Sempat Buron, Pelaku Pembunuh Mertua di NTB Menyerahkan Diri

Kompas.com - 14/02/2020, 14:10 WIB
Kapolres Bima Kota, AKBP Haryo Tejo KOMPAS.COM/SYARIFUDINKapolres Bima Kota, AKBP Haryo Tejo

BIMA, KOMPAS.com - Pelaku pembunuhan terhadap seorang pria di Bima, Nusa Tenggara Barat ( NTB), akhirnya menyerahkan diri kepada polisi.

Sebelumnya, pelaku berinisial FS (30) sempat menjadi buron usai membunuh korban, Muhamad Kasim (60), yang tak lain adalah Ayah mertuanya sendiri.

"Kemarin pelaku datang menyerahkan diri. Ia diantar langsung oleh pihak keluarga ke Polres," ujar Kapolres Bima Kota AKBP Haryo Tejo kepada wartawan Jumat (14/2/2020).

Baca juga: Pria di Bima Tewas Dibunuh Menantu

Haryo mengatakan, sampai saat ini pihaknya terus menyelidiki motif FS menghabisi nyawa mertuanya.

Untuk mengungkap kasus pembunuhan sadis itu, menurut Haryo, penyidik terus mendalami keterangan tersangka yang saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Polres Bima Kota.

"Motifnya belum bisa disimpulkan, penyidik sedang mendalami keterangan tersangka," tutur Haryo.

Baca juga: Kronologi Pembunuhan Mertua Sekda Lamongan, Terungkap karena HP Curian

Diberitakan sebelumnya, pembunuhan sadis tersebut terjadi di Kabupaten Bima, NTB.

Seorang pria berinsiail FS (30) mengamuk lalu membacok Ayah mertuanya, Muhamad Kasim (60) hingga tewas.

Korban ditemukan dengan sejumlah luka dan bekas darah di rumahnya di Desa Mangge, Kecamatan Lambu.

Sementara itu, pelaku langsung kabur setelah membunuh korban dengan sebilah parang.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan 'Lockdown'

40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan "Lockdown"

Regional
Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Regional
TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain 'Lockdown' Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain "Lockdown" Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

Regional
Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Regional
Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Regional
Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Regional
Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Regional
Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Regional
Hari Pertama Penerapan Jam Malam, Banda Aceh Sepi

Hari Pertama Penerapan Jam Malam, Banda Aceh Sepi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Surabaya Siap Karantina Wilayah | Polisi Bubarkan Arisan Guru di Jember

[POPULER NUSANTARA] Surabaya Siap Karantina Wilayah | Polisi Bubarkan Arisan Guru di Jember

Regional
Kronologi Ditemukannya Mayat ABG yang Hendak Jadi Pagar Ayu di Acara Pernikahan

Kronologi Ditemukannya Mayat ABG yang Hendak Jadi Pagar Ayu di Acara Pernikahan

Regional
Pria Ini Cabuli Calon Anak Tirinya, Modus Ajak Nonton YouTube

Pria Ini Cabuli Calon Anak Tirinya, Modus Ajak Nonton YouTube

Regional
Pasien Positif Corona di Banyuwangi Membaik, Sudah Copot Alat Bantu Pernafasan

Pasien Positif Corona di Banyuwangi Membaik, Sudah Copot Alat Bantu Pernafasan

Regional
Pasien Sembuh dari Corona di Solo Curhat ke Ganjar, Berharap Tak Dikucilkan Masyarakat

Pasien Sembuh dari Corona di Solo Curhat ke Ganjar, Berharap Tak Dikucilkan Masyarakat

Regional
Dicabuli Guru di Hutan, Gadis Difabel Cari Keadilan

Dicabuli Guru di Hutan, Gadis Difabel Cari Keadilan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X