Keberadaan Masker Semakin Langka, Orangtua Minta Mahasiswa Dievakuasi dari Wuhan

Kompas.com - 28/01/2020, 13:51 WIB
Petugas keamanan berpatroli di pasar ikan tradisional Huanan di kota Wuhan, China, Jumat (24/1/2020). Pasar ikan itu ditutup setelah virus corona yang mematikan dideteksi berasal dari pasar itu. AFP/HECTOR RETAMALPetugas keamanan berpatroli di pasar ikan tradisional Huanan di kota Wuhan, China, Jumat (24/1/2020). Pasar ikan itu ditutup setelah virus corona yang mematikan dideteksi berasal dari pasar itu.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Orangtua mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang saat ini masih terisolasi di Wuhan, China, khawatir dengan nasib anaknya.

Pasalnya, meski dinyatakan anaknya sehat, namun mereka merasa cemas dengan kondisinya yang saat ini tidak bisa keluar asrama.

Terlebih, akibat merebaknya virus corona itu kota Wuhan sudah seperti kota mati.

Mengingat sejak 23 Januari 2020, semua alat transportasi, baik kereta api, bus, maupun pesawat dari dan ke Wuhan ditutup total untuk sementara.

"Saya sebagai orangtua sangat mencemaskan. Kami juga kepikiran bagaimana nasib anak saya di sana dengan kondisi kota seperti itu," tutur Trisuto Kustihandono (53), ayah dari Aprilia Mahardini, mahasiswi Unesa yang menempuh program beasiswa bahasa Mandarin di Central China Normal University (CCNU), di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China Tengah saat dihubungi Kompas.com, Senin (27/1/2020).

Baca juga: Ini Harapan Orangtua Mahasiswi Unesa kepada Pemerintah Indonesia

Saat berkomunikasi dengan putrinya, dikatakan, untuk kebutuhan makanan saat ini sudah terpenuhi. Hanya saja untuk masker disana sudah mulai langka.

Mengetahui kondisi itu, ia berharap agar pemerintah Indonesia bisa segera melakukan evakuasi.

Kalaupun tidak memungkinkan untuk dipulangkan ke Indonesia, setidaknya bisa dilakukan evakuasi ke kota lainnya yang dianggap lebih aman.

"Kalau proses pemulangannya belum memungkinkan. Paling tidak anak-anak itu ditempatkan di tempat yang lebih kondusif yang agak aman. Permintaan kami begitu," kata dia.

Sementara Rektor Unesa Prof Nurhasan mengatakan, terkait upaya pemulangan mahasiswa itu sudah dilakukan koordinasi dengan KBRI di Tiongkok.

"Kabar terbaru dari KBRI, mahasiswa Indonesia di Wuhan, China, sesegera mungkin akan diupayakan untuk dipulangkan ke Indonesia," kata Nurhasan, kepada Kompas.com, saat dihubungi, Selasa (28/1/2020).

Baca juga: 12 Mahasiswa Terisolasi di Wuhan, Unesa Kirim Bantuan Biaya Hidup

Meski demikian, ia mengatakan kepulangan mahasiswa itu harus dilakukan dengan persiapan yang matang. Bahkan saat mereka tiba, juga harus dilakukan pemeriksaan kesehatan dengan baik untuk menghindari terpaparnya virus corona.

"Jadi, harus betul-betul sudah dikondisikan dengan baik, agar jangan sampai ketika proses pemulangan itu justru mereka terdampak," tutur dia.

Penulis : Kontributor Surabaya, Ghinan Salman | Editor : Robertus Belarminus

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jalan Pantura Semarang Diterjang Banjir Rob, Motor Mogok dan Bahayakan Pengendara

Jalan Pantura Semarang Diterjang Banjir Rob, Motor Mogok dan Bahayakan Pengendara

Regional
Sambut “New Normal”, Dompet Dhuafa Pasang Tempat Cuci Tangan di Fasilitas Umum

Sambut “New Normal”, Dompet Dhuafa Pasang Tempat Cuci Tangan di Fasilitas Umum

Regional
New Normal Masih Cukup Berat, PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang

New Normal Masih Cukup Berat, PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang

Regional
Diduga Positif Covid-19, Dokter RSUD Kardinah Kota Tegal Meninggal

Diduga Positif Covid-19, Dokter RSUD Kardinah Kota Tegal Meninggal

Regional
Kapolsek Nyaris Jadi Korban Penipuan Saat Ambil Uang di ATM

Kapolsek Nyaris Jadi Korban Penipuan Saat Ambil Uang di ATM

Regional
Dalam 2 Hari Wanita Ini Kehilangan Ayah, Ibu, dan Kakak, Salah Satu Terjangkit Covid-19

Dalam 2 Hari Wanita Ini Kehilangan Ayah, Ibu, dan Kakak, Salah Satu Terjangkit Covid-19

Regional
Tak Ada Merah Tua dan Hitam, Pemkot Surabaya: Protokol BNPB Hanya Ada 4 Warna

Tak Ada Merah Tua dan Hitam, Pemkot Surabaya: Protokol BNPB Hanya Ada 4 Warna

Regional
Terapkan Physical Distancing, Lampu Merah di Kota Ini Diatur ala Starting Grid MotoGP

Terapkan Physical Distancing, Lampu Merah di Kota Ini Diatur ala Starting Grid MotoGP

Regional
Lalai Saat Ambil Sampel Swab, Tenaga Analis Labkes Batam Terpapar Corona

Lalai Saat Ambil Sampel Swab, Tenaga Analis Labkes Batam Terpapar Corona

Regional
Suami Pamit Pulang Kampung Lalu Hilang Tanpa Kabar, Istri Hamil Bergantung Hidup pada Tetangga

Suami Pamit Pulang Kampung Lalu Hilang Tanpa Kabar, Istri Hamil Bergantung Hidup pada Tetangga

Regional
Istana Maimun Segera Dibuka untuk Wisatawan

Istana Maimun Segera Dibuka untuk Wisatawan

Regional
Update Covid-19 Maluku: Tambah 16 Kasus Positif, Berasal dari Ambon dan Seram Bagian Timur

Update Covid-19 Maluku: Tambah 16 Kasus Positif, Berasal dari Ambon dan Seram Bagian Timur

Regional
Ibu Hamil Meninggal karena Covid-19, Disusul Ayah dan Ibu Berstatus PDP

Ibu Hamil Meninggal karena Covid-19, Disusul Ayah dan Ibu Berstatus PDP

Regional
Hemat Anggaran, 130 Tenaga Medis RS Rujukan Covid-19 Sumut Pindah dari Hotel ke Wisma Atlet

Hemat Anggaran, 130 Tenaga Medis RS Rujukan Covid-19 Sumut Pindah dari Hotel ke Wisma Atlet

Regional
Detik-detik Buaya Terkam Nelayan, Korban Tewas hingga Petugas Keluarkan Tembakan

Detik-detik Buaya Terkam Nelayan, Korban Tewas hingga Petugas Keluarkan Tembakan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X