Inovatif, Aspal Jalan di Semarang Berbahan Baku Sampah Plastik Kresek

Kompas.com - 17/02/2020, 23:45 WIB
Pengaspalan di area Udinus Semarang berbahan baku cairan berbahan baku ramah lingkungan dari campuran sampah plastik. KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAPengaspalan di area Udinus Semarang berbahan baku cairan berbahan baku ramah lingkungan dari campuran sampah plastik.

SEMARANG,KOMPAS.com - Sampah plastik seperti kantong kresek rupanya bisa didaur ulang menjadi bahan baku pembuatan aspal jalanan.

Seperti di Kota Semarang, pengaspalan berbahan baku ramah lingkungan kini mulai diterapkan di Jalan Yudistira hingga Jalan Arjuna Raya, Kelurahan Pendrikan Kidul, Semarang Tengah.

Dalam kegiatan pengaspalan di area tersebut membutuhkan sekitar 444 ton aspal dan 1,6 ton sampah plastik yang sudah dicacah untuk Jalan sepanjang hampir 1 kilometer (964 m).

Inovasi tersebut dilakukan Fakultas Teknik Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang sebagai bentuk kepedulian terhadap sampah plastik yang semakin tahun terus menggunung di Kota Semarang.

Baca juga: Batu Alam di Area Monas Akan Dilapisi Aspal untuk Jadi Lintasan Formula E

Dekan Fakultas Teknik Udinus Retno Sawitri menjelaskan, penggunaan plastik sebagai campuran aspal akan menambah kekuatan aspal dari kerusakan sebesar 40 persen, jika dibandingkan dengan aspal tanpa plastik.

"Kekuatan aspal plastik sudah diteliti di Pusjatan Bandung dan BBPJN 7 Surabaya dan kegiatan ini sebagai langkah pengurangan limbah plastik di Semarang," kata Retno di Semarang, Senin (17/2/2020).

Menurut Retno, pemilihan sampah kresek sebagai bahan baku utama dikarenakan jenis sampah tersebut tak memiliki nilai ekonomis.

Jenis sampah plastik yang digunakan pun berasal dari sampah berjenis kresek kering dan harus dengan keadaan bersih.

"Dalam prosesnya pencacahan dilakukan dengan tiga mesin pencacah dengan hasil cacahan ideal 3 mm. Jika ukuran tak ideal maka tak bisa menjadi campuran aspal. Sedangkan untuk presentase campuran plastik yakni 6 persen dari total aspal yang dibutuhkan,” tuturnya.

Baca juga: Warga Gunakan Air yang Menyembur dari Celah Aspal Jalan untuk Cuci Motor

Sementara itu, Rektor Udinus Edi Noersasongko menceritakan, semula ia prihatin saat mengetahui pembuangan sampah yang ada di Semarang terbilang cukup tinggi.

"Setelah itu kita teliti sampah yang ada di perkampungan, kemudian kita putuskan untuk memproduksi aspal dari plastik. Salah satunya menggerakan 4.000 mahasiswa bawa sampah plastik. Tapi karena kebutuhan kita mencapai 3 ton, maka kita cari pasokan di Bantar gebang. Itupun belum mencukupi. Akhirnya kita mengajak ibu-ibu PKK," jelasnya.

Di sisi lain, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menargetkan tahun depan wilayahnya sudah memakai aspal plastik.

"Kita sudah instruksikan DPU untuk mengerjakan proyek ini mulai 2021 mendatang," ujarnya. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buat Kerumunan di Yogyakarta, Indonesian Scooter Festival Dibubarkan

Buat Kerumunan di Yogyakarta, Indonesian Scooter Festival Dibubarkan

Regional
Debat Publik Pilkada Surabaya, Kedua Paslon Ungkap Gagasan Jaga Toleransi

Debat Publik Pilkada Surabaya, Kedua Paslon Ungkap Gagasan Jaga Toleransi

Regional
Bertahun-tahun Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bima Nekat Terjang Sungai

Bertahun-tahun Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bima Nekat Terjang Sungai

Regional
Teriak 'Bunuh..Bunuh', Pedemo Rumah Mahfud MD Ditetapkan Tersangka

Teriak "Bunuh..Bunuh", Pedemo Rumah Mahfud MD Ditetapkan Tersangka

Regional
Anggota DPRD Diduga Jadi Penadah Hasil Rampokan Oknum Polisi di Lampung

Anggota DPRD Diduga Jadi Penadah Hasil Rampokan Oknum Polisi di Lampung

Regional
Cerita Nenek Lumpuh di Pematangsiantar Pasrah Tenggelam Saat Banjir

Cerita Nenek Lumpuh di Pematangsiantar Pasrah Tenggelam Saat Banjir

Regional
Bunuh Anak Tirinya, Perempuan Ini Sempat Mengaku Korban Meninggal karena Sakit

Bunuh Anak Tirinya, Perempuan Ini Sempat Mengaku Korban Meninggal karena Sakit

Regional
13 Pejabat Bantaeng Positif Covid-19, Alami Gejala Demam dan Batuk

13 Pejabat Bantaeng Positif Covid-19, Alami Gejala Demam dan Batuk

Regional
Sudah 2 Pekan Jalan Penghubung Rohul-Bengkalis Terendam Banjir

Sudah 2 Pekan Jalan Penghubung Rohul-Bengkalis Terendam Banjir

Regional
Gunung Ile Lewotolok Meletus 3 Kali pada Hari Ini

Gunung Ile Lewotolok Meletus 3 Kali pada Hari Ini

Regional
62 Kades di Jateng Langgar Netralitas Pilkada, Bawaslu Lapor ke Mendagri

62 Kades di Jateng Langgar Netralitas Pilkada, Bawaslu Lapor ke Mendagri

Regional
Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Perairan Pulau Komodo

Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Perairan Pulau Komodo

Regional
Ambisi Sumedang Jadikan Waduk Jatigede Wisata Kelas Dunia, Ingin Kalahkan Banyuwangi

Ambisi Sumedang Jadikan Waduk Jatigede Wisata Kelas Dunia, Ingin Kalahkan Banyuwangi

Regional
Viral Video Warga Bermain Genangan Air Setinggi Paha di Pinggir Jalan, Ini Respons Pemkot Cilegon

Viral Video Warga Bermain Genangan Air Setinggi Paha di Pinggir Jalan, Ini Respons Pemkot Cilegon

Regional
Polrestabes Surabaya Beri Hadiah Rp 5 Juta bagi Warga, Jika Ungkap Politik Uang Jelang Coblosan

Polrestabes Surabaya Beri Hadiah Rp 5 Juta bagi Warga, Jika Ungkap Politik Uang Jelang Coblosan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X