Kompas.com - 02/03/2020, 17:30 WIB

BATAM, KOMPAS.com - Empat orang warga Singapura yang positif terjangkit virus corona, diketahui pernah ke Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Saat ini, ada 15 orang yang sedang dikarantina di Batam.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Tjetjep Yudiana membenarkan informasi tersebut saat dikonfirmasi oleh Kompas.com.

"Alhamdulillah, sejauh ini 15 orang tersebut dalam kondisi sehat dan setiap hari terus kami pantau kesehatan mereka," kata Tjetjep, Senin (2/3/2020).

Baca juga: Ridwan Kamil: Jawa Barat Siaga Satu Virus Corona

Kendati demikian, Tjetjep meminta masyarakat Batam khususnya dan Kepri secara umum untuk tetap tenang, karena sampai saat ini 15 orang tersebut masih dikaratina.

Bahkan, semuanya telah melewati masa inkubasi selama tujuh hari.

Namun, masih ada tujuh hari lagi untuk memastikan 15 orang tersebut sehat dan negatif virus corona.

Kunjungan warga Singapura

Tjetjep menceritakan, kejadian ini bermula saat ada enam orang warga Singapura berkunjung ke Batam.

Keenam WNA ini diketahui masih memiliki hubungan kekeluarga dan satu dari mereka memiliki rumah di Batam.

Mereka masuk Batam pada 20 dan 21 Februari 2020.

Baca juga: Dinkes Jabar Lacak Orang yang Kontak dengan 2 Pasien Virus Corona

Kemudian, keenam orang tersebut kembali ke Singapura pada 23 Februari 2020.

Setelah dilakukan pengecekan, dua dinyatakan positif terjangkit virus corona dan pada 29 Februari 2020 langsung diisolasi.

Keesokan harinya, pada 1 Maret 2020, 2 orang lagi dinyatakan positif dan juga langsung diisolasi oleh Pemerintah Singapura.

"Saat ini, dari keenamnya, 4 dinyatakan positif dan 2 orang lainnya masih karantina oleh Pemerintah Singapura," kata Tjetjep.

Diduga menular ke warga Batam

Selama tiga hari dan dua malam di Batam, keenam warga Singapura tersebut bertemu dengan satu orang pembantu dan sopir mereka.

Baca juga: Indonesia Positif Corona, Berikut 10 Cara Mencegah Penyebaran Virus Corona

Selanjutnya, sopir dan pembantu tersebut juga bertemu dengan keluarga mereka masing-masing.

Bahkan, pembantu juga bertemu dengan satu orang tukang ojek yang selama tiga hari itu mengantar dirinya dari rumah ke kediaman warga Singapura tersebut.

"Saat ini semuanya sudah dikarantina, bahkan sampai hari ketujuh masa inkubasi, semua dalam keadaan sehat," kata Tjetjep.

Untuk sopir yang pernah mengantar, saat ini dikarantina bersama istri dan dua orang anaknya.

Sementara, untuk pembantu, dikarantina bersama sembilan keluarganya yang tinggal bersama.

Kemudian, ditambah satu orang tukang ojek yang kerap mengantar jemput dirinya.

"Jadi total keseluruhan yang kami lakukan karantina ada 15 orang," ujar Tjetjep.

Tjetjep berharap agar masyarakat Kepri tidak perlu cemas dengan kejadian ini.

Sebab, di Batam sama sekali belum ada pasien yang positif terpapar virus corona.

"Artinya keempat pasien yang positif corona tersebut masuk ke Batam dalam kondisi masa inkubasi, karena mereka telah terjangkitnya di Singapura," kata Tjetjep.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Bentuk Timsus untuk Atasi Masalah Pembebasan Lahan Proyek Tol Semarang-Demak

Ganjar Bentuk Timsus untuk Atasi Masalah Pembebasan Lahan Proyek Tol Semarang-Demak

Regional
Rombongan Benchmarking Sumedang Bertolak ke Helsinki, Bupati Dony: Kami Akan Adopsi Best Practices Finlandia

Rombongan Benchmarking Sumedang Bertolak ke Helsinki, Bupati Dony: Kami Akan Adopsi Best Practices Finlandia

Regional
Mobil Dinas Camat Sudah Tak Layak Jalan, Pemkab Bojonegoro Siapkan 28 Toyota Rush Senilai Rp 7,72 Miliar

Mobil Dinas Camat Sudah Tak Layak Jalan, Pemkab Bojonegoro Siapkan 28 Toyota Rush Senilai Rp 7,72 Miliar

Regional
Program Puspa, Inovasi Dinas Kesehatan Jabar untuk Atasi Covid-19

Program Puspa, Inovasi Dinas Kesehatan Jabar untuk Atasi Covid-19

Regional
Disparbud Trenggalek Gelar FGD untuk Edukasi 35 Kades tentang Pengembangan Desa Wisata

Disparbud Trenggalek Gelar FGD untuk Edukasi 35 Kades tentang Pengembangan Desa Wisata

Regional
Rumahnya Direnovasi Bobby Nasution, Warga Medan Labuhan: Kedatangan Pak Wali Membawa Berkah

Rumahnya Direnovasi Bobby Nasution, Warga Medan Labuhan: Kedatangan Pak Wali Membawa Berkah

Regional
Bupati Jekek Tegaskan Wonogiri Manfaatkan KPJ untuk Tekan Angka Kematian Bayi

Bupati Jekek Tegaskan Wonogiri Manfaatkan KPJ untuk Tekan Angka Kematian Bayi

Regional
Bupati Jekek: Dengan 'Telunjuk Sakti' Pelayanan Administrasi Kependudukan Hanya 15 Menit

Bupati Jekek: Dengan "Telunjuk Sakti" Pelayanan Administrasi Kependudukan Hanya 15 Menit

Regional
Zona Blok Masela dan Potensi 'Provinsi Prisai' Indonesia

Zona Blok Masela dan Potensi "Provinsi Prisai" Indonesia

Regional
Riau Lampaui Target Investasi, Gubri Minta Pemerintah Pusat Bantu Bangun Infrastruktur

Riau Lampaui Target Investasi, Gubri Minta Pemerintah Pusat Bantu Bangun Infrastruktur

Regional
Pemprov Riau Hibahkan 3 Unit Eks Venue kepada UIR

Pemprov Riau Hibahkan 3 Unit Eks Venue kepada UIR

Regional
Cianjur: Build Back Better

Cianjur: Build Back Better

Regional
Lepas Ekspor Sarden Banyuwangi ke Australia Senilai 2,7 Juta Dollar AS, Mendag Zulkifi: Kita Patut Bangga

Lepas Ekspor Sarden Banyuwangi ke Australia Senilai 2,7 Juta Dollar AS, Mendag Zulkifi: Kita Patut Bangga

Regional
Upaya Dinkes Jawa Barat Mewujudkan Zero Stunting

Upaya Dinkes Jawa Barat Mewujudkan Zero Stunting

Regional
BERITA FOTO: Tangis Pilu Deden, Anak dan Istrinya Tewas Tertimbun Longsor

BERITA FOTO: Tangis Pilu Deden, Anak dan Istrinya Tewas Tertimbun Longsor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.