Hendak Menembak Saat Ditangkap, Residivis Curanmor Ditembak Mati Polisi

Kompas.com - 14/12/2019, 20:51 WIB
Kapolres Karawang AKBP Arif Rachman Arifin (tengah) beserta jajaran menunjukkan barang bukti penangkapan residivis curanmor saar press release di depan Ruang Forensik RSUD Karawang, Sabtu (14/12/2019). KOMPAS.COM/FARIDAKapolres Karawang AKBP Arif Rachman Arifin (tengah) beserta jajaran menunjukkan barang bukti penangkapan residivis curanmor saar press release di depan Ruang Forensik RSUD Karawang, Sabtu (14/12/2019).

KARAWANG, KOMPAS.com - Polisi menembak mati W (30), residivis curanmor di Karawang, Jawa Barat, lantaran melawan saat hendak ditangkap.

Satu orang komplotan curanmor masih dalam kejaran petugas.

Kapolres Karawang AKBP Arif Rachman Arifin mengatakan, upaya penangkapan berawal saat Tim Satreskrim Polres Karawang membuntuti W hingga wilayah dekat Citra Kebun Mas (CKM).

Saat akan ditangkap, W berusaha melawan petugas.

"Yang bersangkutan mencabut pistol, mencoba untuk menembak petugas. Tapi petugas lebih dahulu menebak," kata Arif, saat press release kasus tersebut di depan Ruang Forensik RSUD Karawang, Sabtu (14/12/2019).

Baca juga: Polisi Tembak Mati Pengedar Heroin Asal Pakistan, Barbuk 5 Kg Heroin

Berdasarkan data, W sudah 19 kalil melancarkan aksinya di Karawang.

Saat beraksi, W tak segan-segan mengancam korbannya. Ia beraksi bersama dengan seorang rekannya yang saat ini masih dalam kejaran polisi.

"Ia residivis kasus yang sama pada 2014," tambah Arif.

Dari penangkapan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya senjata api rakitan berikut tiga peluru dan kunci T.

"Juga ditemukan sepaket barang yang patut diduga sejenis psikotropika. Tapi kami belum melakukan penyelidikan lebih lanjut," kata Arif.

Baca juga: Polisi Tembak Mati Pengedar Sabu Berbungkus Kotak Teh China



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Cilegon Pertama Kali Uji Coba Belajar di Sekolah, Ini Hasilnya

Pemkot Cilegon Pertama Kali Uji Coba Belajar di Sekolah, Ini Hasilnya

Regional
Viral, Surat Terbuka Istri ABK Kapal China kepada Jokowi: Dia Tak Sanggup Lagi Bekerja

Viral, Surat Terbuka Istri ABK Kapal China kepada Jokowi: Dia Tak Sanggup Lagi Bekerja

Regional
Perempuan ODGJ Diperkosa Bergantian di Hadapan Anaknya hingga Hamil dan Melahirkan

Perempuan ODGJ Diperkosa Bergantian di Hadapan Anaknya hingga Hamil dan Melahirkan

Regional
Penyelundupan Sabu Dalam Bungkus Permen Wafer Cokelat Digagalkan

Penyelundupan Sabu Dalam Bungkus Permen Wafer Cokelat Digagalkan

Regional
Tak Terima Lahannya Dibangun, Warga di Sragen Tutup Jalan dengan Tembok

Tak Terima Lahannya Dibangun, Warga di Sragen Tutup Jalan dengan Tembok

Regional
Kasus Kepemilikan Sabu di Jambi, 2 Pemuda Divonis 6 Tahun Penjara

Kasus Kepemilikan Sabu di Jambi, 2 Pemuda Divonis 6 Tahun Penjara

Regional
Pria Asal Bandung Mengaku HRD, Minta Syarat Kerja Foto Bugil, Korbannya Ada yang Disetubuhi

Pria Asal Bandung Mengaku HRD, Minta Syarat Kerja Foto Bugil, Korbannya Ada yang Disetubuhi

Regional
Wanita Ini Terpaksa Melahirkan di Kamar Mandi karena Bidan Takut Tertular Covid-19

Wanita Ini Terpaksa Melahirkan di Kamar Mandi karena Bidan Takut Tertular Covid-19

Regional
Sempat Kontak dengan Wali Kota Banjarbaru, Wali Kota Banjarmasin Negatif Covid-19

Sempat Kontak dengan Wali Kota Banjarbaru, Wali Kota Banjarmasin Negatif Covid-19

Regional
Pelajar Terpental dan Tewas Usai Tiang Umbul-umbul yang Dipasangnya Tersangkut Kabel Listrik

Pelajar Terpental dan Tewas Usai Tiang Umbul-umbul yang Dipasangnya Tersangkut Kabel Listrik

Regional
Bantah 46 Pegawai Positif Covid-19, Kepala BPOM Ambon: Itu Keliru...

Bantah 46 Pegawai Positif Covid-19, Kepala BPOM Ambon: Itu Keliru...

Regional
Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Warga Kulon Progo Jadi Muncikari Prostitusi Online

Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Warga Kulon Progo Jadi Muncikari Prostitusi Online

Regional
Nasihat Hakim kepada Terdakwa yang Durhaka karena Melawan Orangtua

Nasihat Hakim kepada Terdakwa yang Durhaka karena Melawan Orangtua

Regional
Ponari, si Dukun Cilik Telah Menikah, Kini Berjualan Online dengan Istrinya

Ponari, si Dukun Cilik Telah Menikah, Kini Berjualan Online dengan Istrinya

Regional
Air Mata Hendra Tak Berhenti Mengalir Ditolak Sekolah karena Cacat, Buku Pelajaran Dikembalikan

Air Mata Hendra Tak Berhenti Mengalir Ditolak Sekolah karena Cacat, Buku Pelajaran Dikembalikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X