Jual Beli Satwa Dilindungi Dibongkar, Dibanderol hingga Rp 5 Juta Per Ekor

Kompas.com - 04/02/2020, 21:18 WIB
Burung Rangkok Badak dijual Rp 2,5 juta oleh sindikat jual beli satwa dilindungi KOMPAS.COM/A. FAIZALBurung Rangkok Badak dijual Rp 2,5 juta oleh sindikat jual beli satwa dilindungi

SURABAYA, KOMPAS.com - Polda Jawa Timur membongkar jaringan sindikat jual beli satwa dilindungi yang beroperasi di sejumlah daerah di Jawa Timur. Satwa-satwa dilindungi tersebut dijual dengan sistem terputus melalui media sosial.

Sindikat ini mematok harga beragam untuk beberapa jenis satwa yang dijual seperti burung Rangkok Badak (Buceros Rhinoceros) dijual seharga Rp 2,5 juta per ekor, Kukang (Nycticebus Spp) seharga Rp 1 juta per ekor, Kakatua Maluku (Cacatua Mollucensis) seharga Rp 5 juta per ekor, hingga Elang Brontok (Spizaetus Cirrhatus) seharga Rp 2 juta per ekor.

Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan mengatakan, pihaknya mengamankan 5 tersangka spesialis penjual satwa dilindungi di Trenggalek, Tulungagung, Situbondo dan Surabaya.

"Ada lima orang yang sudah diamankan dan ditetapkan tersangka. Mereka berinisial AS, SM, FS, DK dan IS," katanya, Selasa (4/2/2020).

Kepada polisi, para pelaku mengaku sudah beroperasi sejak dua tahun terakhir sejak 2018.

"Para pelaku menjual melalui media sosial dengan sistem terputus dari harga Rp 300.000 hingga Rp 5 juta per ekor atau per potongan tubuh," ujarnya.

Bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA), polisi mengamankan 53 ekor satwa dilindungi. Sebanyak 41 di antaranya dalam kondisi hidup dan 12 ekor lainnya dalam kondisi mati.

Sementara itu, 12 ekor satwa yang ditemukan dalam kondisi mati adalah 8 ekor Kakatua Maluku, dua ekor Lutung Jawa, seekor Kangkareng Perut Putih, dan seekor Julang Emas.

Selain itu juga diamankan 610 biji bagian satwa lainnya berupa 55 biji kerang Kepala Kambing, 530 biji Kerang Kimia dan 25 biji Kerang Triton Trompet.

Para tersangka dijerat dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya, khususnya pasal 21 dan pasal 33 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aksi Ibu Hamil Bersama Anak dan Menantu Merampok Toko Sembako, Gasak Uang Rp 200 Juta

Aksi Ibu Hamil Bersama Anak dan Menantu Merampok Toko Sembako, Gasak Uang Rp 200 Juta

Regional
Masyarakat Korban Gempa Mamuju Diminta Tenang, Bantuan TNI Segera Tiba

Masyarakat Korban Gempa Mamuju Diminta Tenang, Bantuan TNI Segera Tiba

Regional
Fakta TNI AD Dirikan RS Darurat di Solo, Kasus Covid-19 Tinggi, Berlokasi di Benteng Vastenburg

Fakta TNI AD Dirikan RS Darurat di Solo, Kasus Covid-19 Tinggi, Berlokasi di Benteng Vastenburg

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Terjadi di Sulawesi Utara

Regional
Cerita Sinaga, Usir Harimau yang Hendak Makan Ternaknya dari Jarak 3 Meter, Dibentak Tiga Kali

Cerita Sinaga, Usir Harimau yang Hendak Makan Ternaknya dari Jarak 3 Meter, Dibentak Tiga Kali

Regional
Pemprov Sulsel Siap Tampung Pengungsi Korban Gempa Sulbar

Pemprov Sulsel Siap Tampung Pengungsi Korban Gempa Sulbar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Viral Video Bupati Sukoharjo Bentak Pedagang | Gempa Magnitude 6,2 di Majene

[POPULER NUSANTARA] Viral Video Bupati Sukoharjo Bentak Pedagang | Gempa Magnitude 6,2 di Majene

Regional
Gempa di Pangandaran Terjadi pada Jumat Malam

Gempa di Pangandaran Terjadi pada Jumat Malam

Regional
Malang, Fathan Dibunuh karena Menolak Dipinjami Uang

Malang, Fathan Dibunuh karena Menolak Dipinjami Uang

Regional
4 Fakta Mahasiswa Universitas Telkom Dibunuh, Korban Diduga Diculik, Pelaku Minta Tebusan Rp 400 Juta

4 Fakta Mahasiswa Universitas Telkom Dibunuh, Korban Diduga Diculik, Pelaku Minta Tebusan Rp 400 Juta

Regional
Gubernur Gorontalo Usul Bukti Ikut Vaksinasi Jadi Syarat Bepergian

Gubernur Gorontalo Usul Bukti Ikut Vaksinasi Jadi Syarat Bepergian

Regional
Pura-pura Beli Kerupuk, Satu Keluarga Rampok Toko dan Bawa Kabur Rp 200 Juta, Satu Pelaku Hamil 8 Bulan

Pura-pura Beli Kerupuk, Satu Keluarga Rampok Toko dan Bawa Kabur Rp 200 Juta, Satu Pelaku Hamil 8 Bulan

Regional
Persediaan Alat Rapid Test Antigen di Kabupaten Semarang Menipis

Persediaan Alat Rapid Test Antigen di Kabupaten Semarang Menipis

Regional
Masalah Sampah di Pekanbaru Ditangani Polda Riau, Kemungkinan Ada Tersangka

Masalah Sampah di Pekanbaru Ditangani Polda Riau, Kemungkinan Ada Tersangka

Regional
Detik-detik Tubuh Ridwan Diterkam Buaya hingga Luka Parah, Korban Sempat Melawan

Detik-detik Tubuh Ridwan Diterkam Buaya hingga Luka Parah, Korban Sempat Melawan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X