Dua Bayi Orangutan Diamankan di Langkat, Diduga Akan Dijual oleh Sindikat Perdagangan Satwa Dilindungi

Kompas.com - 10/01/2020, 14:00 WIB
Dua bayi orangutan jantan dan betina diamankan BBTNGL dari rumah R alias IG di Kecamatan Bahorok, kabupaten Langkat, Sumut, pada Kamis (9/1/2020). KOMPAS.COM/DEWANTORODua bayi orangutan jantan dan betina diamankan BBTNGL dari rumah R alias IG di Kecamatan Bahorok, kabupaten Langkat, Sumut, pada Kamis (9/1/2020).

Pihaknya menduga dua bayi orangutan tersebut akan segera dipindahkan (dijual).

"Kenapa ada indikasi sindikat, ketika kita memeriksa lokasi, ada alat dan bahan, untuk kandang, kardus yang kami duga menjadi tempat penyimpanan dan  untuk pengiriman. Indikasinya termasuk dalam jaringan perdangan satwa liar dilindungi," kata Palber Turnip.

Palber menambahkan, pihaknya akan menyampaikan ke penyidik di Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Balai Gakkum LHK) Wilayah I Sumatera untuk proses lebih lanjut.

"Kami yakin perkaranya bisa dinaikkan karena barang buktinya ditemukan di kediaman yang bersangkutan. Saat pengambilan barang bukti ada anak dan istri yang  menyaksikan kegiatan dan juga kepala desa," katanya.

Baca juga: Ditjen Gakkum LHK Bongkar Kasus Perdagangan Satwa Dilindungi dengan Jaringan hingga ke Malaysia 

Dipasarkan via medsos

Kepala Seksi Wilayah I Balai Gakkukm LHK Wilayyah I Sumut, Haluanto Ginting mengatakan, pihaknya baru menerima berkas dan bahan dan akan melanjutkan proses penyelidikan.

"Apakah itu jaringan, akan kita selidiki. Tapi dari yang saya baca dari bahan yang diterima, kayaknya dia sudah menggunakan media sosial. Mungkin ini memang jaringan," katanya. 

Kepala Seksi Perencanaan, Pengawetan dan Perlindungan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) Amenson Girsang mengatakan, pihaknya akan membawa dua orangutan tersebut ke Pusat Rehabilitasi dan Karantina Orangutan di Batu Mbelin, Kecamatan Sibolangit, Deli Serdang. 

"Akan dibawa ke Batu Mbelin untuk direhabilitasia. Kalau sudah melewati prosesnya baru akan dlepasliarkan," katanya.  

Baca juga: Perdagangan Satwa Langka, Kejahatan Serius Ketiga Setelah Narkoba dan Perdagangan Senjata

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X