Muncul Kasus Transmisi Lokal Corona, Karawang Akan Usulkan PSBB

Kompas.com - 17/04/2020, 18:35 WIB
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana (ANTARA/Ali Khumaini) Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana (ANTARA/Ali Khumaini)

KARAWANG, KOMPAS.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang tengah melakukan tracing kasus Covid-19 dari transmisi lokal.

Pemkab Karawang pun tengah mengkaji untuk mengusulkan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Selain klaster Hipmi dan keagamaan di Lembang, kasus Covid-19 di Karawang berasal dari klaster transmisi luar daerah.

"Jadi travel dan karyawan itu penyebarannya dari luar Karawang, bukan industri," kata Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana melalui pesan Whatsapp, Jumat (17/4/2020).

Baca juga: Kabar Baik, Tiga Pasien Corona di Karawang Sembuh

Selain itu, kata Cellica, saat ini sudah muncul lokal transmisi. Artinya, penyebaran vrus tidak terbagi dalam klaster-klaster atau klasternya tak bisa lagi diidentifikasi secara detail.

"Pemantauan terakhir ada pedagang kaki lima, pekerja non formal, dan ibu rumah tangga," kata Cellica.

Sehingga, kata Cellica, pencegahan penyebaran Covid-19 tak bisa main-main. Sebab, Covid-19 bisa menyerang siapa pun dan di manapun.

Saat ini saja, warga di daerah hilir Karawang seperti Rengasdeklok dan Batujaya ada yang terpapar. Ia khawatir hal tersebut terjadi karena ada mobilitas masyarakat dari Bekasi atau Jakarta.

"Atau orang karawang yang belanja maupun masih berkegiatan di perbatasan antara Karawang dan Bekasi," katanya.

Adanya lokal transmisi tersebut juga menjadi salah satu alasan Karawang berencana mengusulkan penerapan PSBB ke pemerintah pusat.

Apalagi, Karawang berdampingan dengan Bekasi. Di daerah perbatasan Karawang dan Bekasi juga ada beberapa warga yang terdampak.

"Rencana aksi sedang disusun dan dibahas semuanya sama muspida dan dinas terkait," ungkap Cellica.

Protokol kesehatan bagi karyawan

Meski menyebut bukan klaster industri, Cellica meminta perusahaan di Karawang memperhatikan protokol kesehatan bagi karyawannya yang bekerja.

Protokol Social distancing dan physical distancing juga harus diterapkan.

"Dan jumah tenaga kerja atau waktu lebih diefisiensi agar nggak terlalu banyak orang di perusahaan," ujar Cellica.

Selain itu, perusahaan juga diminta menjamin keamanan karyawannya, seperti masker, disinfektan, baju yang mereka pakai harus disterilisasi terlebih dahulu, juga penyediaan makanan bergizi, vitamin, dan buah.

Baca juga: Penjualan Ikan di Ciparage Karawang Menurun Selama Wabah Corona

Imbauan tersebut ia sampaikan lantaran kebijakan skala besar untuk meminta perusahaan sementara berhenti beroperasi perlu persetujuan pusat, bukan kewenangan pemda.

"Tapi tentunya besar harapan kami untuk taat dan benar-benar diperhatikan masalah keamanan diri, maupun segala hal nya yang mesti difasilitasi oleh perusahaan tersebut," ungkapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Saya dan Istri Langsung Syok, Ternyata Anak Kami Satu-satunya Sudah Meninggal'

"Saya dan Istri Langsung Syok, Ternyata Anak Kami Satu-satunya Sudah Meninggal"

Regional
Cerita Mulyadi Tahu Anaknya Tewas Kecelakaan dari Media Sosial Setelah 11 Hari Pergi dari Rumah

Cerita Mulyadi Tahu Anaknya Tewas Kecelakaan dari Media Sosial Setelah 11 Hari Pergi dari Rumah

Regional
Kampus Unanda Palopo Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 6 Miliar

Kampus Unanda Palopo Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 6 Miliar

Regional
Soal Ditutupnya Obyek Wisata Dusun Semilir Semarang, Nekat Langgar Protokol Kesehatan Meski Sudah Diperingatkan

Soal Ditutupnya Obyek Wisata Dusun Semilir Semarang, Nekat Langgar Protokol Kesehatan Meski Sudah Diperingatkan

Regional
Pamit Pergi Berenang, Seorang ASN Ditemukan Tewas di Laut

Pamit Pergi Berenang, Seorang ASN Ditemukan Tewas di Laut

Regional
Terungkap, Ini Identitas Pria yang Tewas Ditabrak Truk Tangki Saat Bersila di Jalan

Terungkap, Ini Identitas Pria yang Tewas Ditabrak Truk Tangki Saat Bersila di Jalan

Regional
Cerita Serka Silvi Tinggalkan 2 Anak Balita demi Misi PBB ke Lebanon: Berat tapi Saya Tegarkan Hati

Cerita Serka Silvi Tinggalkan 2 Anak Balita demi Misi PBB ke Lebanon: Berat tapi Saya Tegarkan Hati

Regional
469 Petugas KPPS Kota Padang Reaktif Covid-19, Jika Positif Tidak Akan Diganti

469 Petugas KPPS Kota Padang Reaktif Covid-19, Jika Positif Tidak Akan Diganti

Regional
Lonjakan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah dan Data yang Tak Selaras

Lonjakan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah dan Data yang Tak Selaras

Regional
Jelang Pencoblosan Pilkada, Kota Serang, Cilegon dan Tangsel Masuk Zona Merah

Jelang Pencoblosan Pilkada, Kota Serang, Cilegon dan Tangsel Masuk Zona Merah

Regional
Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Ikut Pilkada, Mencoblos di TPS Terdekat

Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Ikut Pilkada, Mencoblos di TPS Terdekat

Regional
Edarkan 'Pil Setan' ke Pelajar, Pria Asal Cianjur Diringkus Polisi

Edarkan "Pil Setan" ke Pelajar, Pria Asal Cianjur Diringkus Polisi

Regional
Diminta Klarifikasi Kampanye Bagi-bagi Kartu, Calon Bupati Ogan Ilir Mangkir Dipanggil Bawaslu

Diminta Klarifikasi Kampanye Bagi-bagi Kartu, Calon Bupati Ogan Ilir Mangkir Dipanggil Bawaslu

Regional
Modus Nikah Siri, Pelajar Dibawa Kabur dan Dicabuli Berkali-kali

Modus Nikah Siri, Pelajar Dibawa Kabur dan Dicabuli Berkali-kali

Regional
Hati-hati, 80 Persen Pintu Perlintasan Kereta Api Tidak Dijaga

Hati-hati, 80 Persen Pintu Perlintasan Kereta Api Tidak Dijaga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X