Telur Asin Berwarna Coklat dan Memantul Keluarkan Banyak Busa Saat Direbus

Kompas.com - 07/02/2020, 13:25 WIB
Pembuat telur asin Komaroh menunjukkan telur asin yang masih tersisa di rumahnya Desa Karangklesem, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (7/2/2020). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINPembuat telur asin Komaroh menunjukkan telur asin yang masih tersisa di rumahnya Desa Karangklesem, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (7/2/2020).

KOMPAS.com - Komaroh, penjual telur asin berwarna coklat dan bisa memantul di Banyumas, mengatakan, ada 120 telur mentah yang dibelinya dari pedagang kenalan suami pada 22 atau 23 Januari 2020.

Telur mentah itu dibelinya Rp 2.000 per butir dan dijual Rp 3.000 per butir.

Telur mentah itu sempat dibuat mi dan nasi goreng.

Tidak ada keanehan apa-apa, kecuali busa yang sangat banyak.

"Telur yang masih mentah sebelumnya juga sudah sempat buat mi dan nasi goreng. Telurnya normal seperti pada umumnya. Cuma busanya banyak banget waktu direbus," kata Komaroh ketika ditemui di rumah sekaligus tempat pembuatan telur asin, Jumat (7/2/2020)..

Sebanyak 40 butir telur kemudian diolah dan pada 2 Februari dikukus selama lima jam karena ada pesanan untuk hajatan.

 

Baca juga: Heboh Telur Asin Berwarna Cokelat di Banyumas, Kenyal Bisa Dipantulkan

Saat itu baru Komaroh tahu bahwa telur asin yang dijualnya berwarna tak lazim.

Komaroh kemudian memberitahukan hal tersebut ke perangkat desa.

Selain itu, semua telur yang belum dijual ditarik.

"Saya dapat pesanan 40 butir telur asin untuk hajatan tanggal 2 Februari 2020. Pembeli komplain kok warnanya begini, ya sudah dibawa ke sini saja, ditarik semuanya," kata Komaroh.

Wanita paruh baya ini telah menggeluti usaha telur asin di rumahnya selama lebih kurang tiga tahun.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menyoal Santri Pondok Gontor Asal Sidoarjo yang Positif Covid-19, Terpapar Ayah yang Bekerja di Bank

Menyoal Santri Pondok Gontor Asal Sidoarjo yang Positif Covid-19, Terpapar Ayah yang Bekerja di Bank

Regional
Satu Pelaku Pembongkaran Paksa Peti Jenazah Covid-19 di Jeneponto Ditangkap, 6 Buron

Satu Pelaku Pembongkaran Paksa Peti Jenazah Covid-19 di Jeneponto Ditangkap, 6 Buron

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Berterima Kasih kepada Jokowi, Ini Sebabnya

Wali Kota Tasikmalaya Berterima Kasih kepada Jokowi, Ini Sebabnya

Regional
Kisah Perwira Polri Makamkan 57 Jenazah Pasien Covid-19, Sampai Tidur di Kuburan

Kisah Perwira Polri Makamkan 57 Jenazah Pasien Covid-19, Sampai Tidur di Kuburan

Regional
Perekonomian Terpukul karena Covid-19, Bali Terapkan New Normal 9 Juli

Perekonomian Terpukul karena Covid-19, Bali Terapkan New Normal 9 Juli

Regional
Rabu Siang, Gempa Bumi Terjadi di Nias Utara

Rabu Siang, Gempa Bumi Terjadi di Nias Utara

Regional
Siswi SMP Korban Perkosaan Dicabuli Petugas Perlindungan Anak, 8 Orang Diperiksa

Siswi SMP Korban Perkosaan Dicabuli Petugas Perlindungan Anak, 8 Orang Diperiksa

Regional
Buruh Tebu Merelakan Motornya Dirampas agar Tidak Diperkosa

Buruh Tebu Merelakan Motornya Dirampas agar Tidak Diperkosa

Regional
Minta Perlindungan Kasus Perkosaan, Bocah 13 Tahun Malah Dicabuli Petugas Berulang Kali hingga Trauma

Minta Perlindungan Kasus Perkosaan, Bocah 13 Tahun Malah Dicabuli Petugas Berulang Kali hingga Trauma

Regional
Ngeri, Detik-detik Pembunuhan Pria Ini Terekam CCTV

Ngeri, Detik-detik Pembunuhan Pria Ini Terekam CCTV

Regional
'Jangan Banyak Bergerak, Melawan Kami Tembak, Kami Cuma Mau Ambil Motor Kamu Saja'

"Jangan Banyak Bergerak, Melawan Kami Tembak, Kami Cuma Mau Ambil Motor Kamu Saja"

Regional
'Saat Mau Rujuk Pasien, Kami Harus Cari Sinyal di Tempat Tinggi'

"Saat Mau Rujuk Pasien, Kami Harus Cari Sinyal di Tempat Tinggi"

Regional
Terjadi Lagi, Seorang Nelayan Hilang di Perairan Nias

Terjadi Lagi, Seorang Nelayan Hilang di Perairan Nias

Regional
Ibu Jual Bayinya Usia 2 Bulan Lewat Facebook, Alasannya Tak Mampu

Ibu Jual Bayinya Usia 2 Bulan Lewat Facebook, Alasannya Tak Mampu

Regional
Pilkada Ponorogo, Calon Petahana Klaim Dapat Dukungan 97 Persen Kursi di DPRD

Pilkada Ponorogo, Calon Petahana Klaim Dapat Dukungan 97 Persen Kursi di DPRD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X