Musim Hujan, Gubernur Sumsel Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana

Kompas.com - 10/01/2020, 08:28 WIB
Banjir bandang terjadi di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan akibat diguyur hujan deras yang terjadi sejak dini hari tadi, Kamis (9/1/2020).Akibat kejadian tersebut 12 unit rumah dan tiga orang warga sempat dilaporkan hanyut terbawa banjir. HANDOUT/BPBD SUMSELBanjir bandang terjadi di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan akibat diguyur hujan deras yang terjadi sejak dini hari tadi, Kamis (9/1/2020).Akibat kejadian tersebut 12 unit rumah dan tiga orang warga sempat dilaporkan hanyut terbawa banjir.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengeluarkan surat edaran untuk siaga bencana di 17 Kabupaten/kota selama musim hujan berlangsung.

Herman mengatakan, bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Lahat dan kota Pagaralam disebabkan kontur tanah yang naik turun di dua wilayah tersebut. 

"Makanya saya buat maklumat, di situ (Lahat dan Pagaralam) harus disediakan alat. Alhamdulilah daerah itu punya alat sendiri ekskavator, dan sejenisnya yang bisa membantu mengalihkan tanah-tanah dan bebatuan," kata Herman, Jumat (10/1/2020).

Baca juga: Banjir Bandang di Lahat, 12 Rumah Hanyut dan 3 Warga Sempat Terseret

Herman mengungkapkan, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan saat ini sedang berada di lokasi untuk membantu warga. 

Setelah mendapatkan laporan dari petugas BPBD, pemerintah Provinsi Sumsel, menurut Herman, akan mengambil langkah tindakan apakah mengungsikan warga sementara waktu atau tidak.

"Ini ada klasifikasinya (evakuasi warga), kalau kaitan dengan nyawa harus diungsikan. Untuk sandang, pangan, kita akan bantu," ujarnya.

Dalam surat edaran siaga bencana yang dikeluarkan, pemerintah daerah, menurut Herman, diperbolehkan untuk menggunakan biaya tak terduga untuk tanggap bencana.

"Mendagri sudah mengirim teleg (telegram), kita bisa menggunakan dana tak terduga untuk bencana. Saya menunggu laporan BPBD, kalau kondisinya boleh dibilang layak, saya akan datang ke lokasi bencana," jelasnya.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Diminta Lebih Empati kepada Korban Banjir

Ridwan Kamil Diminta Lebih Empati kepada Korban Banjir

Regional
Rumah Kos di Bandung Digerebek,  Produksi Tembakau Gorila Dalam Kemasan Kacang

Rumah Kos di Bandung Digerebek, Produksi Tembakau Gorila Dalam Kemasan Kacang

Regional
Remaja Putri di Makassar Jadi Korban Teror Sperma

Remaja Putri di Makassar Jadi Korban Teror Sperma

Regional
Mabuk Berat, Turis Meksiko Tabrakan Diri ke Mobil

Mabuk Berat, Turis Meksiko Tabrakan Diri ke Mobil

Regional
5 Fakta Puluhan Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas, Terbongkar Setelah Siswa Kabur dari Sekolah

5 Fakta Puluhan Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas, Terbongkar Setelah Siswa Kabur dari Sekolah

Regional
Telusuri Sejarah Banten, Pemprov Kirim Utusan ke Belanda

Telusuri Sejarah Banten, Pemprov Kirim Utusan ke Belanda

Regional
Dianggap Berkah, Kurma yang Dipanen di Halaman Masjid Jadi Rebutan Warga Tasikmalaya

Dianggap Berkah, Kurma yang Dipanen di Halaman Masjid Jadi Rebutan Warga Tasikmalaya

Regional
Banjir 1 Bulan Menggenangi 2 Desa di Sidoarjo

Banjir 1 Bulan Menggenangi 2 Desa di Sidoarjo

Regional
Gara-gara Mi Instan, 2 Siswa SMP Berkelahi dan 1 Orang Dilarikan ke RS

Gara-gara Mi Instan, 2 Siswa SMP Berkelahi dan 1 Orang Dilarikan ke RS

Regional
Santri di Sukabumi Tewas di Areal Persawahan, 1 Orang Keracunan Obat

Santri di Sukabumi Tewas di Areal Persawahan, 1 Orang Keracunan Obat

Regional
Kronologi Kepala Dusun di Bulukumba Rusak Mata dan Potong Kemaluan Warganya hingga Tewas

Kronologi Kepala Dusun di Bulukumba Rusak Mata dan Potong Kemaluan Warganya hingga Tewas

Regional
Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Regional
Korban Tabrak Lari Pengendara Rush yang Diduga Stress Bertambah, di Antaranya Anak-anak

Korban Tabrak Lari Pengendara Rush yang Diduga Stress Bertambah, di Antaranya Anak-anak

Regional
22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

Regional
Kepala Dusun di Bulukumba Potong Kemaluan dan Rusak Mata Warganya karena Masalah Penyemprot Padi

Kepala Dusun di Bulukumba Potong Kemaluan dan Rusak Mata Warganya karena Masalah Penyemprot Padi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X