Balap Liar saat PSBB Makassar, Pelaku Dijadikan ODP hingga Karantina 14 Hari

Kompas.com - 29/04/2020, 16:41 WIB
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono saat membina para pelaku balap liar di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Makassar, Senin (27/4/2020) pagi. KOMPAS.COM/HIMAWANKapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono saat membina para pelaku balap liar di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Makassar, Senin (27/4/2020) pagi.

MAKASSAR, KOMPAS.com - Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono mengatakan, pihaknya langsung menjadikan Orang Dalam Pemantauan (ODP) kepada para pelaku balap liar yang ditangkap.

Selain itu, pelaku balap liar akan dikarantina selama 14 hari ke depan.

 

Menurut dia, sejak hari pertama PSBB yang bertepatan bulan suci Ramadhan, balap liar dilakukan setelah sahur hingga pagi hari.

Kegiatan ini pun membuat para ratusan peserta yang umumnya merupakan remaja berkumpul.

"Kalau pelaku balap liar kita tindak, perlakukan mereka ODP dan isolasi selama 14 hari," kata Yudhiawan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (29/4/2020).

Baca juga: UPDATE Corona di Probolinggo: Bertambah 4 Kasus Positif, Berasal dari Klaster Makassar dan Surabaya

Sejauh ini, pelaku balap liar di Makassar diamankan di dua lokasi berbeda.

Pada Senin (27/4/2020) pagi, polisi menyita 29 kendaraan sepeda motor dan mengamankan 44 pelaku balap liar di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate.

Lalu pada Senin malam, polisi kembali mengamankan 46 orang dan menyita 41 motor di Jalan Gunung Latimojong, Kecamatan Makassar.

Para pelaku balap liar tersebut selain dijadikan ODP, kata Yudhiawan juga digunduli untuk memberikan efek jera.

"Kita juga panggil orangtuanya, ketua RT, RW untuk mengawasinya dan kita digundulin. Motor ditahan 3 bulan," Yudhiawan menambahkan.

Baca juga: Pulang dari Makassar, Pria Ini Isolasi Diri di Hutan Bakau

Yudhiawan menegaskan kegiatan bergerombol di tengah pandemi Covid-19 tak boleh dilakukan.

Dia mengatakan pelaku balap liar akan tetap terpantau karena hampir semua jalan di Makassar telah terpasang kamera CCTV.

"Kita sudah tahu lokasi-lokasi tempat mereka berkumpul karena semua titik sudah dipasangi CCTV. Jadi kalau masih ada balap liar akan kaki tindak," kata Yudhiawan. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Pria yang Videonya Viral Jambret Uang Pengemis Tua Ditangkap, 1 Masih Buron

2 Pria yang Videonya Viral Jambret Uang Pengemis Tua Ditangkap, 1 Masih Buron

Regional
Sejumlah Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Kota Malang Penuh

Sejumlah Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Kota Malang Penuh

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 30 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 30 November 2020

Regional
Nekat Mudik ke Solo Saat Libur Panjang, Siap-siap Dikarantina 14 Hari di Benteng Vastenburg

Nekat Mudik ke Solo Saat Libur Panjang, Siap-siap Dikarantina 14 Hari di Benteng Vastenburg

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 30 November 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 30 November 2020

Regional
Sempat Ditangkap, 2 Pelaku Money Politics Diduga Kabur ke Malaysia

Sempat Ditangkap, 2 Pelaku Money Politics Diduga Kabur ke Malaysia

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 30 November 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 30 November 2020

Regional
Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Pemkab Lembata Tetapkan Status Darurat Bencana

Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Pemkab Lembata Tetapkan Status Darurat Bencana

Regional
Kasus Pembakaran Resto Legian, Polisi Cocokkan Wajah 5 Terduga Pelaku

Kasus Pembakaran Resto Legian, Polisi Cocokkan Wajah 5 Terduga Pelaku

Regional
Berita Terbaru Kasus Dugaan Penganiayaan Ojek Online oleh Bahar Bin Smith

Berita Terbaru Kasus Dugaan Penganiayaan Ojek Online oleh Bahar Bin Smith

Regional
Pemerintah Desa Blokade 5 Rumah Pasien Positif Covid-19 Pakai Bambu, Ini Penjelasan Kades

Pemerintah Desa Blokade 5 Rumah Pasien Positif Covid-19 Pakai Bambu, Ini Penjelasan Kades

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 30 November 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 30 November 2020

Regional
Angka 'Stunting' di Sumedang Naik 3,28 Persen Akibat PSBB

Angka "Stunting" di Sumedang Naik 3,28 Persen Akibat PSBB

Regional
Video Viral 2 Pria Jambret Uang Pengemis Tua, Korban: Saya Siapkan untuk Beli Kain Putih

Video Viral 2 Pria Jambret Uang Pengemis Tua, Korban: Saya Siapkan untuk Beli Kain Putih

Regional
Upaya YLP Membantu Napi Terorisme Kasim Khow agar Kembali Diterima di Masyarakat

Upaya YLP Membantu Napi Terorisme Kasim Khow agar Kembali Diterima di Masyarakat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X