Pegawai PT Pegadaian Purwokerto Tersangka Kredit Fiktif Senilai Lebih dari Rp 1 M

Kompas.com - 23/01/2020, 16:28 WIB
Konferensi pers kasus korupsi penggelapan dana PT Pegadaian (Persero) di Kantor Kejaksaan Negeri Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis (23/1/2020). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINKonferensi pers kasus korupsi penggelapan dana PT Pegadaian (Persero) di Kantor Kejaksaan Negeri Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis (23/1/2020).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto, Jawa Tengah, menetapkan EPL (32), salah seorang pegawai perempuan PT Pegadaian (Persero) Cabang Purwokerto sebagai tersangka kasus korupsi.

EPL diduga merugikan perusahaan sebanyak Rp 1.001.813.180 dengan mengajukan kredit fiktif saat menjadi Pengelola PT Pegadaian Unit Pelayanan Cabang (UPC) Pasar Cerme, Purwokerto. Perbuatan dilakukan antara tahun 2017 hingga 2018.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwokerto Lidya Dewi mengatakan, EPL diduga mengajukan sebanyak 47 kredit fiktif untuk pembelian sepeda motor atau mobil.

Baca juga: Karyawan BRI Manado Jadi Tersangka Kredit Fiktif Senilai Rp 4,5 Miliar 

Nilai kredit masing-masing antara Rp 20 juta hingga Rp 100 juta.

"Hari ini kami telah menetapkan tersangka atas nama EPL, warga Banyumas. Hari ini kami juga langsung melakukan penahanan di Rutan Banyumas," kata Lidya saat konferensi pers di Kantor Kejari Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis (23/1/2020).

Lidya mengatakan, kasus tersebut terbongkar atas laporan dari PT Pegadaian Cabang Purwokerto pada Oktober 2019.

Berdasarkan hasil audit PT Pegadaian, ditemukan banyak kredit fiktif di PT Pegadaian UPC Pasar Cerme.

"Ini kesalahan oknum, SOP tidak dijalankan. EPL tidak pernah bertemu dengan nasabah, penandatanganan perjanjian kredit tidak dilakukan di outlet, waktu pencairan nasabah tidak datang, dan kuitansi pembelian sepeda motor palsu," jelas Lidya.

Baca juga: 2 Karyawan BRI Tersangka Kredit Fiktif, Jaksa Sebut Ada Keterlibatan Pimpinan Cabang

Sementara itu, Kasi Tindak Pidana Khusus Kejari Purwokerto Nilla Aldriani menjelaskan, untuk memuluskan aksinya, tersangka meminjam KTP milik tetangga dan saudaranya untuk pengajuan kredit fiktif. Tersangka juga memalsukan tanda tangan nasabah.

"Seharusnya (setelah proses pengajuan kredit) uang diserahkan kepada nasabah untuk membeli sepeda motor/mobil, kemudian BPKB-nya dijaminkan di Pegadaian. Tapi uang tersebut digunakan tersangka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Nilla.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 2 dan Pasal 3 Juncto Pasal 8 Undang-undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kader Ramai-ramai Copot Kaus Paslon yang Diusung PDI-P, Ini Ceritanya

Kader Ramai-ramai Copot Kaus Paslon yang Diusung PDI-P, Ini Ceritanya

Regional
Imbauan Pemkot Medan, Warga dan Perangkat Daerah Diminta Siaga Hadapi Banjir

Imbauan Pemkot Medan, Warga dan Perangkat Daerah Diminta Siaga Hadapi Banjir

Regional
Terpapar Covid-19, Dokter Sahabat Ganjar Ini Kondisinya Membaik Selepas Terapi Plasma Konvalesen

Terpapar Covid-19, Dokter Sahabat Ganjar Ini Kondisinya Membaik Selepas Terapi Plasma Konvalesen

Regional
Siswa Tak Punya Ponsel dan Internet untuk Belajar, Ini Solusinya

Siswa Tak Punya Ponsel dan Internet untuk Belajar, Ini Solusinya

Regional
[POPULER NUSANTARA] 'Aksi di Rumah Mahfud MD Bukan Tanggung Jawab Saya' | Tukang Bakso Ditendang Pembeli

[POPULER NUSANTARA] "Aksi di Rumah Mahfud MD Bukan Tanggung Jawab Saya" | Tukang Bakso Ditendang Pembeli

Regional
Soal Demo di Rumah Mahfud MD, Korlap Mengaku Aksi Susulan dan Inisiatif Massa: Bukan Tanggung Jawab Saya

Soal Demo di Rumah Mahfud MD, Korlap Mengaku Aksi Susulan dan Inisiatif Massa: Bukan Tanggung Jawab Saya

Regional
Bermula 8 Siswa SMK Batuk dan Anosmia, Terbongkar 179 Siswa Positif Covid-19

Bermula 8 Siswa SMK Batuk dan Anosmia, Terbongkar 179 Siswa Positif Covid-19

Regional
4 Nelayan Diselamatkan Kapal Asing Setelah 12 Jam Karam di Tengah Laut

4 Nelayan Diselamatkan Kapal Asing Setelah 12 Jam Karam di Tengah Laut

Regional
Cerita Kemisan Berjalan Kaki 400 Km dari Kulon Progo, Setahun Hilang dan Dirazia Satpol PP di Surabaya

Cerita Kemisan Berjalan Kaki 400 Km dari Kulon Progo, Setahun Hilang dan Dirazia Satpol PP di Surabaya

Regional
Cerita FR yang Hilang di Tambang Pasir, Tidur di 'Backhoe' Saat Awan Panas Gunung Semeru Menerjang

Cerita FR yang Hilang di Tambang Pasir, Tidur di "Backhoe" Saat Awan Panas Gunung Semeru Menerjang

Regional
Cerita Losmen Puri, Penginapan Tua di Denpasar yang Masih Bertahan

Cerita Losmen Puri, Penginapan Tua di Denpasar yang Masih Bertahan

Regional
6 Bupati yang Terinfeksi Covid-19 dalam Sebulan Terakhir

6 Bupati yang Terinfeksi Covid-19 dalam Sebulan Terakhir

Regional
Fakta Terbaru Pengepungan Rumah Mahfud MD, Korlap Tak Mau Tanggung Jawab, Tak Tahu Ada yang Diperiksa Polisi

Fakta Terbaru Pengepungan Rumah Mahfud MD, Korlap Tak Mau Tanggung Jawab, Tak Tahu Ada yang Diperiksa Polisi

Regional
Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Regional
179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X