Melihat Simulasi RSUP Sanglah Denpasar Tangani Pasien Virus Corona

Kompas.com - 12/02/2020, 11:14 WIB
Tim medis RSUP Sanglah dalam simulasi penanganan pasien terjangkit virus corona di Ruang Isolasi Nusa Indah, Rabu (12/2/2020). KOMPAS.com/IMAM ROSIDINTim medis RSUP Sanglah dalam simulasi penanganan pasien terjangkit virus corona di Ruang Isolasi Nusa Indah, Rabu (12/2/2020).

DENPASAR, KOMPAS.com - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, Bali, melakukan simulasi penanganan pasien yang dicurigai terjangkit virus corona, Rabu (12/2/2020).

Dalam simulasi tersebut, seorang pasien datang dengan mengeluhkan demam dan batuk-batuk.

Pasien tersebut mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Sanglah.

Baca juga: Dampak Virus Corona, 156 WN China Ajukan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa di Bali

Kemudian, seorang petugas datang dan menanyakan keluhannya.

Saat itu, pasien mengaku pernah berpergian ke China. Tim medis kemudian mencurigai pasien tersbut terjangkit virus corona.

Petugas kemudian menghubungi tim di ruang isolasi.

Tak lama kemudian, petugas dari ruang isolasi Nusa Indah datang dan selanjutnya membawa pasien tersebut.

Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Sanglah I Ketut Sudartana mengatakan, simulasi dilakukan untuk menunjukan bahwa pihaknya siap apabila ada pasien yang dicurigai virus corona.

Baca juga: Mendagri Sebut Wisata di Bali Tak Terpengaruh Virus Corona

Ia menyebut, RSUP Sanglah selalu siap dari sisi medis, paramedis, sarana dan prasarana, serta tindakan medis yang mampu menangani pasien penderita virus corona.

"Hal ini penting dilakukan untuk penyegaran bagi para staf, sehingga mereka betul-betul setiap saat selalu siap untuk hadapi kasus-kasus semacam ini," kata Sudartana di sela-sela kegiatan simulasi.

Ia mengatakan, pihaknya dalam setahun selalu melalukan simulasi semacam ini.

Simulasi ini rutin dilakukan untuk menghadapi kasus-kasus seperti bencana dan infeksi darurat seperti virus corona dan SARS.

"Ini untuk penyegaran saja. Kami punya prosedur tetap, jelas, bagaimana menangani kasus semacam ini," kata Sudartana.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

MK Tampung 7 Gugatan Paslon di Pilkada Serentak Sumbar 2020

MK Tampung 7 Gugatan Paslon di Pilkada Serentak Sumbar 2020

Regional
Pura-pura Cari Kos, Pemuda Asal Kuningan Ini Malah Curi Laptop

Pura-pura Cari Kos, Pemuda Asal Kuningan Ini Malah Curi Laptop

Regional
Relawan PMI Gunungkidul Hampir Setiap Hari Makamkan Korban Covid-19

Relawan PMI Gunungkidul Hampir Setiap Hari Makamkan Korban Covid-19

Regional
Misteri Mayat Anak Perempuan di Subang, Ada Lelaki yang Letakkan Karung Sehari Sebelum Penemuan

Misteri Mayat Anak Perempuan di Subang, Ada Lelaki yang Letakkan Karung Sehari Sebelum Penemuan

Regional
Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ 182 Terima Santunan Rp 50 Juta

Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ 182 Terima Santunan Rp 50 Juta

Regional
Pengakuan Pelaku Usai Bunuh Wanita Teman Kencan di Hotel: Saya Takut Dipenjara

Pengakuan Pelaku Usai Bunuh Wanita Teman Kencan di Hotel: Saya Takut Dipenjara

Regional
Bupati Pati Buka Masker Saat Sesi Foto Kondangan, Ganjar: Mau Foto, Mau Enggak, Tidak Boleh

Bupati Pati Buka Masker Saat Sesi Foto Kondangan, Ganjar: Mau Foto, Mau Enggak, Tidak Boleh

Regional
Kristen Gray Bakal Diperiksa soal Twit Ajak Warga Asing ke Bali Saat Pandemi Covid-19

Kristen Gray Bakal Diperiksa soal Twit Ajak Warga Asing ke Bali Saat Pandemi Covid-19

Regional
Kristen Gray Gunakan Visa Kunjungan untuk Masuk Bali Awal 2020, Alamatnya Kini Terdeteksi

Kristen Gray Gunakan Visa Kunjungan untuk Masuk Bali Awal 2020, Alamatnya Kini Terdeteksi

Regional
Kebun dan Tambang Ilegal 17 Juta Hektar, Dedi Mulyadi: Negara Rugi Dua Kali

Kebun dan Tambang Ilegal 17 Juta Hektar, Dedi Mulyadi: Negara Rugi Dua Kali

Regional
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1.800 Meter ke Arah Kali Krasak dan Boyong

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1.800 Meter ke Arah Kali Krasak dan Boyong

Regional
Puting Beliung Terjang Rote Ndao, 17 Rumah Warga Rusak

Puting Beliung Terjang Rote Ndao, 17 Rumah Warga Rusak

Regional
Gubernur Bengkulu Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Edhy Prabowo, Ini Komentar Pengacaranya

Gubernur Bengkulu Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Edhy Prabowo, Ini Komentar Pengacaranya

Regional
48 Lansia di Banyumas Positif Covid-19 Usai Jalani Tes Cepat Antigen

48 Lansia di Banyumas Positif Covid-19 Usai Jalani Tes Cepat Antigen

Regional
Komisi IV Ungkap Kebun dan Tambang Ilegal di Indonesia 17 Juta Hektar

Komisi IV Ungkap Kebun dan Tambang Ilegal di Indonesia 17 Juta Hektar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X