Kompas.com - 07/02/2020, 07:18 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI, Mahfud Md ditemui di kantor Bupati Natuna, kepulauan Riau (Kepri) mengatakan pemerintah masih menggodok terkait wacana pemulangan WNI untuk gelombang kedua, Kamis (6/2/2020). KOMPAS.COM/HADI MAULANAMenteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI, Mahfud Md ditemui di kantor Bupati Natuna, kepulauan Riau (Kepri) mengatakan pemerintah masih menggodok terkait wacana pemulangan WNI untuk gelombang kedua, Kamis (6/2/2020).

NATUNA, KOMPAS.com - Pemerintah masih mempertimbangkan wacana evakuasi atau pemulangan WNI dari China gelombang kedua. 

Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI Mahfud MD saat ditemui di kantor Bupati Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (6/2/2020) malam. 

Ia mengatakan, pemerintah masih menggodok terkait wacana pemulangan WNI untuk gelombang kedua.

Baca juga: Skenario Pemulangan WNI dari Wuhan, Diperiksa di Batam, Dikarantina 2 Minggu di Natuna

Hal ini dikarenakan telah ditutupnya akses penerbangan dari Indonesia ke China dan sebaliknya.

"Gelombang selanjutnya masih dipertimbangkan karena masih melihat asas manfaatnya, di samping itu kan penerbangan dari dan ke China sudah ditutup," kata Mahfud, Kamis (6/2/2020) malam.

Baca juga: Menkes Terawan: Observasi 285 WNI di Natuna Ketat, tapi Tidak Tegang...

 

Penerbangan khusus

Namun, Mahfud mengaku, meski penerbangan komersial dari dan ke China ditutup, jika ada hal yang urgent, bisa saja dilakukan dengan penerbangan khusus yang dikoordinasikan melalui hubungan diplomatik.

Lebih jauh Mahfud mengatakan, pemulangan WNI ke Indonesia nantinya juga akan dilihat penyebabnya, yakni apakah WNI tersebut dipulangkan karena virus corona atau tidak.

Baca juga: Khawatir Terpapar Virus Corona, Pasangan Muda Ini Nyaris Gagal Menikah

"Kalau memang dipulangkan karena ancaman virus corona, tentunya harus dilakukan, apalagi WNI itu dalam keadaan sehat," kata Mahfud. 

"Tapi kalau tidak, kemungkinan akan menunggu pihak negara yang menanganinya," jelas Mahfud.

Baca juga: Warga Natuna Keluar Pulau, Bupati Sebut karena Musim Panen Cengkeh bukan Karena Ada Karantina

 

Pemulangan WNI eks ISIS

Sayangnya, saat ditanyai mengenai wacana pemulangan WNI eks ISIS atau teroris lintas negara, Mahfud enggan mengomentarinya. 

Ia langsung bergegas meminta izin untuk pergi ke Masjid Agung Natuna untuk menggelar doa bersama.

Sebelumnya, seusai menggelar rapat di Istana Presiden, Mahfud mengatakan, WNI eks ISIS meninggalkan Indonesia dengan kesadaran masing-masing untuk menjadi teroris.

Baca juga: Polwan yang Diduga Terpapar Paham Radikal Ditangkap untuk Kali Kedua

Jika kembali, tentunya mereka harus menjalani program deradikalisasi.

Hanya saja, di sisi lain, WNI eks ISIS ini juga memiliki hak untuk tidak kehilangan statusnya sebagai warga negara.

Hal ini yang menjadi poin penting bagi pemerintah untuk mempertimbangkan wacana ini.

Baca juga: Eks ISIS, Perlukah Dipulangkan?

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X