22 Harley Davidson yang Disita Tak Miliki Surat Resmi dan Pemilik Beli Lewat eBay

Kompas.com - 12/12/2019, 07:17 WIB
Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Jawa Barat menghibahkan 7 unit sepeda motor Harley Davidson kepada Polda Jawa Barat dan 2 unit kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Rabu (11/12/2019). KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANAKantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Jawa Barat menghibahkan 7 unit sepeda motor Harley Davidson kepada Polda Jawa Barat dan 2 unit kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Rabu (11/12/2019).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com — Sejak tahun 2018, Polda Jawa Barat mengamankan sebanyak 22 unit motor besar Harley Davidson yang masuk ke Indonesia dan tidak memiliki surat resmi.

Dari keterangan pemilik, motor tersebut dibeli lewat eBay dan pengirimannya berupa spare part.

"Waktu itu kami tilang dulu, jadi motor-motor ini ada orangnya. Kemudian kami tanya dapat dari mana, mereka semua bilang beli lewat eBay. Jadi, kami enggak bisa proses karena eBay itu jual beli, perdagangan bebas, masuknya bukan utuh, tapi berupa spare part. Dipotong-potong dulu baru disusun lagi. Semua enggak ada suratnya," ujar Dirkrimsus Polda Jabar Kombes Iksantyo Bagus, Rabu (11/12/2019).

Baca juga: 22 Harley Davidson Disita Negara, 13 Dilelang, Sisanya Dibagikan ke Polisi dan Kejaksaan

Oleh Polda Jawa Barat, 22 unit Harley Davidson yang diduga barang eks impor tersebut kemudian diserahkan ke Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Barat.

Penyerahan dilakukan pada Rabu (11/12/2019) bersamaan dengan kegiatan pemusnahan barang milik negara (BMN) yang dihimpun dalam penindakan oleh Kanwil DJBC Jawa Barat, sepanjang tahun 2017 sampai 2018, atas pelanggaran terhadap UU Kepabeanan dan UU Cukai.

Baca juga: Ayahnya Pilot Pesawat yang Bawa Harley Selundupan, Devano: Ayah Saya Orang Baik

Kepala Kanwil DJBC Jawa Barat Saipullah Nasution mengatakan bahwa barang tersebut adalah eks impor maka undang-undang yang digunakan adalah Undang-Undang Kepabeanan dan harus ada unsur pidana.

Namun, untuk kasus 22 motor besar tersebut, pihaknya menyebut tidak ditemukan unsur pidana sehingga barang tersebut ditetapkan sebagai barang milik negara.

"Motor besar yang diserahkan Polda Jawa Barat kepada Bea Cukai ini untuk penyelesaian antara tahun 2018. Setelah kami lakukan proses penelitian, kami tetapkan sebagai barang milik negara," kata Saipullah di Kantor DJBC Jawa Barat, Jalan Surapati, Rabu pagi.

Baca juga: Nilai Prestise Motor Harley Davidson...

Saipullah mengatakan, 13 unit Harley Davidson akan dilelang dan hasilnya masuk ke kas negara.

Sementara sisanya akan dihibahkan ke kepolisian dan kejaksaan. Sebanyak tujuh unit untuk Polda Jawa Barat dan dua unit untuk Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

"13 unit yang kami lelang itu nilainya Rp 1,6 miliar dan sudah kami setorkan ke kas negara. Tujuh unit dihibahkan ke Polda Jawa Barat untuk kegiatan Patwal dan dua unit kami serahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat juga untuk patwal," jelasnya.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Putra Prima Perdana | Editor: Robertus Belarminus)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesta Miras Oplosan Perayaan Ultah Berujung Maut, 4 Orang Tewas, 5 Kritis

Pesta Miras Oplosan Perayaan Ultah Berujung Maut, 4 Orang Tewas, 5 Kritis

Regional
Iseng Pamer Ular Weling Tangkapan, Bocah Ini Tewas Digigit

Iseng Pamer Ular Weling Tangkapan, Bocah Ini Tewas Digigit

Regional
Tes SKD CPNS Banyumas Segera Digelar, Ini yang Harus Diperhatikan

Tes SKD CPNS Banyumas Segera Digelar, Ini yang Harus Diperhatikan

Regional
Cerita Perempuan Pengantin Pesanan China: Umur Saya Dipalsukan Jadi 24 Tahun (3)

Cerita Perempuan Pengantin Pesanan China: Umur Saya Dipalsukan Jadi 24 Tahun (3)

Regional
Jalan Depok Jadi Pusat Kuliner Baru Kota Semarang

Jalan Depok Jadi Pusat Kuliner Baru Kota Semarang

Regional
Bocah 11 Tahun Tewas Digigit Ular Weling yang Ditangkapnya

Bocah 11 Tahun Tewas Digigit Ular Weling yang Ditangkapnya

Regional
Kisah Nenek Rubingah, Ditendang karena Dituduh Mengutil, Berawal dari Seplastik Mangga

Kisah Nenek Rubingah, Ditendang karena Dituduh Mengutil, Berawal dari Seplastik Mangga

Regional
Bocah yang Disiksa Orangtua Kandung Alami Pendarahan di Otak, Tak Bisa Melihat, Tak Bisa Bicara

Bocah yang Disiksa Orangtua Kandung Alami Pendarahan di Otak, Tak Bisa Melihat, Tak Bisa Bicara

Regional
Ditjen Dukcapil Beri Sanksi Pemutusan Jaringan kepada Pemkot Makassar

Ditjen Dukcapil Beri Sanksi Pemutusan Jaringan kepada Pemkot Makassar

Regional
Cerita Perempuan Pengantin Pesanan China: Saya Cuma Bisa Cari Rebung di Hutan (2)

Cerita Perempuan Pengantin Pesanan China: Saya Cuma Bisa Cari Rebung di Hutan (2)

Regional
Penderita HIV di Padang Menurun, Kebanyakan Didominasi Lelaki Seks Lelaki

Penderita HIV di Padang Menurun, Kebanyakan Didominasi Lelaki Seks Lelaki

Regional
Jaga Sejarah Bangsa, Semarang Usung Haul Bertema Sejarah adalah Roh Nasionalisme

Jaga Sejarah Bangsa, Semarang Usung Haul Bertema Sejarah adalah Roh Nasionalisme

Regional
Hadapi Virus Corona, Dinkes Batam Siagakan 2 Rumah Sakit hingga Alat Thermal Scanner

Hadapi Virus Corona, Dinkes Batam Siagakan 2 Rumah Sakit hingga Alat Thermal Scanner

Regional
Perbaikan Jalan Terputus akibat Longsor di Cikeusal Tasikmalaya Dikebut walau Diguyur Hujan

Perbaikan Jalan Terputus akibat Longsor di Cikeusal Tasikmalaya Dikebut walau Diguyur Hujan

Regional
Jurnalis Mongabay Ditahan meski Masuk Indonesia dengan Visa Bisnis, Ini Penjelasan Imigrasi

Jurnalis Mongabay Ditahan meski Masuk Indonesia dengan Visa Bisnis, Ini Penjelasan Imigrasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X