PNS yang Diduga Berbuat Mesum dan Tabrak Satpam di Mal Belum Diberi Sanksi

Kompas.com - 21/01/2020, 14:25 WIB
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati. KOMPAS.com/LABIB ZAMANIBupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

SRAGEN, KOMPAS.com - Pemkab Sragen Jawa Tengah segera memproses sanksi yang bakal diberikan kepada BN (40) warga Sragen yang juga berstatus sebagai pegawai negeri sipil ( PNS) karena diduga menabrak petugas keamanan di parkiran Solo Paragon Mal.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati kepada wartawan di Sragen, Jawa Tengah, Selasa (21/1/2020).

BN diketahui bekerja sebagai PNS di lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sragen.


"Tentu harus kita proses," kata Yuni.

Baca juga: Tepergok Mesum di Parkiran Mal, Pengemudi Honda Jazz Tabrak Satpam dan Palang Otomatis

Pihaknya memerintahkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sragen untuk menindaklanjuti status tersangka BN oleh polisi.

"Kita mulai dari klarifikasi, mulai dari awal. Tentu saja kita sesuaikan dengan Peraturan Perundang-undangan punishment apa yang bisa diberikan kepada yang bersangkutan," terang Yuni.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sragen, Sutrisna menambahkan, masih menunggu laporan dari OPD tempat BN bekerja.

Setelah menerima laporan itu, jelas Sutrisna, baru kemudian laporan itu akan diteruskan ke Bupati Sragen untuk diproses lebih lanjut.

"Kami dari tim pemeriksa akan merekomendasikan ke bupati terkait pemeriksaan yang kita lakukan nanti ketika sudah ada laporan dari OPD yang bersangkutan," katanya.

Baca juga: Bungkus Kondom dan Kasur Ditemukan Polisi di Mobil yang Tabrak Satpam karena Tepergok Mesum di Parkiran Mal

Meski sudah ditetapkan tersangka oleh polisi, BN masih bekerja seperti biasa. Sanksi juga belum diberikan kepada BN.

Seperti diberitakan, polisi menetapkan pengemudi mobil Honda Jazz berinisial BN (40) yang menabrak petugas keamanan di parkiran Paragon Mal Solo, Jawa Tengah, menjadi tersangka.

"Tersangka kita jerat percobaan pembunuhan dan atau penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 jo 53 dan atau 351 KUHP," ujar Kapolsek Banjarsari, Kompol Damianus Palulungan, di Mapolsek Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Senin (20/1/2020).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur NTT: Belum Ada Kabupaten yang Serius Urus Tanaman Kelor

Gubernur NTT: Belum Ada Kabupaten yang Serius Urus Tanaman Kelor

Regional
Longsor di Sejumlah Daerah, Tewaskan Warga Pasaman hingga Rumah di Kulon Progo Jebol

Longsor di Sejumlah Daerah, Tewaskan Warga Pasaman hingga Rumah di Kulon Progo Jebol

Regional
TKI di Hong Kong Minta Masker Melalui Medsos, Bupati Magetan Akan Kirim 20.000 Masker

TKI di Hong Kong Minta Masker Melalui Medsos, Bupati Magetan Akan Kirim 20.000 Masker

Regional
Penipuan CPNS di Kebumen, Mantan Dosen dan Pensiunan PNS Jadi Tersangka

Penipuan CPNS di Kebumen, Mantan Dosen dan Pensiunan PNS Jadi Tersangka

Regional
Ini Modus Ayah Perkosa Anak Tiri dan Keponakan di Lampung

Ini Modus Ayah Perkosa Anak Tiri dan Keponakan di Lampung

Regional
Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

Regional
Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

Regional
Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Regional
5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

Regional
Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

Regional
Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Regional
Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Regional
Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Regional
Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Regional
Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X