Kompas.com - 27/03/2020, 13:43 WIB
Anggota Komisi V DPRD Jabar Yod Mintaraga, memimpin penyemprotan disinfektan di beberapa perkantoran pemerintah wilayah Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (27/3/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAAnggota Komisi V DPRD Jabar Yod Mintaraga, memimpin penyemprotan disinfektan di beberapa perkantoran pemerintah wilayah Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (27/3/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Yod Mintaraga meminta Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk lebih pro aktif dalam penanganan virus corona.

Selama ini, Pemkab yang memiliki 39 kecamatan itu dinilai paling minim dalam memberikan informasi terkait data update potensi penyebaran Covid-19.

Menurut Yod yang juga anggota Dewan dari Tasikmalaya, hal itu diketahui berdasarkan informasi dari warga dan pengalaman dia sendiri.

Baca juga: Perwira Polisi yang Pukul Tiga Bintara Akhirnya Ditahan Propam

"Terutama Dinas Kesehatan, saya pernah minta langsung data ke kepalanya, sampai sekarang belum dikasih," kata anggota Komisi V DPRD Jawa Barat tersebut kepada wartawan, Jumat (27/3/2020).

Padahal, menurut Yod, data yang dia minta tersebut nantinya akan menjadi acuan kondisional Pemkab Tasikmalaya untuk mendapatkan bantuan dana darurat dari Pemprov Jabar.

Namun, menurut Yod, pihak eksekutif Pemkab Tasikmalaya malah terlihat tidak serius.

"Ini aneh juga, kenapa respons Pemkab Tasikmalaya begitu lamban dan berbeda dengan wilayah Kota Tasikmalaya yang terlihat begitu aktif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ini ada apa sebenarnya," kata Yod.

Baca juga: Warga Jabar yang Penghasilannya Terdampak Covid-19 Dapat Bantuan Rp 500.000

Yod menilai, selama ini belum terlihat gerakan masif penanganan Covid-19 di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Menurut dia, selama ini justru yang paling sibuk di tataran bawah seperti kecamatan dan desa.

Mereka terlihat aktif turun langsung ke lapangan, tanpa ada instruksi langsung dari pimpinan Kabupaten.

"Sekarang kan jadi terkesan yang sibuk pejabat di bawah seperti kecamatan dan desa. Mereka pro aktif ikut waspada dan gencar sosialisasi masyarakat tanpa ada instruksi sebelumnya dari bupatinya. Jangan sampai menunggu lagi korban jiwa akibat corona, baru bergerak, lucu itu," kata Yod.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X