Sejak Lockdown, Malaysia Deportasi 665 Pekerja Migran Melalui PLBN Entikong

Kompas.com - 24/04/2020, 15:05 WIB
Sebanyak 252 pekerja migran Indonesia bermasalah didata dan diperiksa kesehatannya oleh petus di PLBN Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis (23/4/2020). dok BP3TKI PontianakSebanyak 252 pekerja migran Indonesia bermasalah didata dan diperiksa kesehatannya oleh petus di PLBN Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis (23/4/2020).

PONTIANAK, KOMPAS.com - Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Pontianak, Kalimantan Barat, mencatat selama penerapan lockdown, Malaysia telah pulangkan sebanyak 665 pekerja migran melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau.

Kepala BP3TKI Pontianak Erwin Rachmat mengatakan, dari 665 pekerja migran yang dipulangkan tersebut, 593 berstatus deportan dan 72 berstatus repatrian.

"Sejak 18 Maret 2020 lalu, Malaysia menerapkan lockdown dan telah memulangkan 665 pekerja migran melalui Entikong," kata Erwin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/4/2020).

Baca juga: Malaysia Deportasi 252 Pekerja Migran Indonesia yang Bermasalah

Erwin mengatakan, sejak pandemi global virus corona atau Covid-19, semua instansi yang terlibat dalam pemulangan pekerja migran Indonesia, menjalankan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

"Para petugas sudah memakai alat pelindung diri (APD) berupa masker dan sarung tangan," ujar Erwin.

Menurut dia, sejauh ini pemulangan pekerja migran bermasalah dari Sarawak, Malaysia, ke Indonesia melalui PLBN Entikong berlangsung lancar.

"Instansi terkait seperti KJRI Kuching, Imigrasi Entikong, BP3TKI Pontianak, Dinsos Kalbar, Polsek Entikong, KKP Wilker Entikong, Bea Cukai Entikong, dan lainnya menjalin sinergitas dan komunikasi yang intens,” tutur Erwin.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kalbar Jadi 50, 6 Peserta Tabligh Akbar di Malaysia

Dia menjelaskan, setiap akan terjadinya pemulangan pekerja migran, KJRI Kuching sudah memberitahu informasi awal kepada instansi terkait di Indonesia.

Hal ini berguna agar setiap instansi yang tergabung dalam satuan tugas melakukan persiapan matang sesuai dengan tugasnya masing-masing.

“Penanganan PMI Bermasalah ini perlu sinergitas antarlembaga. Alhamdulillah saat ini hubungan kami dengan instansi terkait berjalan dengan baik. Setiap ada pemulangan ataupun permasalahan terkait pekerja berjalan dengan lancar," pungkas Erwin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Regional
Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Regional
Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Regional
Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Regional
Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Regional
Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Regional
447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

Regional
Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Regional
Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X