Orangtua Mahasiswa Aceh yang Terisolasi di Wuhan Khawatir Bahan Makanan Habis

Kompas.com - 28/01/2020, 14:59 WIB
Seorang perempuan warga kota Wuhan, China, mengenakan masker untuk menghindari terinfeksi virus corona yang mematikan saat berbelanja di sebuah pasar di kota Wuhan, Minggu (26/2/2020). AFP/HECTOR RETAMALSeorang perempuan warga kota Wuhan, China, mengenakan masker untuk menghindari terinfeksi virus corona yang mematikan saat berbelanja di sebuah pasar di kota Wuhan, Minggu (26/2/2020).

ACEH UTARA, KOMPAS.com – Risnita M Rasyid, ibu dari Fadil, mahasiswa Aceh yang kuliah di Central China Normal University (CCNU) Wuhan, China, mengkhawatirkan persediaan bahan makanan putranya bersama seluruh mahasiswa Aceh di kota itu.

Sejak virus corona merebak akhir Januari lalu, otoritas China menutup seluruh Kota Wuhan, Provinsi Hubei. Warga diminta mengenakan masker jika berada di luar rumah.

Warga asal Desa Kampung Baru, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara itu menyatakan kekhawatiran terbesar karena persediaan bahan makanan makin menipis.

Apalagi, sejumlah pertokoan belum berani buka di Wuhan, menyusul ditutupnya seluruh kota itu oleh otoritas China.

“Jam 21.00 WIB semalam terakhir bicara dengan Fadil. Dia menyatakan sehat dan sudah berkomunikasi dengan KBRI Beijing untuk koordinasi. Dia bilang bahan makanan mahal dan sulit diperoleh di sana,” kata Risnita, kepada Kompas.com, Selasa (28/1/2020).

Baca juga: 5 Mahasiswa Aceh dari China Tiba di Jakarta

Jika terlalu lama terisolasi di Wuhan, bukan tidak mungkin bahan makanan habis di kota itu. Untuk itu, Risnita berharap, Pemerintah Aceh Utara, Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Indonesia mengevakuasi putranya dari Wuhan.

“Mungkin bisa digeser ke kota lain di China yang lebih aman, seterusnya saya minta dikembalikan ke Indonesia. Saya harap ini pada pemerintah. Karena saya benar-benar khawatir akan nasib Fadil dan kawan-kawannya di sana,’ sebutnya.

Dalam percakapan telepon, Fadil sambung Risnita menyakinkan dirinya dalam kondisi sehat dan terus mengikuti arahan KBRI Beijing untuk menjaga kesehatan.

Misalnya, mereka wajib menggunakan masker dan minum air kemasan.

Baca juga: Khawatir Virus Corona, Mahasiswa Aceh di Changchun China Ingin Pulang

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Aceh Utara, Zulkarnaini, tidak menjawab langkah apa yang dilakukan oleh Pemerintah Aceh Utara terhadap mahasiswa di Wuhan.

Tercatat tiga mahasiswa asal Kabupaten Aceh Utara kini berada di Wuhan.

Pesan singkat yang dikirimkan hanya dibaca oleh Zulkarnaini namun tidak dijawab.

Sejauh ini, 107 orang meninggal dunia akibat virus corona. Sebanyak 4.474 orang dinyatakan terjangkit virus tersebut.

Mahasiswa Indonesia di China tercatat 93 orang, 12 diantaranya mahasiswa asal Aceh berada di Wuhan, Povinsi Hubei, China.

Baca juga: Kisah Mahasiswa Aceh Terisolasi Virus Corona Wuhan, Uang Rp 50 Juta pun Tak Cukup...

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Regional
Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Regional
Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Regional
Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Regional
Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Regional
Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Regional
Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Regional
Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Regional
Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Regional
Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Regional
Pengemudi 'Speedboat' yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Pengemudi "Speedboat" yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Regional
15 ASN Pemkab Ponorogo Positif Covid-19

15 ASN Pemkab Ponorogo Positif Covid-19

Regional
Intensitas Kegempaan Gunung Merapi Minggu Ini Lebih Rendah

Intensitas Kegempaan Gunung Merapi Minggu Ini Lebih Rendah

Regional
Video Hoaks Aliran Lahar Dingin Gunung Semeru Beredar di Medsos

Video Hoaks Aliran Lahar Dingin Gunung Semeru Beredar di Medsos

Regional
Tambah 3 Orang, Kini Ada 5 Anggota DPRD Lamongan Positif Covid-19

Tambah 3 Orang, Kini Ada 5 Anggota DPRD Lamongan Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X