Hadapi Ancaman Banjir, Aparat Bagi Pelampung hingga Buat Jalur Evakuasi

Kompas.com - 06/01/2020, 06:33 WIB
Pihak kepolisian, anggota TNI, serta BPBD Gresik saat memberikan bantuan di Desa iker-iker Geger, Minggu (5/1/2020). KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHPihak kepolisian, anggota TNI, serta BPBD Gresik saat memberikan bantuan di Desa iker-iker Geger, Minggu (5/1/2020).

GRESIK, KOMPAS.com - Berkaca dari kejadian banjir yang melanda Jabodetabek beberapa waktu lalu, langkah antisipasi penanganan saat bencana banjir melanda coba dilakukan aparat keamanan yang ada di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Bersama dengan anggota TNI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, pihak kepolisian setempat melakukan beberapa langkah kongkret sebagai antisipasi tanggap bencana, guna meminimalisir jatuhnya korban jiwa maupun materi.

Ada empat item yang coba diberikan kepada warga, yakni pembagian pelampung, tali tambang, kentongan, hingga petunjuk jalur evakuasi.

Baca juga: Banjir Lumpur di 3 Titik Jalur Selatan Cilacap, Lalu Lintas Bandung-Yogyakarta Tersendat

"Pertama pemberian ban bekas yang bisa digunakan sebagai pelampung saat banjir, tujuannya adalah bisa sebagai sarana untuk menyelamatkan anggota keluarga, anak kecil, maupun para lansia (lanjut usia) ke tempat yang dirasa jauh lebih aman," ujar Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, di sela kunjungan dan pemberian bantuan di Desa Iker-iker Geger, Kecamatan Cerme, Gresik, Minggu (5/1/2020).

Kemudian tali tambang, diproyeksikan sebagai pegangan bagi warga bila air bah sudah melanda perkampungan dengan ketinggian tertentu, dengan cara dikaitkan atau diikatkan pada pohon, tiang atau benda yang dirasa cukup kuat tidak terbawa arus.

Selanjutnya, papan jalur evakuasi yang dipasang pada kanan dan kiri jalan desa, dengan harapan warga dapat mengetahui jalan yang harusnya dilewati.

"Terkadang masyarakat itu kan enggan mengungsi atau dievakuasi saat air belum tinggi, tapi begitu sudah tinggi baru panik. Nah, itulah gunanya jalur evakuasi ini, biar kendaraan maupun orang yang melintas keluar kampung tahu, mana jalan yang harus dilalui biar aman," tutur Kusworo.

"Sebab, bisa saja air sudah tinggi dan menutup akses jalan, tidak kelihatan, kemudian mereka panik dan asal jalan sehingga mengakibatkan kejadian yang tidak diinginkan," tambah dia.

Adapun yang tidak kalah penting, masih kata Kusworo, adalah kentongan.

Beberapa kentongan diberikan untuk tempat-tempat strategis yang ada di kampung, salah satunya di pos kamling, sebagai sarana pemberitahu kepada warga akan adanya ancaman bencana.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah WNI Disimpan di Freezer Kapal China, Satu WNA Jadi Tersangka

Jenazah WNI Disimpan di Freezer Kapal China, Satu WNA Jadi Tersangka

Regional
Diperkosa Ayah Tiri, Bocah 12 Tahun Dinikahkan dengan Pria 44 Tahun, Ini Kisahnya...

Diperkosa Ayah Tiri, Bocah 12 Tahun Dinikahkan dengan Pria 44 Tahun, Ini Kisahnya...

Regional
Mesum di Tempat Suci, Pasangan Gay Ditangkap, Warga Gelar Upacara Pecaruan

Mesum di Tempat Suci, Pasangan Gay Ditangkap, Warga Gelar Upacara Pecaruan

Regional
Job Manggung Hilang karena Corona, Kariyono Temukan Rezeki Melimpah dari Gentong Bekas

Job Manggung Hilang karena Corona, Kariyono Temukan Rezeki Melimpah dari Gentong Bekas

Regional
[POPULER NUSANTARA] Viral, Video Rumah Berpindah Tempat dalam Semalam | 37 Pasangan ABG Rayakan Ultah dengan Pesta Seks

[POPULER NUSANTARA] Viral, Video Rumah Berpindah Tempat dalam Semalam | 37 Pasangan ABG Rayakan Ultah dengan Pesta Seks

Regional
25 Tenaga Medis di RSUD Moewardi Solo Reaktif Berdasarkan Rapid Test

25 Tenaga Medis di RSUD Moewardi Solo Reaktif Berdasarkan Rapid Test

Regional
Mengeluh Tagihan Listrik Naik 275 Persen di Medsos, Bupati Probolinggo: Gila-gilaan

Mengeluh Tagihan Listrik Naik 275 Persen di Medsos, Bupati Probolinggo: Gila-gilaan

Regional
Cerita Angkatan 2020, Pilih Jualan Kaktus hingga Rawon Daripada Nonton Drakor

Cerita Angkatan 2020, Pilih Jualan Kaktus hingga Rawon Daripada Nonton Drakor

Regional
Sempat Dilerai Ayahnya, Pemuda Ini Nekat Bunuh Polisi dengan Senjata Tajam

Sempat Dilerai Ayahnya, Pemuda Ini Nekat Bunuh Polisi dengan Senjata Tajam

Regional
Perwira Siswa Secapa AD Periksa Bisul dan Tulang Belakang, Rupanya Positif Covid-19, Terbongkar 1.280 Orang Terinfeksi Corona

Perwira Siswa Secapa AD Periksa Bisul dan Tulang Belakang, Rupanya Positif Covid-19, Terbongkar 1.280 Orang Terinfeksi Corona

Regional
Kepergok Warga Berhubungan Intim di Tempat Suci, Pasangan Gay Ini Terancam 2 Tahun Penjara

Kepergok Warga Berhubungan Intim di Tempat Suci, Pasangan Gay Ini Terancam 2 Tahun Penjara

Regional
Jumlah Santri Gontor Ponorogo yang Positif Corona Bertambah

Jumlah Santri Gontor Ponorogo yang Positif Corona Bertambah

Regional
KSAD: Kegiatan di Secapa AD Masih Berlanjut Sesuai Kurikulum

KSAD: Kegiatan di Secapa AD Masih Berlanjut Sesuai Kurikulum

Regional
'Saya Yakin Roh Papa Masih Ada, Menyaksikan Saya Meminang Istri...'

"Saya Yakin Roh Papa Masih Ada, Menyaksikan Saya Meminang Istri..."

Regional
Risma Siapkan Psikolog hingga Bantuan Pendidikan kepada 4 Bocah Korban Pencabulan

Risma Siapkan Psikolog hingga Bantuan Pendidikan kepada 4 Bocah Korban Pencabulan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X