya, Pengamat: Dia Digadang-gadang Seperti Risma...

Eri Cahyadi Dilantik Jadi Walkot Surabaya, Pengamat: Dia Digadang-gadang Seperti Risma...

Regional
Polisi Dilempari Batu Saat Bubarkan Balap Liar di Makassar

Polisi Dilempari Batu Saat Bubarkan Balap Liar di Makassar

Regional
Program Jangka Pendek Walkot Semarang untuk Banjir, Tambah Pompa dan Atasi Masalah Sampah

Program Jangka Pendek Walkot Semarang untuk Banjir, Tambah Pompa dan Atasi Masalah Sampah

Regional
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Halmahera Selatan, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Halmahera Selatan, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
Tak Hanya Kusmiyati yang Tertipu Rp 200 Juta demi Anaknya Jadi PNS, Uang Sutikno Rp 102 Juta Juga Raib

Tak Hanya Kusmiyati yang Tertipu Rp 200 Juta demi Anaknya Jadi PNS, Uang Sutikno Rp 102 Juta Juga Raib

Regional
Jenazah Kakek 69 Tahun Dibawa Pakai Perahu Karet Terobos Banjir di Semarang

Jenazah Kakek 69 Tahun Dibawa Pakai Perahu Karet Terobos Banjir di Semarang

Regional
Selain di Surabaya, Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Malang, Sidoarjo, dan Mojokerto

Selain di Surabaya, Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Malang, Sidoarjo, dan Mojokerto

Regional
Maafkan 4 Ibu Terdakwa Pelemparan Atap, Pemilik Pabrik: Demi Utuhnya Silaturahmi...

Maafkan 4 Ibu Terdakwa Pelemparan Atap, Pemilik Pabrik: Demi Utuhnya Silaturahmi...

Regional
Cerita Bupati Trenggalek Mampir ke SMA 6 Surabaya Usai Dilantik, Mengaku Kangen dan Teringat Sering Bolos

Cerita Bupati Trenggalek Mampir ke SMA 6 Surabaya Usai Dilantik, Mengaku Kangen dan Teringat Sering Bolos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X