Kantor PT Freeport Diserang KKB, 1 Karyawan Tewas dan 2 Luka-luka

Kompas.com - 31/03/2020, 15:56 WIB
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Herman Asaribab sedang mengunjungi salah satu pos pengamanan yang ada di Kabupaten Mimika, Papua, Sabtu (7/3/2020) Dok Humas Polda PapuaKapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Herman Asaribab sedang mengunjungi salah satu pos pengamanan yang ada di Kabupaten Mimika, Papua, Sabtu (7/3/2020)
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Kelompok kriminal bersenjata ( KKB) menyerang perkantoran PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana, Mimika, Papua, pada Senin (30/3/2020).

Akibat kejadian itu tiga karyawan PT Freeport menjadi korban.

Adapun korban tersebut di antaranya adalah warga negara asing (WNA) asal New Zeland bernama Graeme Thomas Weal (57) meninggal dunia.

Sedangkan dua karyawan lainnya bernama Jibril MA Bahar (49) dan Ucok Simanungkalit (57) terluka.

Jibril diketahui mengalami luka tembak pada perut bagian kanan dan paha kanan.

Sedangkan Ucok mengalami luka tembak di siku kanan dan punggung belakang.

Baca juga: Kapolda Menduga 3 Karyawan Freeport Korban Penembakan Merupakan Target dari KKB

Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw mengatakan, dari keterangan sejumlah saksi, pelaku penyerangan perkantoran PT Freeport tersebut berjumlah delapan orang dengan membawa senjata laras panjang.

“Dugaan kami bahwa mereka sudah masuk sejak malam, sehingga sudah mengetahui atau menguasai lokasi ini. Mereka melakukan penembakan dari arah depan dan samping kantor," ujar Paulus, Selasa (31/3/2020).

Terpisah, Vice President Corporate Communications PTFI Riza Pratama saat dihubungi Kompas.com mengatakan, akibat penyerangan yang dilakukan KKB tersebut seluruh karyawan telah dievakuasi dari kantor PT Freeport di Kuala Kencana.

Baca juga: WN Selandia Baru Jadi Korban Penembakan KKB di Papua, Dubes Sampaikan Belasungkawa

“Pasukan keamanan pemerintah dan pihak sekuriti perusahaan telah mengamankan lokasi kejadian dan telah mengevakuasi semua karyawan dari kantor dan kawasan yang berada di dekatnya,” kata terangnya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, pihaknya juga mengimbau para karyawan untuk lebih waspada dan segera melapor ketika ada yang mencurigakan.

“Setiap orang tetap waspada dan berhati-hati dan melaporkan segala sesuatu yang mencurigakan di komunitas dan area kerja,” tuturnya.

Penulis : Irsul Panca Aditra, Devina Halim | Editor : David Oliver Purba, Diamanty Meiliana



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terima Transfer Rp 51 Juta dari BCA, Ardi Mengira Komisi Jual Mobil, Kini Ditahan Meski Berusaha Mengembalikan

Terima Transfer Rp 51 Juta dari BCA, Ardi Mengira Komisi Jual Mobil, Kini Ditahan Meski Berusaha Mengembalikan

Regional
Polisi Ungkap Prostitusi Online Tawarkan Threesome, Muncikari dan Admin Grup Chat Ditangkap

Polisi Ungkap Prostitusi Online Tawarkan Threesome, Muncikari dan Admin Grup Chat Ditangkap

Regional
Besan Bacok Besan di Aceh Timur, gara-gara Menantu Terlalu Cepat Melahirkan

Besan Bacok Besan di Aceh Timur, gara-gara Menantu Terlalu Cepat Melahirkan

Regional
Gunung Sinabung Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran dan Erupsi

Gunung Sinabung Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran dan Erupsi

Regional
DPD Demokrat Sulut Sebut Kadernya Dirayu untuk Mendukung KLB

DPD Demokrat Sulut Sebut Kadernya Dirayu untuk Mendukung KLB

Regional
Rekonstruksi Ibu Kandung Bunuh Bayi 9 Bulan, Hidung Korban Ditekan hingga Memar agar Telan Racun

Rekonstruksi Ibu Kandung Bunuh Bayi 9 Bulan, Hidung Korban Ditekan hingga Memar agar Telan Racun

Regional
Dilantik Jadi Wabup OKU, Johan Anuar Terdakwa Korupsi Lahan Kuburan Boleh Keluar Rutan

Dilantik Jadi Wabup OKU, Johan Anuar Terdakwa Korupsi Lahan Kuburan Boleh Keluar Rutan

Regional
Puluhan Wartawan di Banyumas Disuntik Vaksin Covid-19

Puluhan Wartawan di Banyumas Disuntik Vaksin Covid-19

Regional
11.490 Vaksin Tahap Kedua Tiba di Riau, Ini Daftar Golongan Penerima

11.490 Vaksin Tahap Kedua Tiba di Riau, Ini Daftar Golongan Penerima

Regional
Tamu Berjoget Tanpa Masker, Koordinator Resepsi hingga Pengelola Gedung Diinterogasi Polisi

Tamu Berjoget Tanpa Masker, Koordinator Resepsi hingga Pengelola Gedung Diinterogasi Polisi

Regional
Ini Penyebab Perselisihan Wali Kota Tegal dan Wakilnya yang Berujung Laporan Polisi

Ini Penyebab Perselisihan Wali Kota Tegal dan Wakilnya yang Berujung Laporan Polisi

Regional
Pemkot Pontianak Tetapkan Status Siaga Karhutla

Pemkot Pontianak Tetapkan Status Siaga Karhutla

Regional
Selundupkan Ganja dalam Bantal Saat Besuk Anak di Lapas, Ibu Ini Ditangkap, Begini Kronologinya

Selundupkan Ganja dalam Bantal Saat Besuk Anak di Lapas, Ibu Ini Ditangkap, Begini Kronologinya

Regional
Kronologi Pasutri di Lamongan Ditangkap karena Narkoba, Istri Simpan Sabu di Celana Dalam

Kronologi Pasutri di Lamongan Ditangkap karena Narkoba, Istri Simpan Sabu di Celana Dalam

Regional
Diduga Jual Senjata kepada KKB di Papua, 5 Orang Ditangkap di Kabupaten Nabire

Diduga Jual Senjata kepada KKB di Papua, 5 Orang Ditangkap di Kabupaten Nabire

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X