Duduk Perkara 3 Perawat RSUD Bung Karno Solo Diusir Pemilik Kos, Demi Kesehatan Suami

Kompas.com - 28/04/2020, 15:56 WIB
Pemilik indekos Siti Mutmainah bersama suami, Totok dan Camat Grogol Bagas Windaryatno saat memberikan klarifikasi insiden pengusiran di Kantor Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2020). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIPemilik indekos Siti Mutmainah bersama suami, Totok dan Camat Grogol Bagas Windaryatno saat memberikan klarifikasi insiden pengusiran di Kantor Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2020).

KOMPAS.com - Sebanyak tiga perawat RSUD Bung Karno Solo, Jawa Tengah, diusir dari indekosnya yang berada di kawasan Grogol, Sukoharjo, Senin (27/4/2020).

Akibatnya, mereka kini tinggal sementara di ruangan lantai lima rumah sakit RSUD Bung Karno Solo.

Menurut Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Solo, Suminanto, peristiwa itu terjadi karena pemilik kos khawatir setelah mendapat informasi jika RSUD Bung Karno hanya melayani pasien Covid-19.

"Pemilik tahu kalau RSUD Bung Karno melayani pasien Covid-19, pelayanan yang reguler tidak dilayani," katanya, Senin (27/4/2020).

Setelah itu, sambungnya, pemilik kos kemudian mengirim pesan WhatsApp kepada tiga perawat itu dan meminta mereka untuk pindah dari kos tersebut.

"Isinya gini, Sementara tinggal di tempat yang aman dulu nggih, nanti uang kos saya kembalikan," ujarnya.

Lalu mereka dijemput dengan menggunakan mobil ambulans menuju rumah sakit.

Pasca-insiden tersebut, kata Suminanto, pemilik kos telah meminta maaf.

"Pemilik kos juga sudah minta maaf," katanya.

"Intinya permasalahan tersebut sudah selesai, sudah terselesaikan dengan baik," tambahnya, dilansir dari Tribunnews.

Baca juga: 3 Perawat RSUD Bung Karno Solo Diusir dari Indekos, Pemilik: Tidak Ada Pemaksaan dan Pengusiran

 

Tinggal di rumah sakit

Direktur RSUD Bung Karno Solo Wahyu Indianto mengatakan, saat ini ketiga perawat tersebut tinggal sementara di rumah sakit.

"Sekarang mereka tinggal sementara di rumah sakit. Di sana masih ada ruang yang bisa dipakai untuk menampung mereka," katanya.

Wahyu mengatakan, meskipun pemkot telah menyiapkan Ndalem Priyosuhartan bagi tenaga kesehatan yang terdampak corona, tapi pihaknya tak akan mengajukan tempat tersebut.

Menurut Wahyu, ruangan lantai lima rumah sakit yang disiapkan tersebut mampu menampung hingga 40 orang.

"Tidak mengajukan. Kita sudah koordinasi dengan manajemen lebih baik di sana (lantai lima rumah sakit). Sewaktu-waktu emergency bisa ikut membantu," jelasnya.

Adanya insiden pengusiran terhadap tiga perawat tersebut sempat membuat Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo berang.

Bahkan dia menilai, penolakan terhadap perawat itu tidak manuasiawi.

"Tidak manusiawi kalau sampai ada perawat ditolak dalam satu daerah itu. Itu keterlaluan," ujar Rudy.

Baca juga: Pemilik Indekos yang Usir 3 Perawat Minta Maaf, Ini Penjelasan Ketua PPNI Solo

 

Tidak ada pengusiran

Terkait insiden itu, pemilik kos bernama Siti Mutmainah pun angakat bicara, ia menegaskan tidak ada melakukan pengusiran terhadap tiga perawat tersebut.

"Tidak ada pemaksaan dan pengusiran. Kami sudah berusaha baik-baik dengan berat hati kami mohon untuk pindah ke tempat yang lebih aman untuk keamanan bersama," kata Siti di Kantor Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2020).

Bahkan, kata Siti, ketiga perawat itu menerima permintaannya untuk pindah ke indekos yang lain dan akan mengambil semua barang-barang milik mereka.

"Jadi, tidak ada pemaksaan terus dia tidak mau tidak. Dia menanggapi dengan baik. Dan barang-barang mau diambil," ujarnya.

Baca juga: Takut Penyakit Suami Kambuh, Alasan Pemilik Indekos Usir Perawat RSUD Bung Karno Solo

 

Demi kesehatan suami

Siti menjelaskan, ia meminta tiga perawat itu tidak tinggal lagi di indekosnya karena khawatir sang suami yang punya masalah kesehatan tertular virus corona.

"Mengingat kondisi kesehatan suami saya. Suami saya setiap kali ngedrop penyakitnya bisa kambuh," katanya.

"Itu murni karena suami saya, kondisi kesehatannya. Memang perlu ada perhatian khusus. Bapak itu dari pola makan, pola tidur, aktivitas itu kayak membingungkan. Tidurnya sering tergagap-gagap dan makannya tidak enak, takutnya penyakitnya lama kambuh lagi," sambungnya.

Bahkan, Siti mengaku sering bertengkar dengan suami terkait dengan keberadaan tiga perawat tersebut.

"Sebenarnya saya tahu sebagai tenaga kesehatan. Bagaimana menjaga agar tidak tertular. Tapi karena ketakutan suami saya dengan berat hati kami mohon untuk pindah ke tempat yang lebih aman untuk keamanan bersama," jelasnya.

Sementara itu, Camat Grogol, Bagas Windaryatno mengatakan, dengan adanya klarifikasi dari pemilik indekos insiden pengusiran tersebut selesai.

Masih dikatakan Bagas, tidak ada keberatan dari warga masyarakat Desa Kwarasan, Grogol terhadap keberadaan tenaga kesehatan itu.

"Ketika kejadian itu terjadi warga tidak tahu. Yang kami ingin luruskan di media massa dan media sosial sempat ditulis masyarakat keberatan dengan ketiga orang tersebut. Ini tidak benar. Masyarakat welcome terhadap tempat kos dan sebagainya," ungkapnya.

Pasca-insiden tersebut, Siti yang juga berprofesi sebagai bidan ini mengaku sudah meminta maaf melalui Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Sukoharjo.

Baca juga: 3 Perawat RSUD Bung Karno Solo Diusir dari Indekos

 

(Penulis : Kontributor Solo, Labib Zamani | Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief, Dony Aprian)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X