Aksi Tolak Omnibus Law Dibubarkan Polisi, Ada yang Pingsan Dipukul Aparat

Kompas.com - 23/03/2020, 18:54 WIB
suasana pembubaran KOMPAS.COM/IDHAM KHALIDsuasana pembubaran
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Aksi unjuk rasa yang dilakukan Aliansi Masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) dibubarkan polisi, Senin (23/3/2020).

Massa aksi yang menuntut dibatalkannya Rancangan Undang-Undang Omnibus Law itu kocar-kacir saat dipukul mundur aparat kepolisian.

Korlap aksi, Angga mengecam sikap represif yang dilakukan aparat keamanan tersebut.

Terlebih, sebelum menggelar aksi unjuk rasa itu pihaknya menganggap sudah memasukan surat sesuai prosedur yang ditentukan.

Baca juga: Darurat Virus Corona, Polisi Bubarkan Acara Hajatan dan Pengunjung Kafe

Akibat sikap represif yang dilakukan aparat tersebut, bahkan salah seorang massa aksi diketahui ada yang jatuh pingsan.

"Tadi ada yang pukul, bahkan massa aksinya sampai pingsan dipukul," kata Angga.

Sementara itu, Kabag OPS Polres Mataram Kompol Taufik menyampaikan, pembubaran aksi unjuk rasa tersebut dilakukan sesuai dengan surat maklumat Kapolri.

Dalam surat Maklumat Kapolri tentang kepatuhan kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus corona, salah satunya tidak mengadakan sosialisasi kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa, seperti aksi unjuk rasa.

"Jadi harus dibubarkan, ini sesuai dengan surat edaran Kapolri," kata Taufik saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin.

Penulis : Kontributor Lombok Tengah, Idham Khalid | Editor : David Oliver Purba



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertahun-tahun Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bima Nekat Terjang Sungai

Bertahun-tahun Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bima Nekat Terjang Sungai

Regional
Teriak 'Bunuh..Bunuh', Pedemo Rumah Mahfud MD Ditetapkan Tersangka

Teriak "Bunuh..Bunuh", Pedemo Rumah Mahfud MD Ditetapkan Tersangka

Regional
Anggota DPRD Diduga Jadi Penadah Hasil Rampokan Oknum Polisi di Lampung

Anggota DPRD Diduga Jadi Penadah Hasil Rampokan Oknum Polisi di Lampung

Regional
Cerita Nenek Lumpuh di Pematangsiantar Pasrah Tenggelam Saat Banjir

Cerita Nenek Lumpuh di Pematangsiantar Pasrah Tenggelam Saat Banjir

Regional
Bunuh Anak Tirinya, Perempuan Ini Sempat Mengaku Korban Meninggal karena Sakit

Bunuh Anak Tirinya, Perempuan Ini Sempat Mengaku Korban Meninggal karena Sakit

Regional
13 Pejabat Bantaeng Positif Covid-19, Alami Gejala Demam dan Batuk

13 Pejabat Bantaeng Positif Covid-19, Alami Gejala Demam dan Batuk

Regional
Sudah 2 Pekan Jalan Penghubung Rohul-Bengkalis Terendam Banjir

Sudah 2 Pekan Jalan Penghubung Rohul-Bengkalis Terendam Banjir

Regional
Gunung Ile Lewotolok Meletus 3 Kali pada Hari Ini

Gunung Ile Lewotolok Meletus 3 Kali pada Hari Ini

Regional
62 Kades di Jateng Langgar Netralitas Pilkada, Bawaslu Lapor ke Mendagri

62 Kades di Jateng Langgar Netralitas Pilkada, Bawaslu Lapor ke Mendagri

Regional
Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Perairan Pulau Komodo

Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Perairan Pulau Komodo

Regional
Ambisi Sumedang Jadikan Waduk Jatigede Wisata Kelas Dunia, Ingin Kalahkan Banyuwangi

Ambisi Sumedang Jadikan Waduk Jatigede Wisata Kelas Dunia, Ingin Kalahkan Banyuwangi

Regional
Viral Video Warga Bermain Genangan Air Setinggi Paha di Pinggir Jalan, Ini Respons Pemkot Cilegon

Viral Video Warga Bermain Genangan Air Setinggi Paha di Pinggir Jalan, Ini Respons Pemkot Cilegon

Regional
Polrestabes Surabaya Beri Hadiah Rp 5 Juta bagi Warga, Jika Ungkap Politik Uang Jelang Coblosan

Polrestabes Surabaya Beri Hadiah Rp 5 Juta bagi Warga, Jika Ungkap Politik Uang Jelang Coblosan

Regional
Dua Polisi dan Seorang Pecatan Brimob Berkomplot Rampok Truk Kompos

Dua Polisi dan Seorang Pecatan Brimob Berkomplot Rampok Truk Kompos

Regional
Zairullah Azhar-Muhammad Rusli Soroti Minimnya Infrastruktur di Pedesaan

Zairullah Azhar-Muhammad Rusli Soroti Minimnya Infrastruktur di Pedesaan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X