Ini Kawasan yang Diguyur Hujan Abu Letusan Gunung Merapi

Kompas.com - 27/03/2020, 15:27 WIB
Mobil warga Desa Bumirejo, Kecamatan Mungkid, tertutup abu vulkanis akibat erupsi Merapi, Jumat (27/3/2020). KOMPAS.COM/IKA FITRIANAMobil warga Desa Bumirejo, Kecamatan Mungkid, tertutup abu vulkanis akibat erupsi Merapi, Jumat (27/3/2020).

MAGELANG, KOMPAS.com- Hujan abu mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Magelang setelah gunung Merapi meletus, sekitar 10.46 WIB, Jumat (27/3/2020).

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edy Susanto mencatat, sebaran abu meliputi Kecamatan Dukun dan Kecamatan Sawangan.

Kecamatan Dukun meliputi Desa Krinjing, Sewukan, Talun, Dukun, Ngadipuro, Ngargomulyo dan Sengi.

Baca juga: Imbas Letusan Gunung Merapi, Magelang Diguyur Hujan Abu

Sedangkan Kecamatan Sawangan meliputi Desa Krogowanan, Sawangan, Kapuhan, Ketep, Mangunsari, dan Gondowangi.

"Wilayah sebaran abu meliputi wilayah tesebut, berdasarkan laporan sampai dengan pukul 12.03 WIB," jelas Edy, melalui pesan singkat, Jumat siang.

Kepala Desa Dukun, Kecamatan Dukun, Tanto Heryanto, mengatakan hujan abu disertai pasir terjadi di wilayahnya sekitar 11.02 WIB.

Hujan abu juga terjadi di Desa Sumber, Krinjing, Keningar dan Ngargomulyo.

"Hujan abu disertai pasir terjadi di Desa Dukun pukul 11.02 WIB. Cukup deras," kata Tanto saat dihubungi.

Baca juga: Gunung Merapi Erupsi, Bandara Yogyakarta dan Solo Tetap Beroperasi

Pantauan Kompas.com, hujan abu juga mengguyur sebagian wilayah Kecamatan Mungkid, Kecamatan Mertoyudan, dan Kecamatan Salaman.

Abu vulkanis tampak menutup jalan, genting rumah, mobil, pohon dan lainnya.

 

Salah satu warga Desa Bumirejo, Kecamatan Mungkid, Solikhah Ambar menceritakan, hujan abu tiba-tiba menguyur sekitar perumahannya.

Jalanan, atap rumah, jemuran pakaian dan mobil yang terparkir di depan rumahnya tertutup abu cukup tebal.

"Saya sedang dari dalam rumah, kemudian keluar kok terlihat agak gelap, jemuran, mobil, sudah putih tertutup abu. Informasi yang saya terima, ternyata gunung Merapi erupsi," ungkap Solikhah.

Baca juga: Fakta Terkini Merapi Erupsi, Magelang Diguyur Hujan Abu, Terdengar Suara Gemuruh

Erupsi Merapi pada hari ini tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 milimeter dan durasi 7 menit.

Teramati tinggi kolom erupsi sekitar 5.000 meter dari puncak.

Arah angin saat erupsi mengarah ke Barat Daya. Sejauh ini status gunung teraktif di Indonesia itu masih waspada, sejak 21 Mei 2018.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Saya dan Istri Langsung Syok, Ternyata Anak Kami Satu-satunya Sudah Meninggal'

"Saya dan Istri Langsung Syok, Ternyata Anak Kami Satu-satunya Sudah Meninggal"

Regional
Cerita Mulyadi Tahu Anaknya Tewas Kecelakaan dari Media Sosial Setelah 11 Hari Pergi dari Rumah

Cerita Mulyadi Tahu Anaknya Tewas Kecelakaan dari Media Sosial Setelah 11 Hari Pergi dari Rumah

Regional
Kampus Unanda Palopo Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 6 Miliar

Kampus Unanda Palopo Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 6 Miliar

Regional
Soal Ditutupnya Obyek Wisata Dusun Semilir Semarang, Nekat Langgar Protokol Kesehatan Meski Sudah Diperingatkan

Soal Ditutupnya Obyek Wisata Dusun Semilir Semarang, Nekat Langgar Protokol Kesehatan Meski Sudah Diperingatkan

Regional
Pamit Pergi Berenang, Seorang ASN Ditemukan Tewas di Laut

Pamit Pergi Berenang, Seorang ASN Ditemukan Tewas di Laut

Regional
Terungkap, Ini Identitas Pria yang Tewas Ditabrak Truk Tangki Saat Bersila di Jalan

Terungkap, Ini Identitas Pria yang Tewas Ditabrak Truk Tangki Saat Bersila di Jalan

Regional
Cerita Serka Silvi Tinggalkan 2 Anak Balita demi Misi PBB ke Lebanon: Berat tapi Saya Tegarkan Hati

Cerita Serka Silvi Tinggalkan 2 Anak Balita demi Misi PBB ke Lebanon: Berat tapi Saya Tegarkan Hati

Regional
469 Petugas KPPS Kota Padang Reaktif Covid-19, Jika Positif Tidak Akan Diganti

469 Petugas KPPS Kota Padang Reaktif Covid-19, Jika Positif Tidak Akan Diganti

Regional
Lonjakan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah dan Data yang Tak Selaras

Lonjakan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah dan Data yang Tak Selaras

Regional
Jelang Pencoblosan Pilkada, Kota Serang, Cilegon dan Tangsel Masuk Zona Merah

Jelang Pencoblosan Pilkada, Kota Serang, Cilegon dan Tangsel Masuk Zona Merah

Regional
Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Ikut Pilkada, Mencoblos di TPS Terdekat

Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Ikut Pilkada, Mencoblos di TPS Terdekat

Regional
Edarkan 'Pil Setan' ke Pelajar, Pria Asal Cianjur Diringkus Polisi

Edarkan "Pil Setan" ke Pelajar, Pria Asal Cianjur Diringkus Polisi

Regional
Diminta Klarifikasi Kampanye Bagi-bagi Kartu, Calon Bupati Ogan Ilir Mangkir Dipanggil Bawaslu

Diminta Klarifikasi Kampanye Bagi-bagi Kartu, Calon Bupati Ogan Ilir Mangkir Dipanggil Bawaslu

Regional
Modus Nikah Siri, Pelajar Dibawa Kabur dan Dicabuli Berkali-kali

Modus Nikah Siri, Pelajar Dibawa Kabur dan Dicabuli Berkali-kali

Regional
Hati-hati, 80 Persen Pintu Perlintasan Kereta Api Tidak Dijaga

Hati-hati, 80 Persen Pintu Perlintasan Kereta Api Tidak Dijaga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X