RS di Yogyakarta, Bali dan Sukabumi Isolasi Warga yang Batuk Pilek Sepulang Umrah, Satu Meninggal, Ini Faktanya

Kompas.com - 03/03/2020, 16:00 WIB
Ilustrasi umrah Shutterstock.comIlustrasi umrah

KOMPAS.com- Tiga orang Warga Negara Indonesia (WNI) diisolasi sepulang menunaikan ibadah umrah.

Satu orang merupakan warga Kecamatan Cisaat, Sukabumi berinisial T (57).

Sedangkan satu orang lainnya adalah R (73) yang kini mendapatkan perawatan di RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta.

Satu orang lagi merupakan warga Bali.

Baca juga: Ketua Komisi VIII Pastikan Jemaah Umrah yang Tertunda Keberangkatannya Tak Akan Dirugikan

Sukabumi

Ilustrasi jemaah umrahShutterstock Ilustrasi jemaah umrah
Sepasang suami istri asal Sukabumi pulang menjalankan ibadah umrah dam sempat transit di Abu Dhabi.

T dan suaminya, S (58) mengeluh batuk, pilek, demam dan sesak napas.

Mereka kemudian datang ke IGD RSUD R Syamsudin, Kota Sukabunmi.

S kemudian dinyatakan dalam kategori pemantauan sesuai protap.

"Untuk nyonya T dari hasil konsultasi akhirnya kita tetapkan dalam kategori pengawasan dan langsung dipindahkan ke ruang isolasi," kata Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi.

Baca juga: Pulang Umrah, Pasien di Sukabumi Meninggal Saat Diisolasi, Wali Kota Sebut Sakit Jantung

Namun T kemudian meninggal dunia saat diisolasi.

Achmad menegaskan, penyebab meninggalnya T belum dipastikan lantaran corona.

Sebab perlu pemeriksaan Laboratorium Balitbang Kesehatan Kemenkes untuk memastikan jangkitan corona.

Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil laboratorium.

"Jadi sementara kami masih berkeyakinan bahwa meninggalnya pasien lebih dikarenakan kondisi penyakit jantung yang diderita pasien," katanya.

Ia mengimbau warga Sukabumi tak panik dan resah.

Baca juga: Umrah Tertunda karena Virus Corona, Jemaah: Alhamdulillah, Allah Masih Melindungi Saya

Yogyakarta

RS Sardjito di Jalan Kesehatan No 1, Senolowo, Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. RS Sardjito di Jalan Kesehatan No 1, Senolowo, Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito, Sleman, DIY mengisolasi seorang pasien yang batuk dan flu sepulang umrah.

Pasien berinisial R itu adalah perempuan berusia 73 tahun.

"Kami peroleh informasi pasien habis kunjungan umroh. Kita lakukan (pemeriksaan) sesuai standar biasa, cuman kita kok dari (pemeriksaan) klinisnya tidak curiga itu bentuk Covid-19 (virus corona)," kata Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan, seperti dilansir dari Tribun Solo.

Namun pasien tersebut tetap diisolasi lantaran mengalami batuk serta flu.

Pihak rumah sakit menegaskan, penyebab flu terdiri dari berbagai jenis.

"Nah ini salah satunya tidak mengarah ke sana (COVID-19), kita berharap ini negtif COVID-19. Kami belum mengkategorikan suspect (corona)," ujar dia.

Pihak rumah sakit masih menunggu hasil laboratorium dari Kemenkes untuk memastikan kondisi pasien terinfeksi corona atau tidak.

Baca juga: Ketua PBNU Said Aqil Siradj Sebut Larangan Sementara Umrah Sudah Tepat

Bali

Kepala Dinas Kesehatan Bali, I Ketut Suarjaya.KOMPAS.com/IMAM ROSIDIN Kepala Dinas Kesehatan Bali, I Ketut Suarjaya.

Dua warga Bali yang baru saja kembali dari umrah diobservasi di rumah sakit di Bali.

Satu warga tersebut dinyatakan negatif dan diizinkan pulang.

"Yang setelah umrah ada dua pasien dari habis umrah satu laki satu perempuan umur 67 tahun. Satu negatif, tinggal satu lagi saja yang masih menunggu (laboratorium)," kata Kepala Dinas Kesehatan Bali I Ketut Suarjaya.

Pasien yang baru kembali dari ibadah umrah itu dirujuk ke BRSU Tabanan.

Dinas Kesehatan hingga kini masih menunggu hasil laboratorium.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah Arab Saudi kini telah menangguhkan seluruh kunjungan ke negara tersebut, termasuk untuk tujuan umrah.

Penangguhan ini dilakukan untuk menghindari penyebaran virus corona COVID-19.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Budiyanto |Editor: farid Assifa, Teuku Muhammad Valdy Arief), Tribun Solo



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X