Sebelum Tewas, Delis Kerap Murung karena Disebut Bau Lontong, Disdik Sebut Bukan "Bullying"

Kompas.com - 04/02/2020, 16:43 WIB
Jenazah siswi SMP yang ditemukan tewas di gorong-gorong dekat sekolahnya dimakamkan setelah dilakukan otopsi, Rabu (29/1/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAJenazah siswi SMP yang ditemukan tewas di gorong-gorong dekat sekolahnya dimakamkan setelah dilakukan otopsi, Rabu (29/1/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Budiaman Sanusi yakin bahwa Delis, siswi SMPN 6 yang ditemukan tewas di gorong-gorong, bukan korban bullying sekolahnya.

Budiaman mengatakan jika Delis, siswi SMP yang tewas di gorong-gorong sekolah, selama ini menjadi korban bullying, pastinya ia tidak akan menjadi siswa berprestasi di sekolah.

"Delis itu sesuai laporan di sekolah tak akan berprestasi peringkat 15 besar di kelasnya kalau korban bullying. Delis juga tidak akan rajin masuk sekolah kalau korban bullying. Nah, itu saja patokannya," jelas Budiaman kepada wartawan di kantornya, Selasa (4/2/2020).

Baca juga: Siswi SMP yang Tewas di Tasikmalaya Bukan Korban Bullying, Sebutan Bau Lontong Hanya Nama Samaran

Budiaman menambahkan, sampai belum ditetapkan penyebabnya oleh kepolisian, pihaknya masih menduga bahwa korban meninggal karena jatuh karena terperosok masuk gorong-gorong.

"Selama ini korban kejiawaannya normal dan anaknya rajin. Kita juga kalau bersumsi punya, bisa saja korban meninggal karena jatuh dan terperosok ke gorong-gorong," tambah dia.

Selama ini, lanjut Budiaman, kasus bullying terhadap siswa segera ditangani para pengajar di sekolah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, kata Budiaman, menangani kasus bullying bukan hanya tugas pengajar, tetapi juga semua komponen pendidikan di sekolah.

"Termasuk kepala sekolahnya, harus bisa cari solusinya kalau ditemukan kasus bullying. Ini bukan untuk SMPN 6 saja ya, tapi untuk pendidik di seluruh SD dan SMP Kota Tasikmalaya," tambahnya.

Dinas Pendidikan mengimbau seluruh pendidik di Kota Tasikmalaya untuk cepat mendeteksi dini kasus bullying yang bisa terjadi antara siswa. Apalagi, jika bullying itu terkait diskriminasi mata pencaharian orangtua siswa.

Sebutan bau lontong

Terkait sebutan bau lontong terhadap Delis karena orangtuanya berjualan lontong, Budiaman menyebut itu bukan bullying. Itu hanya sebatas canda dengan nama samaran atau alias. 

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.