Tekan Angka Kecelakaan hingga Tingkatkan PAD, Alasan Tilang Elektronik Diterapkan di Semarang

Kompas.com - 14/01/2020, 21:05 WIB
Suasana ruang Regional Traffic Management Center (RTMC) Ditlantas Polda Jateng. KOMPAS.com/RISKA FARASONALIASuasana ruang Regional Traffic Management Center (RTMC) Ditlantas Polda Jateng.

SEMARANG.KOMPAS.com - Dirlantas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Rudy Antariksawan mengatakan, penerapan tilang elektronik di Semarang untuk menekan tingkat pelanggaran lalu lintas hingga 60 persen.

Tak hanya itu, dengan sistem ini, diharapkan juga dapat menekan tingkat kematian yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas hingga 49 persen.

“Selain itu juga mengendalikan jumlah tindakan pelanggaran yang tidak tertangani hingga kurang dari 10 persen,” kata Rudy di Semarang, Selasa (14/1/2020).

Baca juga: Penerapan Tilang Elektronik, Kendaraan Berpelat Luar Semarang Tetap Kena Tilang

Rudy mengungkapkan, tujuan adanya tilang elektronik juga untuk meningkatkan PAD dan pendapatan dari pajak kendaraan bermotor hingga 90 persen.

Maka dari itu, Rudy berharap dengan adanya tilang elektronik akan menciptakan lalu lintas yang aman, tertib dan lancar di Kota Semarang.

Pihaknya juga akan gencar mensosialisasikan aturan baru itu kepada masyarakat Semarang, baik bagi pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat agar mentaati peraturan lalu lintas.

 

Adapun jenis pelanggaran yang akan terekam kamera CCTV meliputi tidak menggunakan sabuk pengaman (seat belt), menggunakan ponsel saat mengemudi, dan pelanggaran marka.

Pelanggaran lainnya yaitu mengemudi melebihi batas kecepatan, mendeteksi kecelakaan, pelanggaran parkir, menerobos APIL (alat pemberi isyarat lalu lintas, menerobos perboden (dilarang masuk).

Terkait kepemilikan, Ditlantas Polda Jateng mengimbau agar pemilik kendaraan yang kendaraan telah dijual kepada pihak lain untuk meminta pihak tersebut segera memproses balik nama kendaraan tersebut.

Baca juga: Tilang Elektronik di Semarang, Warga: Membingungkan, Kalau Kendaraan Pelat Luar Kota Gimana?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Benda Diduga Bahan Peledak Ditemukan di Dalam ATM, Warga Ketakutan

Benda Diduga Bahan Peledak Ditemukan di Dalam ATM, Warga Ketakutan

Regional
Aplikator Rumah Tahan Gempa Lombok Timur Diduga Bawa Kabur Uang Rp 1 Miliar

Aplikator Rumah Tahan Gempa Lombok Timur Diduga Bawa Kabur Uang Rp 1 Miliar

Regional
Polisi Periksa Muda Mudi yang Caci Maki Polantas di Purwakarta

Polisi Periksa Muda Mudi yang Caci Maki Polantas di Purwakarta

Regional
Tim dari KKP Mulai Periksa Kapal Nelayan Pantura yang Akan Melaut ke Natuna

Tim dari KKP Mulai Periksa Kapal Nelayan Pantura yang Akan Melaut ke Natuna

Regional
Satu Keluarga Dibacok Orang Tak Dikenal Bikin Heboh Warga, Pelaku Belum Tertangkap

Satu Keluarga Dibacok Orang Tak Dikenal Bikin Heboh Warga, Pelaku Belum Tertangkap

Regional
Sebelum Kirim Surat kepada PM Australia, Siswi SMP di Gresik Minta Izin ke Dinas Pendidikan

Sebelum Kirim Surat kepada PM Australia, Siswi SMP di Gresik Minta Izin ke Dinas Pendidikan

Regional
Kesal Istri Sering Diintip Saat Mandi, Suami Aniaya Paman hingga Tewas

Kesal Istri Sering Diintip Saat Mandi, Suami Aniaya Paman hingga Tewas

Regional
Beruang Madu Masuk ke Permukiman Warga di Riau, Diusir Pakai Mercon

Beruang Madu Masuk ke Permukiman Warga di Riau, Diusir Pakai Mercon

Regional
Bunker Peninggalan Belanda Ditemukan di Bawah Rumah Warga di Klaten

Bunker Peninggalan Belanda Ditemukan di Bawah Rumah Warga di Klaten

Regional
Seorang Pria Dihakimi Massa, Diduga Perkosa Balita 16 Bulan

Seorang Pria Dihakimi Massa, Diduga Perkosa Balita 16 Bulan

Regional
Orangtua Mayat Balita Tanpa Kepala Masih Tak Percaya Anaknya Tewas karena Tercebur ke Selokan

Orangtua Mayat Balita Tanpa Kepala Masih Tak Percaya Anaknya Tewas karena Tercebur ke Selokan

Regional
Korban Pembacokan Gara-gara Kentut Alami Kritis di Rumah Sakit Padang

Korban Pembacokan Gara-gara Kentut Alami Kritis di Rumah Sakit Padang

Regional
Sebelum Ditangkap, Jurnalis Mongabay Asal AS Jadi Tahanan Kota Sebulan

Sebelum Ditangkap, Jurnalis Mongabay Asal AS Jadi Tahanan Kota Sebulan

Regional
Soal Sunda Empire, Polisi Periksa 8 Saksi dari Kesbangpol, Staf UPI, hingga Ahli Sejarah

Soal Sunda Empire, Polisi Periksa 8 Saksi dari Kesbangpol, Staf UPI, hingga Ahli Sejarah

Regional
Beraksi di 18 TKP, Residivis Curanmor Ini Ditembak Polisi

Beraksi di 18 TKP, Residivis Curanmor Ini Ditembak Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X