Orangtua Mahasiswi Unesa di Wuhan Sebut Anaknya Ingin Cepat Dievakuasi

Kompas.com - 28/01/2020, 17:43 WIB
epa08168500 Fully protected medical staff help a patient off the ambulance outside the hospital in Wuhan, Hubei province, China, 26 January 2020 (issued 27 January 2020). The virus outbreak has so far killed at least 56 people with around 2,000 infected, mostly in China.  EPA-EFE/YUAN ZHENG CHINA OUT YUAN ZHENGepa08168500 Fully protected medical staff help a patient off the ambulance outside the hospital in Wuhan, Hubei province, China, 26 January 2020 (issued 27 January 2020). The virus outbreak has so far killed at least 56 people with around 2,000 infected, mostly in China. EPA-EFE/YUAN ZHENG CHINA OUT

LAMONGAN, KOMPAS.com – Merebaknya virus corona di Wuhan, China, membuat orangtua angkat Pramesty Ardita Cahyani merasa khawatir.

Pramesty adalah seorang mahasiswi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang kini sedang berada di kota Wuhan.

Elly Riyatin (33) warga Kecamatan Brondong, Lamongan, Jawa Timur, yang merupakan orangtua angkat Pramesty selalu rajin menanyakan kondisi anaknya di Wuhan.

“Terakhir komunikasi, Memes (Pramesty) mengatakan baik-baik saja, begitu juga rekan-rekan mahasiswa lain yang ada dalam satu asrama. Dia hanya bilang setelah virus itu merebak jadi sulit kemana-mana, harus tetap di asrama,” ujar Elly saat dihubungi Kompas.com, Selasa (28/1/2020).

Baca juga: Orangtua Mahasiswa Aceh yang Terisolasi di Wuhan Khawatir Bahan Makanan Habis

Meski demikian, menurut Elly, Pramesty dan rekan-rekannya mengatakan bahwa persediaan makanan mulai menyusut.

"Untung saja, ada satu toko yang sudah mulai buka, seperti yang ditayangkan di televisi itu. Jadi mereka bisa belanja,” kata Elly.

Adapun, kios tersebut berada tidak jauh dari asrama yang di tempati Pramesty bersama teman-teman mahasiswa Unesa yang sama-sama berada di Wuhan untuk menjalani program beasiswa.

"Tapi ya itu mas, (harganya) mahal, kan baru satu-satunya yang buka. Jadi misalnya makanan itu harga biasanya Rp 60.000, bisa dijual sampai Rp 200.000,” kata Elly.

Meski harganya jauh berlipat, Pramesty dan rekan-rekannya tetap membeli.

Keperluan makanan menjadi cukup mendesak, akibat stok bahan makanan yang ada di asrama juga sudah mulai menipis.

Baca juga: Cerita Mahasiswa Surabaya di Wuhan, Sempat Mengeluh Sakit Tenggorokan dan Sariawan

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

119 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bali, Tertinggi di Denpasar

119 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bali, Tertinggi di Denpasar

Regional
Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Regional
Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Regional
Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Regional
Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Regional
Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Regional
Pemkab Karawang Siapkan Sanksi bagi Perusahaan yang Lalai Terapkan Protokol Kesehatan

Pemkab Karawang Siapkan Sanksi bagi Perusahaan yang Lalai Terapkan Protokol Kesehatan

Regional
11 Ibu Hamil Positif Covid-19 Tanpa Gejala Diisolasi di Rusunawa Bener Yogyakarta

11 Ibu Hamil Positif Covid-19 Tanpa Gejala Diisolasi di Rusunawa Bener Yogyakarta

Regional
21 Tenaga Medis Positif Covid-19, 4 Fasilitas Kesehatan di Manokwari Ditutup

21 Tenaga Medis Positif Covid-19, 4 Fasilitas Kesehatan di Manokwari Ditutup

Regional
Pria Ini Culik Bayi Kekasihnya gegara Gagal Menikah, Lari dari Jambi Tertangkap di Jakarta

Pria Ini Culik Bayi Kekasihnya gegara Gagal Menikah, Lari dari Jambi Tertangkap di Jakarta

Regional
Ini Motif Pelaku Tabrak Gerbang Mapolresta Tasikmalaya dan Berupaya Rebut Senjata Petugas

Ini Motif Pelaku Tabrak Gerbang Mapolresta Tasikmalaya dan Berupaya Rebut Senjata Petugas

Regional
Pilkada Kabupaten Malang, Seorang Bakal Calon dari Jalur Independen Positif Covid-19

Pilkada Kabupaten Malang, Seorang Bakal Calon dari Jalur Independen Positif Covid-19

Regional
Terlilit Pinjaman Online, Kepala Toko Alfamart Nekat Bobol Brankas Sendiri

Terlilit Pinjaman Online, Kepala Toko Alfamart Nekat Bobol Brankas Sendiri

Regional
Pemilik Showroom Motor Diculik, Uang di ATM Rp 30 Juta Dikuras

Pemilik Showroom Motor Diculik, Uang di ATM Rp 30 Juta Dikuras

Regional
Gubernur Kalbar: Saya Akan Tetap Sanksi Maskapai Sekalipun Ditegur Menteri

Gubernur Kalbar: Saya Akan Tetap Sanksi Maskapai Sekalipun Ditegur Menteri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X