Diduga Asal Unggah, Seorang Perempuan Ditangkap karena Sebar Hoaks Corona

Kompas.com - 23/03/2020, 19:45 WIB
Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra (kedua kanan) didampingi Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto (kedua kiri) dalam konferensi pers kasus hoaks corona dengan pelaku berinisial DW (kanan) di Mapolda NTB, Senin (23/3/2020). (ANTARA/Dhimas B.P.) hoaks coronaDirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra (kedua kanan) didampingi Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto (kedua kiri) dalam konferensi pers kasus hoaks corona dengan pelaku berinisial DW (kanan) di Mapolda NTB, Senin (23/3/2020). (ANTARA/Dhimas B.P.)

KOMPAS.com - Seorang perempuan berinisial DW (21) asal Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, ditangkap polisi setelah diduga menyebar informasi hoaks tentang corona.

Dilansir dari Antara, Senin (23/3/2020), DW menyebar informasi yang dia dapat dari sebuah akun atas nama Sirru Wathoni, yang menyebut Desa Montong Gamang sudah terjangkit corona.

Lalu, informasi itu segera diunggah lagi oleh DW melalu akun Facebooknya bernama "Dhewy Cheeby Chubby".

"Dia tidak mengecek kembali isi unggahan itu (status milik Sirru Wathoni) dan langsung membuat unggahan baru melalui akunnya sendiri," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra.

Baca juga: Kisah Para Petugas Tegakkan Social Distancing, dari Pembubaran Resepsi hingga Gerebek Kafe

Setelah menjalani pemeriksaan, DW pun mengaku minta maaf dan menyesal.

"Saya minta maaf atas postingan saya. Saya membuat itu setelah membaca status teman saya di Facebook," kata DW.

DW pun telah ditetapkan sebagai tersangka pelanggar Pasal 28 Ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 19/2016 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11/2008 tentang Informasi dam Transaksi Elektronik (ITE).

Namun, polisi memberi keringanan dengan memberi sanksi wajib lapor kepada DW.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Regional
Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Regional
Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Regional
4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

Regional
Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Regional
Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Regional
HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

Regional
Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Regional
Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Regional
Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Regional
Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami 'Lockdown' Kampus

Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami "Lockdown" Kampus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X